Mandi Belimau Jelang Ramadan, Simbol Penyucian dan Pembersihan Diri Lahir dan Batin

Secara filosofis, Mandi Belimau dimaknai sebagai simbol pembersihan dan pensucian diri, baik lahir maupun batin

Editor: Eti Wahyuni
TRIBUN MEDAN
Kerajaan Kejeruan Metar Bilad Deli (KMBD) melaksanakan ritual tradisi Mandi Belimau sebagai bagian dari adat istiadat Melayu Deli pada Selasa (17/2) di kediaman Raja Kejeruan Metar Bilad Deli, yang berlokasi di wilayah Jalan Abdul Sani Muthalib, Pasar II Barat, Kecamatan Medan Marelan. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- Satu hari menjelang dimulainya ibadah puasa Ramadan 1447 Hijriah yang diumumkan Pemerintah Republik Indonesia, Kerajaan Kejeruan Metar Bilad Deli (KMBD) melaksanakan ritual tradisi Mandi Belimau sebagai bagian dari adat istiadat Melayu Deli.

Tradisi sakral tersebut digelar pada Selasa (17/2/2026) di kediaman Raja Kejeruan Metar Bilad Deli, yang berlokasi di wilayah Jalan Abdul Sani Muthalib, Pasar II Barat, Kecamatan Medan Marelan.

Mandi Belimau merupakan tradisi mandi masyarakat adat Melayu di Sumatra Utara, khususnya di Kota Medan Tanah Deli Bumi Melayu. Ritual ini dilakukan dengan air yang dicampurkan limau atau jeruk nipis, jeruk purut, akar wangi, bunga rampai, daun pandan, daun sereh, nilam, mayang pinang, akar usar, serta akar sitanggis. Tradisi ini memiliki kemiripan dengan ritual Mandi Pangir atau Marpangir dalam budaya masyarakat Mandailing.

Secara filosofis, Mandi Belimau dimaknai sebagai simbol pembersihan dan pensucian diri, baik lahir maupun batin, sebelum menjalani ibadah puasa Ramadan. Ritual penyiraman air berlimau diyakini sebagai upaya membersihkan diri dari dosa serta mempersiapkan hati agar siap menjalani bulan suci dengan rasa sukacita dan keikhlasan.

Baca juga: Ritual Adat Menanda Tahun Lebbuh Sinamo: Upacara Sakral sebagai Benteng Pelestarian Budaya dan Alam

“Mandi Belimau adalah tradisi masyarakat Melayu, hampir di seluruh wilayah yang terdapat masyarakat adat Melayu, tradisi ini dilakukan, baik di Riau, Kepulauan Riau, Padang, Jambi, Lampung hingga Bangka Belitung. Tradisi ini harus terus dilestarikan agar tidak hilang, dan Kerajaan Kejeruan Metar Bilad Deli selalu junjung tinggi tradisi dan seni warisan Melayu dengan cara melestarikannya,” ungkap Tengku Muhammad Fauzi, Raja Kejeruan Metar Bilad Deli XI, yang memimpin langsung jalannya ritual.

Tuanku Fauzi menegaskan bahwa Kerajaan Kejeruan Metar Bilad Deli (KMBD) memiliki tanggung jawab moral untuk meneruskan adat istiadat, tradisi,  kebiasaan warisan leluhur, meski pun pelaksanaan saat ini dilakukan secara sederhana dan bersifat internal di kalangan Metar, hanya diikuti oleh kaum pria saja saja.

Ritual Mandi Belimau dihadiri para kerabat kerajaan, Datok Perangkat, Datok Timbalan, Datok Limpah Kurnia, para Datin, serta OK bergelar.

Ritual dimulai dengan prosesi Raja Kejeruan Metar Bilad Deli XI yang bergelar Al Mulk Akbar Shah memasuki lokasi mandi dengan kawalan secara adat. Setelah duduk di tempat yang telah disiapkan, prosesi dilanjutkan dengan doa dan shalawat sebelum air berlimau disiramkan ke tubuh Raja, terdapat air hangat dan air dingin.

Usai Raja selesai mandi, selanjutnya, para Datok mengikuti ritual secara bergantian, di mana penyiraman dilakukan langsung oleh Raja, kemudian dilanjutkan kepada anak-anak.

Salah seorang Datok yang turut mengikuti ritual adalah Datok Perangkat bergelar Datok Setia Nara Seni Diraja KMBD, Yan Djuna. Tokoh Pemuda Melayu yang dikenal aktif menyuarakan kecintaan terhadap budaya Melayu tersebut mengaku merasakan pengalaman spiritual yang berbeda.

“Subhanallah, saya sangat bersyukur dan merasa mendapatkan kehormatan. Sebelumnya tradisi ini biasa saya lakukan sendiri di rumah, meneruskan kebiasaan ibu saya sewaktu masih hidup. Kini bersama Raja dan para Datok lainnya, suasana dan vibes-nya tentu sangat berbeda,” ujar Yan Djuna.

Usai pelaksanaan Mandi Belimau, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan tradisi Megang Puasa. Tradisi ini serupa dengan Meugang di Aceh, Punggahan di Jawa, atau Munggahan di Sunda, yang dimaknai sebagai ritual makan bersama sambut Ramadan.

 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved