BPK Sumut Apresiasi Kejeruan Metar Bilad Deli, Hidupkan Tradisi Sunat Melayu
kegiatan seperti ini menjadi contoh nyata pelestarian warisan budaya tak benda yang tumbuh dan hidup di tengah masyarakat
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Upaya Kejeruan Metar Bilad Deli (KMBD) menghidupkan kembali tradisi Melayu yang nyaris hilang mendapat apresiasi dari Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Sumatera Utara.
Mewakili Kepala BPK Sumatera Utara Sukronedi, SSi, Resti Oktriani Sinulingga, menyampaikan penghargaan atas konsistensi KMBD yang berhasil menghadirkan kembali prosesi adat Melayu dalam Perhelatan Adat Sunat yang dipadukan dengan syariat Islam.
Menurutnya, kegiatan seperti ini menjadi contoh nyata pelestarian warisan budaya tak benda yang tumbuh dan hidup di tengah masyarakat, bukan sekadar dipelajari sebagai bagian dari sejarah.
Dalam sambutannya, Resti mengatakan bahwa pelestarian budaya tidak cukup dilakukan melalui dokumentasi atau penelitian semata, tetapi harus dihidupkan kembali dalam kehidupan masyarakat.
Ia menilai Perhelatan Adat Sunat yang digagas Kejeruan Metar Bilad Deli menghadirkan nilai edukasi, spiritual, dan budaya sekaligus.
"Kami mengapresiasi Kejeruan Metar Bilad Deli yang mampu mengemas tradisi Melayu menjadi sebuah peristiwa budaya yang hidup. Tradisi seperti Mandi Belimau, Julang Adat, Tepung Tawar, hingga atraksi silat Melayu merupakan kekayaan budaya yang memiliki nilai sejarah, filosofi, dan identitas masyarakat Melayu di Tanah Deli. Kegiatan seperti ini sangat penting agar generasi muda mengenal akar budayanya," ujar Resti disambut tepuk tangan hadirin.
Baca juga: Rico Waas Kenalkan Tradisi Melayu dan Nusantara saat Gala Dinner Rakernas APEKSI XVIII di Medan
Perhelatan yang berlangsung di kediaman Agung Indra Syahputra, SH. Tokoh Masyarakat Kota Medan bergelar Datok Cakra Indra Ambara Diraja KMBD selaku Ketua Panitia di Jalan Gurilla No 44 Medan Perjuangan, Minggu(5/7/2026), menghadirkan pemandangan yang sudah sangat jarang dijumpai di Kota Medan.
Sebanyak 53 anak mengikuti sunatan massal gratis yang dilaksanakan dokter dan tim medis RS Eshmun Marelan, namun sebelum menjalani khitan mereka terlebih dahulu mengikuti rangkaian prosesi adat Melayu yang sarat makna.
Anak-anak dijulang di atas bahu ayah atau kerabat laki-lakinya dengan iringan rebana, pembawa balai, dulang juadah bertudung, serta atraksi silat Melayu yang membuat ratusan masyarakat terpukau.
Perhelatan tersebut dibuka secara resmi oleh YTAM Tuanku Muhammad Fauzi, SKom, MH, Raja Kejeruan Metar Bilad Deli XI bergelar Al-Mulk Akbar Shah, yang juga bertindak sebagai Kepala Adat.
Dalam Amaran Diraja, Raja menegaskan bahwa Kejeruan Metar Bilad Deli merupakan institusi adat yang pernah berdiri sekitar abad ke-17, jauh sebelum lahirnya Kesultanan Deli, dengan pusat pemerintahan di kawasan Mabar, yang kini masuk wilayah Kecamatan Medan Deli.
Kebangkitan kembali KMBD, menurutnya, merupakan bagian dari ikhtiar menjaga kesinambungan sejarah, adat istiadat, serta syiar Islam di Tanah Deli. Raja Metar menegaskan bahwa budaya Melayu tidak dapat dipisahkan dari ajaran Islam.
Filosofi ‘Syarak Bersendikan Adat, Adat Bersendikan Kitabullah’ menjadi landasan utama setiap kegiatan yang dilaksanakan KMBD.
"Kami ingin membuktikan bahwa adat bukan bertentangan dengan agama, tetapi justru menjadi media memperkuat nilai-nilai Islam. Sunatan bukan sekadar memenuhi tuntunan Rasulullah SAW, tetapi juga momentum membentuk karakter anak melalui adat, doa, penghormatan kepada orangtua, serta kecintaan terhadap budaya leluhur. Insya Allah kegiatan ini akan terus kami laksanakan setiap musim libur sekolah," titah Raja.
Prosesi adat diawali dengan Mandi Belimau, yaitu ritual penyucian diri menggunakan air bercampur bunga rampai dan jeruk purut yang dilakukan oleh Raja Kejeruan Metar Bilad Deli bersama para Datok, tamu kehormatan, serta orang tua peserta.
sunat massal
Tradisi Mandi Balimau
Tradisi Melayu
Kerajaan Metar Bilad Deli
Raja Kejeruan Metar Bilad Deli XI
| 42 Anak Medan Ikut Sunat Massal, Aksi Rico Waas Buat Peserta jadi Berani |
|
|---|
| 5.000 Hewan Kurban Kejeruan Metar Bilad Deli XI Pecahkan Rekor ASEAN dan ASIA |
|
|---|
| Peduli Korban Banjir, Kerajaan Metar Bilad Deli Salurkan Bantuan ke Aceh |
|
|---|
| Kerajaan Metar Bilad Deli Salurkan Bantuan Korban Banjir Aceh Tamiang, Logistik hingga Dapur Umum |
|
|---|
| Baznas Toba Gelar Khitan Massal Gratis dan Bagikan Zakat Mal di Nassau |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Sunat-Tradisi-Melayu.jpg)