Irgi Ariyani, Buktikan Prestasi tak Hanya dari Ruang Kelas

Tak hanya unggul di akademik, Yaya juga berprestasi di bidang olahraga bela diri, kepenulisan, orasi, hingga inovasi teknologi

Penulis: Husna Fadilla Tarigan | Editor: Eti Wahyuni
IST
PRESTASI- Irgi Ariyani atau Yaya. Mahasiswi UINSU ini gali potensi diri lewat berbagai kompetisi dan meraih prestasi. 

Puncak perjalanan Yaya terjadi pada 2025 dan 2026 saat ia berhasil tampil di kompetisi internasional. Pada Maret 2025, ia mendapat dukungan dari kampus dan fakultas untuk berangkat ke Malaysia mengikuti lomba inovasi.

Di ajang tersebut, Yaya bersama tim membawa rancangan aplikasi bernama Fit Parent, yakni aplikasi pendamping parenting bagi orangtua dalam membesarkan anak. Ide itu lahir dari keresahan terhadap masih minimnya edukasi parenting di Indonesia.

“Banyak persoalan parenting yang kami lihat dari data dan berita. Karena itu kami membuat konsep aplikasi tersebut,” ujarnya.

Berkat inovasi itu, timnya meraih 2nd Best Project Innovation Chapter Kuala Lumpur Malaysia.

Tak berhenti di sana, pada November 2025 ia kembali meraih Silver Medal pada National Writing Competition yang diselenggarakan HMDE Universitas Andalas.

Memasuki 2026, Yaya kembali mengharumkan nama kampus dalam kompetisi internasional chapter Malaysia dan Singapore pada 23-26 Februari 2026. Ia berhasil meraih 1st Best Presentation serta 2nd Best Project Innovation.

Kali ini, ia membawa gagasan baru bernama Eco Smart City ID, sebuah konsep aplikasi yang lahir dari persoalan banjir di Indonesia dan Malaysia.

“Berdasarkan data dan berita yang kami lihat, masalah banjir ini nyata. Maka kami buat konsep solusi berbasis teknologi,” katanya.

Kesuksesan Yaya ternyata bukan datang instan. Ia mengaku sudah mencoba mengikuti ajang internasional sejak semester dua kuliah pada 2022. Namun saat itu ia belum berhasil. Alih-alih menyerah, ia menjadikan kegagalan sebagai bahan pembelajaran.

“Dulu pernah gagal. Nyesek pasti ada, tapi itu jadi pelajaran. Saya belajar lagi, evaluasi lagi, sampai akhirnya berhasil di 2025,” tuturnya.

Baginya, kegagalan bukan alasan berhenti, melainkan proses menuju pencapaian yang lebih besar.(cr26)

Aktif di Komunitas Peduli Lingkungan

Selain kompetisi, Yaya juga aktif di komunitas bernama Gemilang yang berfokus pada generasi muda peduli lingkungan.

Komunitas itu banyak mengangkat isu pemilahan sampah plastik, ecobrick, hingga ruang berbagi tentang pengembangan diri mahasiswa.

“Komunitas ini bukan cuma soal lingkungan, tapi juga tempat sharing bagaimana jadi mahasiswa berprestasi,” katanya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved