Anggota TNI Tewas Dianiaya Senior

Tangis Histeris Sambut Jenazah Pratu Farkhan Marpaung, Keluarga Minta Hal Ini pada Panglima TNI

Kedatangan ambulans militer yang membawa peti jenazah Pratu Farkhan Syauqi Marpaung memicu histeria massal di halaman rumah duka.

HO/Tribun-medan.com
TEWAS DIANIAYA- Pratu Farkhan Syauqi Marpaung, anggota Batalyon Infanteri 113/Jaya Sakti, Aceh tewas diduga dianiaya seniornya saat bertugas di perbatasan Indonesia dan Papua Nugini. Pihak keluarga sangat menyayangkan insiden ini. 

TRIBUN-MEDAN.com, KISARAN - Suasana hening di Desa Hessa Air Genting, Kecamatan Air Batu, Kabupaten Asahan, pecah seketika pada Sabtu (3/1/2026) dini hari.

Kedatangan ambulans militer yang membawa peti jenazah Pratu Farkhan Syauqi Marpaung memicu histeria massal di halaman rumah duka.

Keluarga besar tak mampu membendung duka; jeritan pilu bersahutan, bahkan beberapa kerabat jatuh pingsan tak kuasa melihat peti kayu berselimut bendera merah putih itu diturunkan.

TANGIS PECAH - Pecah, tangis keluarga besar Pratu Farkhan Syauqi Marpaung saat tiba di kediamannya di Dusun IV, Desa Hessa Air Genting, Air Batu, Kabupaten Asahan, Sabtu (3/1/2026) dini hari. Sanak keluarga saling berpegangan satu dengan yang lain untuk saling menguatkan sembari menunggu peti jenazah diturunkan dari Ambulans.
TANGIS PECAH - Pecah, tangis keluarga besar Pratu Farkhan Syauqi Marpaung saat tiba di kediamannya di Dusun IV, Desa Hessa Air Genting, Air Batu, Kabupaten Asahan, Sabtu (3/1/2026) dini hari. Sanak keluarga saling berpegangan satu dengan yang lain untuk saling menguatkan sembari menunggu peti jenazah diturunkan dari Ambulans. (TRIBUN MEDAN/Alif Al Qadri Harahap)

Ketegaran Seorang Ayah di Tengah Badai Duka

Di tengah kekacauan emosi itu, sosok Zakaria Marpaung, ayah kandung Pratu Farkhan, berdiri bak karang.

Meski matanya sembab dan guratan kesedihan mendalam tak bisa disembunyikan, ia terus berusaha menenangkan sanak saudaranya yang histeris.

Sambil terduduk, Zakaria merangkul anak laki-lakinya yang lain, mencoba memberi kekuatan meski hatinya sendiri hancur.

Ia adalah orang terakhir yang masuk ke dalam rumah saat peti hendak dibuka secara tertutup untuk keluarga.

Sementara itu, sang ibu, Marsinah Wati Silalahi, terkulai lemas.

Sambil meratapi peti jenazah putranya, ia terus memanggil nama Farkhan.

"Anakku sudah pulang, anakku..." rintih Marsinah dengan suara serak, sembari menggapai kerabat lain agar tetap bersabar di tengah kepedihan yang menyayat hati.

Belum Kering Makam Prada Lucky, Kini Pratu Farkhan Jadi Korban Keganasan Senior
Belum Kering Makam Prada Lucky, Kini Pratu Farkhan Jadi Korban Keganasan Senior (TRIBUN MEDAN/Alif Al Qadri Harahap)

"Jangan Ada Lagi Nyawa yang Hilang Sia-sia"

Kepergian Pratu Farkhan yang gugur saat bertugas di Papua ini menyisakan tanda tanya besar dan keresahan bagi warga Asahan.

S. Marpaung, pengurus Persaudaraan Marga Marpaung Kabupaten Asahan, menyampaikan rasa salut atas ketegaran orang tua korban, namun ia juga melontarkan tuntutan tegas kepada pimpinan tertinggi TNI.

Mewakili keluarga besar Marpaung, ia meminta Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan KASAD Jenderal Maruli Simanjuntak untuk mengusut tuntas penyebab kematian Pratu Farkhan.

Muncul dugaan kuat adanya penganiayaan oleh oknum senior di balik peristiwa ini.

"Seperti diucapkan ayahnya 'Belum lagi kering makam Prada Lucky, kini masuk lagi makam Pratu Farkhan Syauqi Marpaung'. Kami tidak mau lagi ada adik-adik kami yang meninggal sia-sia," tegas S. Marpaung.

Desak Pemecatan Oknum Senior

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved