Banjir Langkat

Hari ke-13 Akses masih Terbatas, Warga Desa Suka Maju Langkat Butuh Obat-obatan dan Sembako

Sudah dua Minggu, kebutuhan masyarakat pun mulai menipis. Bahkan mereka mulai menderita sakit, seperti gatal-gatal dan lainnya. 

TRIBUN MEDAN/MUHAMMAD ANIL RASYID
BANJIR LANGKAT - Suasana rumah masyarakat di Desa Suka Maju, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, yang masih terendam banjir, Senin (8/12/2025). 

TRIBUN-MEDAN.com, LANGKAT - Banjir yang merendam rumah masyarakat di beberapa titik di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, hingga hari ke-13 belum juga surut sepenuhnya. 

Artinya sudah dua Minggu, kebutuhan masyarakat pun mulai menipis.

Bahkan mereka mulai menderita sakit, seperti gatal-gatal dan lainnya. 

Hal itu terjadi di Desa Suka Maju, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat. Ketinggian debit air dilokasi tersebut, masih sedengkul orang dewasa. 

"Air sudah mulai surut, saat ini sedengkul orang dewasa, sebelumnya sedada," kata Andi salahseorang warga, Senin (8/12/2025). 

Lanjut Andi, bantuan pemerintah seperti sembako sudah sempat diterima masyarakat Desa Suka Maju. Hanya saja bantuan yang diperoleh kurang, akses masyarakat pun terbatas. 

"Bantuan ada masuk, tapi gak merata. Ini stoknya sudah mulai menipis," kata Andi. 

Selain bantuan sembako, masyarakat sangat membutuhkan obat-obatan. 

"Sudah mulai banyak yang sakit-sakit di sini. Posko kesehatan tidak ada. Kalau pun ada itu di Kota Tanjung Pura. Kami mau kesana tidak bisa, ada akses jalan yang debit airnya masih tinggi," ucap Andi. 

Tak hanya di Desa Suka Maju, informasi yang dihimpun wartawan, salahsatu posko yang ada di Kecamatan Besitang, juga mengalami hal yang serupa. 

Parahnya hingga saat ini, masyarakat mengaku belum ada pihak pemerintah kabupaten yang datang. Kemudian  banyak rumah masyarakat yang roboh. 

"Pihak pemerintah kabupaten menyampaikan ke pada Pemprovsu yidak ada desa yang tidak terjama, semua sudah. Tapi hasilnya tidak sesuai dengan faktanya," kata Riki warga Kecamatan Besitang. 

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Langkat dinilai lambat menangani bencana banjir yang merendam 16 kecamatan dengan korban tutup usia 11 orang. 

Lingkar Wajah Kemanusiaan (Lawan) Institute Sumatera Utara, mendesak agar Kepala BPBD Langkat dicopot dari jabatannya.

Koordinator Lawan Institute Sumut, Abdul Rahim Daulay menilai, Kepala BPBD Langkat gagal dalam menghadapi bencana banjir di penghujung tahun 2025 ini. 

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved