Medan Terkini
ISPA Meningkat 102 Ribu Kasus, Dinkes Medan Sampaikan 6 Tips Pencegahan Berikut Ini
Kasus influenza meningkat di Medan. Hal itu diketahui setelah Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara (Dinkes Sumut).
Penulis: Dedy Kurniawan | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – Kasus influenza meningkat di Medan. Hal itu diketahui setelah Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara (Dinkes Sumut) mengeluarkan Surat Edaran (SE) kepada seluruh kabupaten/kota dan fasilitas pelayanan kesehatan.
Langkah ini diambil sebagai antisipasi terhadap peningkatan kasus influenza dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang terjadi sepanjang tahun 2025.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Novita Rohdearni Saragih mengatakan, penerbitan surat edaran ini merupakan bentuk respons pemerintah daerah dalam memperkuat deteksi dini dan kesiapsiagaan terhadap potensi lonjakan kasus.
“Surat edaran ini sebagai pengingat dan panduan bagi kabupaten/kota serta rumah sakit agar tetap mawas diri dan memperkuat sistem surveilans," ujar Novita, Selasa (21/10/2025).
Berdasarkan data Laporan Rutin ISPA Dinas Kesehatan Sumut periode Januari–September 2025, tercatat 669.835 kasus ISPA di seluruh wilayah Sumut. Jumlah ini meningkat 15,3 persen atau sekitar 102.687 kasus dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, data Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR) pada minggu ke-41 juga menunjukkan tren peningkatan, yakni 6.859 kasus, naik dari 5.341 kasus di minggu ke-31.
Meski terjadi peningkatan, Novita memastikan sebagian besar kasus merupakan influenza ringan, bukan jenis berat seperti flu burung atau Covid-19.
"Tidak perlu panik. Yang penting jaga daya tahan tubuh dan biasakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS),” imbaunya.
Dalam surat edaran yang kini sedang difinalisasi sambil menunggu arahan resmi dari Kementerian Kesehatan RI, Dinkes Sumut menginstruksikan seluruh Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, rumah sakit, dan puskesmas untuk memperkuat pengawasan, pelaporan, serta edukasi kepada masyarakat.
Untuk Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, beberapa langkah yang diimbau antara lain:
1. Memantau perkembangan situasi ISPA secara rutin melalui kanal resmi pemerintah.
2. Meningkatkan kewaspadaan dini dengan pelaporan SKDR dan surveilans sentinel ILI-SARI.
3. Melapor ke PHEOC Sumut dalam waktu kurang dari 24 jam bila ada potensi Kejadian Luar Biasa (KLB).
4. Melakukan penyelidikan epidemiologi (PE) jika ditemukan peningkatan kasus.
5. Mengintensifkan promosi kesehatan dengan kampanye PHBS, CTPS (cuci tangan pakai sabun), dan penggunaan masker.
Sementara untuk rumah sakit dan fasilitas kesehatan, Dinkes Sumut menegaskan pentingnya memperkuat sistem pelaporan kasus ISPA, ILI-SARI, Pneumonia, dan Covid-19, agar setiap potensi peningkatan kasus bisa segera ditindaklanjuti.
"Kolaborasi dan kewaspadaan semua pihak sangat penting. Kita ingin masyarakat tetap sehat dan tidak ada lonjakan kasus berat di akhir tahun," tutup Novita.
Di Dinas Kesehatan Kota Medan, menurut laporan yang ada di bulan Agustus 2025 ada sejumlah 25.715 kasus sementara September 2025 terjadi peningkatan kasus 30.952 kasus.
Kabid Pencegahan Pengendalian Penyakit Dinkes Medan, dr Pocut menyampaikan, diperlukan kewaspadaan dari kita semua untuk mengantisipasi peningkatan kasus. Katanya, Dinkes Medan menghimbau enam tips pencegana
Pertama, masyarakat untuk kembali meningkatkan disiplin diri dalam menjalani protokol kesehatan dengan mengingatkan kembali memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, menjaga jarak dengan orang yang sakit.
"Kedua hindari menyentuh wajah dengan tangan yang tidak bersih, terutama mata dan mulut untuk menghindari bakteri atau virus masuk ke dalam tubuh," katanya.
Ketiga, bagi warga, diiimbau juga berhenti merokok dan menghindari asap rokok, terutama di ruang tertutup. Keempat, gunakan sapu tangan atau tisu untuk menutup mulut ketika bersin atau batuk.
"Tips kelima perbanyak konsumsi makanan bergizi, istirahat yg cukup untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Terakhir keenam, bagi tenaga kesehatan yang sedang bertugas di fasilitas kesehatan agar menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) sesuai kebutuhan dan ketentuan," pungkasnya.
(Dyk/Tribun-Medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
| Kadisdikbud Medan Ngaku Baru Tahu Pelajar Lewati Pipa Besi dan Jalur Berbahaya di Atas Sungai |
|
|---|
| Hadir di Retret Magelang, Ketua DPRD Sumut Harap Bisa Implementasikan ke Masyarakat |
|
|---|
| Pelajar di Medan Nekat Seberangi Sungai Lewat Pipa Setinggi Belasan Meter Demi Sekolah |
|
|---|
| Remaja 16 Tahun yang Hanyut di Sungai Belawan Medan Tuntungan Ditemukan Tewas Usai 3 Hari Pencarian |
|
|---|
| Jaksa yang Todongkan Senpi ke Sekuriti di Medan Ternyata Anak Eks Kepala BNN Mandailing Natal |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Kantor-Dinas-Kesehatan-Sumut-Kasus-influenza-meningkat-di-Medan.jpg)