Sumut Terkini

Kejinya Paman di Padang Lawas Utara Bunuh Keponakan setelah Melakukan Pelecehan

Korban ternyata dibunuh oleh paman kandungnya sendiri yang bernama Darwis Harahap (46), yang kini telah ditangkap oleh jajaran Polres Tapsel.

Penulis: Fredy Santoso | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN MEDAN/ISTIMEWA
PEMBUNUHAN - Tampang Darwis Harahap, 46 tahun, paman yang membunuh keponakannya sendiri usai ditangkap, Rabu (24/12/2025). Sebelum membunuh, tersangka sempat melecehkannya. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – Seorang anak laki-laki berinisial IKH (12) di Kecamatan Padang Bolak, Kabupaten Padang Lawas Utara, ditemukan tewas mengenaskan di sebuah rawa-rawa setelah sempat dinyatakan hilang selama tiga hari.

Korban ternyata dibunuh oleh paman kandungnya sendiri yang bernama Darwis Harahap (46), yang kini telah ditangkap oleh jajaran Polres Tapanuli Selatan.

Kapolres Tapanuli Selatan, AKBP Yon Edi Winara, mengungkapkan bahwa kecurigaan polisi muncul karena tersangka merupakan orang terdekat korban namun justru tidak ikut serta dalam proses pencarian warga.

Kronologi Hilangnya Korban dari Kamar Tidur

Peristiwa ini bermula pada Sabtu (20/12) malam saat korban baru saja pulang dari warung kopi milik ayahnya dan tidur di kamar bersama ibu serta kedua adiknya.

Sekitar pukul 03.00 WIB dini hari, ibu korban terkejut mendapati IKH sudah tidak ada di tempat tidur sementara jendela kamar ditemukan dalam kondisi terbuka lebar.

Pihak keluarga bersama warga setempat sempat melakukan pencarian besar-besaran selama tiga hari berturut-turut hingga akhirnya jasad korban ditemukan tak bernyawa pada 23 Desember kemarin.

Modus Bujukan Uang dan Tindakan Pelecehan

Berdasarkan hasil pemeriksaan, tersangka mengaku menjemput korban dari dalam kamar dengan iming-iming uang sebesar Rp 20 ribu agar IKH bersedia keluar rumah secara diam-diam.

Pelaku kemudian membawa keponakannya tersebut ke sebuah gubuk yang hanya berjarak 50 meter dari rumah korban untuk melancarkan aksi pelecehan seksual.

Di lokasi tersebut, tersangka mencabuli korban dan bahkan sempat meminta korban untuk melakukan tindakan asusila lainnya, namun rencana tersebut gagal karena kondisi fisik korban.

Motif Pembunuhan Karena Panik Rahasia Terbongkar

Situasi menjadi tegang ketika terdengar suara warga yang berteriak memanggil nama korban di sekitar lokasi, sehingga membuat tersangka panik dan membawa korban kabur ke arah rawa-rawa.

Sebelum menghabisi nyawa korban, tersangka sempat bertanya apakah IKH akan menceritakan kejadian tersebut kepada orang tuanya, dan korban menjawab akan membocorkan semuanya.

Merasa terdesak dan takut perbuatannya diketahui, tersangka langsung menenggelamkan korban ke dalam air rawa-rawa hingga tewas, lalu meninggalkan jasadnya begitu saja sebelum akhirnya terungkap oleh polisi.

(cr25/Tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved