Breaking News

Kebakaran di Marindal

Sesak di Dada Nenek 69 Tahun, Korban Kebakaran di Marindal, Kios untuk Dagang Pecal Ludes Terbakar

Kebakaran 10 kios di Jalan Kebun Kopi, Desa Marindal I, Kecamatan Patumbak menyisakan pilu mendalam bagi para pedagang.

Penulis: Fredy Santoso | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN MEDAN/FREDY SANTOSO
KEBAKARAN DI MARINDAL - Susilawati (69) pedagang pecal kaki lima yang kiosnya hangus terbakar di Jalan Kebun Kopi, Desa Marindal I, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang, Senin (13/10/2025). Ia tak menyangka tempatnya mencari nafkah ludes. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kebakaran 10 kios di Jalan Kebun Kopi, Desa Marindal I, Kecamatan Patumbak menyisakan pilu mendalam bagi para pedagang.


Salah satunya Susilawati, nenek 69 tahun yang kiosnya ikut terbakar.


Ketika ditemui, nenek yang menggunakan songkok berwarna hijau ini terlihat kebingungan mondar-mandir.


Matanya berkaca-kaca, bicaranya terbata-bata 

menahan tangis serta sesak di dada.


Sesekali ia berjalan ke kiosnya, lalu menjauh dan begitu seterusnya.


Di depan kios, kedua tangannya ditaruh ke pinggang seraya tubuh bungkuknya mengarah ke dalam puing-puing bangunan.


Matanya tak berhenti melihat ke tempatnya biasa berdagang.


Ia kebingungan harus berbuat apa lantaran tempatnya mencari nafkah sebagai pedagang pecal, nasi goreng hangus.


Lapak jualannya kini tinggal puing-puing. Etalase untuk memajang makanan dan bahan baju kini tinggal kerangka.


Sedangkan bangunannya yang dibangun menggunakan baja ringan, tinggal tiang dan atap.


Saat diwawancarai, bibir dan tubuhnya gemetaran tak kuasa bercerita.


Dia mengatakan, sebelum terjadi kebakaran pada pukul 10:00 WIB, ia datang untuk membuka kios lantaran ia mulai berjualan siang hingga malam.


Kemudian ia mulai beres-beres kedai, sambil menyusun bahan baku.


Namun tiba-tiba api begitu cepat menjalar dari kios lain yang jaraknya kurang lebih 15 meter.


Susilawati pun langsung berlari menyelamatkan diri dari kobaran api.


"Gak tahu mulanya bagaimana. Saya masuk, mau narik stelling. Nenek kan jualannya siang jam 12, kalau ajo (penjual rumah makan) sore. Tadi marak-maraknya, ngeri kali,"ungkapnya, Senin (13/10/2025).


Seusai kebakaran, Susilawati dibantu anak dan keluarganya mengutip puing-puing sisa kebakaran.


Mereka berharap ada barang-barang yang masih bisa digunakan jika nanti kembali berjualan.


Namun demikian, ia merasa masih diberi keselamatan kalau dibandingkan dengan sepasang suami istri yang terbakar.


Keduanya ialah Nur dan Rusli, pedagang bahan bakar minyak (BBM) eceran yang diduga pemicu api.


"Asal usul dari dia, mamaknya, kepanggang lah itu. Suaminya mau menolong ga bisa karena sudah separuh, lakiknya (suaminya) masuk parit,"tutupnya.


Sebelumnya diberitakan, kebakaran melanda deretan kios di Jalan Kebun Kopi, tepatnya di persimpangan Jalan Mekatani, Desa Marindal I, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang, Senin (13/10/2025).


Sebanyak 10 kios milik pedagang kaki lima milik warga hangus terbakar akibat dilalap si jago merah.


Pantauan di lokasi, kios-kios warga sebagian ada yang hangus menyisakan atap seng, dan ada yang masih tersisa beton dan atap.


Wasno, Kasi Trantib Desa Marindal I, Kecamatan Patumbak mengatakan, kebakaran diperkirakan pada pukul 10:00 WIB tadi.


Begitu adanya kebakaran, ia langsung menghubungi pemadam kebakaran Deli Serdang maupun Kota Medan.


"Setelah kita mohon ke damkar. Dan ini menghanguskan sekitar 10 lapak pedagang,"kata 

Wasno, Kasi Trantib Desa Marindal I, Kecamatan Patumbak, di lokasi, Senin (13/10/2025).


Wasno menjelaskan, kios yang terbakar mulai dari pedagang ayam potong, minyak eceran dan makanan.


Namun saat kejadian, api diduga muncul dari kios yang menjual bahan bakar minyak (BBM) eceran.


Saat itu, pedagang diduga sambil merokok ketika melayani pembeli.


Sehingga api menyambar minyak dan tumpukan tabung gas 3 Kilogram yang ada di dalam kios.


"Kalau informasi yang kami terima, ketika ada orang yang membeli bensin si penjual ini sambil memegang rokok sehingga memicu kebakaran. 

Lalu api menyambar tumpukan gas LPG yang ada di dalamnya,"ungkapnya.


Akibat kebakaran tersebut, dua orang warga dilaporkan terbakar dan luka-luka.


Keduanya ialah Nur dan Rusli, pedagang BBM eceran dan gas subsidi.


Saat ini korban dibawa ke rumah sakit guna mendapatkan perawatan luka bakar yang dialami.


"Mereka kami evakuasi ke rumah sakit sembiring. 

Mereka terbakar pada bagian kepala dan kaki."


Saat ini api berhasil dipadamkan oleh tim pemadam kebakaran, dibantu masyarakat.


Kondisi lalu lintas masih macet karena banyak pengendara penasaran ingin melihat.


(cr25/Tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved