BPK Sumut Apresiasi Kejeruan Metar Bilad Deli, Hidupkan Tradisi Sunat Melayu
kegiatan seperti ini menjadi contoh nyata pelestarian warisan budaya tak benda yang tumbuh dan hidup di tengah masyarakat
Setelah itu dilanjutkan Julang Adat, yakni anak dipanggul di atas bahu ayah atau keluarga laki-laki menuju lokasi acara sebagai simbol pengangkatan martabat dan memasuki gerbang kedewasaan.
Rangkaian prosesi kemudian ditutup dengan Tepung Tawar yang diiringi lantunan marhaban sebagai doa keselamatan, kesejukan hati, keberkahan, serta harapan agar kelak tumbuh menjadi pribadi yang bertakwa, berakhlak mulia, dan berguna bagi agama, bangsa, serta masyarakat.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Anggota DPRD Sumatera Utara Komisi E Fajri Akbar, SH bergelar Datok Daksa Satya Wangsa Diraja KMBD, Prof Dr dr Ridha Dharmajaya, Sp BS (K) bergelar Datok Sri Satya Lencana Negeri KMBD, Prof Dr Nispul Khoiri, MAg dari PW Ikatan Sarjana Melayu Indonesia Sumatera Utara, Ketua IDI Cabang Langkat dr H Agus Salim, M Ked (ORL-HNS), Sp THT-K bergelar Datok Cendekia Gala Bayu Bangsa Diraja KMBD, Kabid Budaya Disbudparekraf Sumatera Utara Sylvya Rosita Armayanti Lubis, SSos, MSP, perwakilan Direktur RS Eshmun Marelan dr Yun Indra Yani, Ketua FPI Kota Medan Muhammad Nasir Nasir bergelar Datok Setia Perkasa Negeri Diraja KMBD, serta tokoh adat dan masyarakat lainnya.
Doa dipimpin oleh Hadi Muslim, SSos. bergelar Datok Tuan Imam Setia Diraja KMBD sebelum para peserta menjalani prosesi khitan.
Antusiasme masyarakat yang memadati lokasi acara menunjukkan bahwa tradisi Melayu masih memiliki ruang di hati masyarakat Kota Medan. Banyak warga mengaku baru pertama kali menyaksikan secara langsung prosesi Mandi Belimau, Julang Adat, Tepung Tawar, hingga atraksi silat Melayu dalam rangkaian sunatan.
Bagi Balai Pelestarian Kebudayaan Sumatera Utara, kegiatan seperti ini menjadi bukti bahwa pelestarian budaya akan tetap hidup apabila diwariskan melalui praktik nyata di tengah masyarakat.
Sementara bagi Kejeruan Metar Bilad Deli, perhelatan ini menjadi penegasan bahwa warisan leluhur bukan sekadar kenangan masa lalu, melainkan identitas yang harus terus dijaga, dilestarikan, dan diwariskan kepada generasi mendatang agar Tanah Deli tetap dikenal sebagai Bumi Melayu yang berbudaya, beradat, dan bersendikan syariat Islam.
sunat massal
Tradisi Mandi Balimau
Tradisi Melayu
Kerajaan Metar Bilad Deli
Raja Kejeruan Metar Bilad Deli XI
| 42 Anak Medan Ikut Sunat Massal, Aksi Rico Waas Buat Peserta jadi Berani |
|
|---|
| 5.000 Hewan Kurban Kejeruan Metar Bilad Deli XI Pecahkan Rekor ASEAN dan ASIA |
|
|---|
| Peduli Korban Banjir, Kerajaan Metar Bilad Deli Salurkan Bantuan ke Aceh |
|
|---|
| Kerajaan Metar Bilad Deli Salurkan Bantuan Korban Banjir Aceh Tamiang, Logistik hingga Dapur Umum |
|
|---|
| Baznas Toba Gelar Khitan Massal Gratis dan Bagikan Zakat Mal di Nassau |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Sunat-Tradisi-Melayu.jpg)