Anggota TNI Tewas Dianiaya Senior
Tangis Histeris Sambut Jenazah Pratu Farkhan Marpaung, Keluarga Minta Hal Ini pada Panglima TNI
Kedatangan ambulans militer yang membawa peti jenazah Pratu Farkhan Syauqi Marpaung memicu histeria massal di halaman rumah duka.
Penulis: Alif Al Qadri Harahap | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN-MEDAN.com, KISARAN - Suasana hening di Desa Hessa Air Genting, Kecamatan Air Batu, Kabupaten Asahan, pecah seketika pada Sabtu (3/1/2026) dini hari.
Kedatangan ambulans militer yang membawa peti jenazah Pratu Farkhan Syauqi Marpaung memicu histeria massal di halaman rumah duka.
Keluarga besar tak mampu membendung duka; jeritan pilu bersahutan, bahkan beberapa kerabat jatuh pingsan tak kuasa melihat peti kayu berselimut bendera merah putih itu diturunkan.
Ketegaran Seorang Ayah di Tengah Badai Duka
Di tengah kekacauan emosi itu, sosok Zakaria Marpaung, ayah kandung Pratu Farkhan, berdiri bak karang.
Meski matanya sembab dan guratan kesedihan mendalam tak bisa disembunyikan, ia terus berusaha menenangkan sanak saudaranya yang histeris.
Sambil terduduk, Zakaria merangkul anak laki-lakinya yang lain, mencoba memberi kekuatan meski hatinya sendiri hancur.
Ia adalah orang terakhir yang masuk ke dalam rumah saat peti hendak dibuka secara tertutup untuk keluarga.
Sementara itu, sang ibu, Marsinah Wati Silalahi, terkulai lemas.
Sambil meratapi peti jenazah putranya, ia terus memanggil nama Farkhan.
"Anakku sudah pulang, anakku..." rintih Marsinah dengan suara serak, sembari menggapai kerabat lain agar tetap bersabar di tengah kepedihan yang menyayat hati.
"Jangan Ada Lagi Nyawa yang Hilang Sia-sia"
Kepergian Pratu Farkhan yang gugur saat bertugas di Papua ini menyisakan tanda tanya besar dan keresahan bagi warga Asahan.
S. Marpaung, pengurus Persaudaraan Marga Marpaung Kabupaten Asahan, menyampaikan rasa salut atas ketegaran orang tua korban, namun ia juga melontarkan tuntutan tegas kepada pimpinan tertinggi TNI.
Mewakili keluarga besar Marpaung, ia meminta Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan KASAD Jenderal Maruli Simanjuntak untuk mengusut tuntas penyebab kematian Pratu Farkhan.
Muncul dugaan kuat adanya penganiayaan oleh oknum senior di balik peristiwa ini.
"Seperti diucapkan ayahnya 'Belum lagi kering makam Prada Lucky, kini masuk lagi makam Pratu Farkhan Syauqi Marpaung'. Kami tidak mau lagi ada adik-adik kami yang meninggal sia-sia," tegas S. Marpaung.
Desak Pemecatan Oknum Senior
| Akhirnya Kopda F Terduga Pelaku Penganiayaan Pratu Farkhan Ditahan di Subdenpom XVII/C Timika |
|
|---|
| Fokal IMM Asahan Kutuk Kematian Pratu Farkhan, Desak Panglima TNI Bentuk Tim Investigasi |
|
|---|
| TNI AD Buka Suara Kematian Pratu Farkhan Marpaung, Selidiki Dugaan Keterlibatan Senior |
|
|---|
| Terduga Pelaku Penganiayaan Pratu Farkhan Marpaung Diamankan, Ayah Korban Kesal |
|
|---|
| Jenazah Pratu Frakhan Marpaung Bisa Dilihat Keluarga, Zakaria Masih Bisa Tegar, Marsinah Histeris |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Pratu-Farkhan-Syauqi-Marpaung-tewas-dianiaya.jpg)