Medan Terkini
Ephorus HKBP Pendeta Victor Tinambunan Tegaskan Rakyat Berhak Menyerukan Tutup PT TPL
Ephorus HKBP Pendeta Victor Tinambunan menuliskan sebuah narasi yang mengatakan, rakyat berhak menyerukan tutup PT Toba Pulp Lestari (TPL).
Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN-MEDAN.com, TARUTUNG - Ephorus HKBP Pendeta Victor Tinambunan menuliskan sebuah narasi yang mengatakan, rakyat berhak menyerukan tutup PT Toba Pulp Lestari (TPL). Narasi itu ia unggah di media sosialnya.
Ia juga menampilkan pembahasan DPR RI soal kelestarian alam dan kesejahteraan masyarakat.
"Dalam video ini tampil dua orang Anggota DPR RI yang terhormat. Sosok yang berbicara pada bagian kedua, Bapak H. Mafirion, tampak begitu tulus memperjuangkan kelestarian alam dan kesejahteraan masyarakat," tulisnya dalam media sosialnya, Rabu (10/12/2025).
"Dengan ketegasan yang jernih, beliau menyatakan bahwa sejak awal berdirinya, PT TPL tidak pernah lepas dari persoalan serius," sambungnya.
Ia juga menyoal Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan DPRI yang berlangsung sebelumnya terkait persoalan yang dialami oleh masyarakat setelah hadirnya PT TPL di Tapanuli.
"Saya teringat pada Bapak Muslim Ayub, Anggota DPR RI dari Dapil Aceh, ketika dalam Rapat Dengar Pendapat di Komisi XIII DPR RI - rapat yang juga saya hadiri - beliau tampil membela masyarakat Tapanuli dan lingkungan hidup dengan ketegasan yang sama," lanjutnya.
"Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak H. Mafirion dan Bapak Muslim Ayub. Walaupun Bapak-bapak tidak berasal dari Tapanuli, namun Bapak-bapak sungguh merasakan jeritan hati masyarakat Tapanuli, jeritan seluruh makhluk hidup, dan jeritan alam yang terluka," sambungnya.
Ia juga mengatakan Martin Manurung dan Bane Raja Manalu adalah anggota DPR RI yang peduli dengan kampung halamannya.
"Anggota DPR RI dari halak hita ada Bapak Martin Manurung, Bapak Bane Raja Manalu dan mungkin ada yang lain yang peduli Bonapasogit," sambungnya.
"Kiranya Tuhan Yang Mahakuasa melimpahkan berkat-Nya atas pengabdian dan keteguhan hati Bapak-bapak," lanjutnya.
Ia juga menambahkan, aksi damai 10 November 2025 dengan lebih 10 ribu orang di Medan, itu tidak ditunggangi oleh siapapun kecuali didorong kerinduan agar Tapanuli terhindar dari bencana, seluruh masyarakat sejahtera, makhluk dan alam terpelihara.
"Masyarakat berhak menyerukan tutup TPL. Berhak," pungkasnya.
(cr3/tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
| Diancam Parang dalam Angkot di Medan, Dua Penumpang Wanita Nekat Melompat dan Satu Tak Sadarkan Diri |
|
|---|
| Dewa 19 Bakal Guncang Medan di Melofest Vol. 2, Baladewa Antusias Nantikan Konser |
|
|---|
| Sedot Anggaran Rp1,6 Miliar, Wali Kota Medan Rico Waas Soroti Venue MTQ ke-59 Medan Masih Berlumpur |
|
|---|
| Diduga Mencuri Buah Matoa, Seorang Pria di Medan Labuhan Tewas Dianiaya dengan Tangan Terikat |
|
|---|
| Hindari Lubang, Truk Tronton Hantam Mobil Mercy hingga Ringsek di Jalan Setia Budi Medan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Ephorus-HKBP-Pendeta-Victor-Tinambunan-saat-berada.jpg)