Imlek Jadi Ajang Silaturahmi Lintas Agama, Wali Kota: Solidaritas Dibutuhkan untuk Memperkuat Bangsa
Mereka disambut dalam suasana kekeluargaan, diwarnai perbincangan santai, saling bersalaman, hingga menikmati hidangan khas Imlek
Penulis: Husna Fadilla Tarigan | Editor: Eti Wahyuni
TRIBUN–MEDAN.com, MEDAN - Perayaan Tahun Baru Imlek 2026 di Kota Medan terasa hangat dan penuh kebersamaan dari kediaman tokoh Tionghoa Medan, Indra Wahidin, Selasa (17/2/2026).
Tradisi open house yang rutin digelar setiap tahun kembali menjadi ruang pertemuan tokoh lintas agama, pejabat, hingga sahabat dan masyarakat umum.
Sejak siang hari, tamu undangan tampak berdatangan silih berganti. Mereka disambut dalam suasana kekeluargaan, diwarnai perbincangan santai, saling bersalaman, hingga menikmati hidangan khas Imlek bersama.
Indra Wahidin mengatakan, perayaan Imlek tahun ini digelar lebih sederhana dibanding tahun-tahun sebelumnya. Meski begitu, makna kebersamaan tetap menjadi hal utama.
“Ya, memang tahun ini sesuai harapan kita. Tidak terlalu besar dirayakan. Yang datang semua teman-teman, sahabat, jadi kita layani. Kalau kegiatan keluar memang tidak ada yang khusus,” ujarnya.
Baca juga: Rayakan Imlek 2577, Maha Vihara Maitreya Medan Usung Tema Bakti Orang Tua dan Doa Perdamaian Dunia
Ia menyebut, esensi Imlek bukan sekadar perayaan, tetapi momentum mempererat silaturahmi dan memperkuat hubungan sosial di tengah masyarakat.
“Makna Imlek itu pertemuan yang membawa silaturahmi yang baik, untuk masalah-masalah yang selama ini kita hadapi. Harapannya tahun ini lebih baik, kita lebih toleran dan lebih bisa bersahabat,” katanya.
Menurut Indra, selama ini hubungan antar masyarakat di Kota Medan sudah berjalan baik dan penuh toleransi. “Selama ini kita tidak ada persoalan apa-apa,” tambahnya.
Terkait kepercayaan shio, Indra menilai hal tersebut bukan hal utama dalam menjalani kehidupan.
“Tidak penting menurut saya. Yang penting kita harus berusaha dan berdoa supaya tahun apa pun tetap menjadi tahun yang baik,” ujarnya.
Dalam perayaan tersebut, hadir berbagai unsur masyarakat, mulai dari perwakilan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Pemerintah Kota Medan, TNI-Polri, partai politik, legislatif, hingga tokoh agama.
Kehangatan terasa dari interaksi para tamu yang datang. Obrolan lintas latar belakang berlangsung cair, memperlihatkan kuatnya semangat persaudaraan dan kebersamaan di Kota Medan.
Tradisi membuka rumah saat Imlek, menurut Indra, menjadi simbol semangat guyub dan keterbukaan.
“Kalau ada pertemuan tentu beda dengan tidak bertemu. Kalau bisa duduk bersama, tentunya akan membawa hasil yang baik,” pungkasnya.
Sementara itu, Wali Kota Medan Rico Waas juga menyampaikan ucapan selamat Imlek kepada masyarakat yang merayakan. Ia berharap keharmonisan masyarakat Kota Medan terus terjaga melalui sikap toleransi, saling membantu, dan saling memperhatikan antar sesama.
| Arus Penyeberangan ke Samosir Melonjak sejak H-2 Imlek, PT ASDP Tambah Jam Operasional |
|
|---|
| Pengamanan Humanis Brimob Polda Sumut Warnai Perayaan Imlek 2026 di Gunungsitoli |
|
|---|
| Ciptakan Imlek Damai dan Kondusif di Batubara, Polsek Labuhanruku Gelar Pengamanan Ketat di Vihara |
|
|---|
| Momentum Perantau Kisaran Pulang Kampung saat Imlek |
|
|---|
| Rayakan Imlek 2577, Maha Vihara Maitreya Medan Usung Tema Bakti Orang Tua dan Doa Perdamaian Dunia |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/IMLEK-DI-MEDAN-Para-tokoh.jpg)