Kunjungan Tribun ke Tiongkok
Singgah di Aula Musyawarah Warga Qianmen, Wadah Musyawarah Akar Rumput di Beijing Memecahkan Masalah
Lorong-lorong sempit selebar dua hingga empat meter di kawasan hutong Qianmen, Beijing, tampak tertata rapi.
Penulis: Muhammad Tazli | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN-MEDAN.com, BEIJING – Lorong-lorong sempit selebar dua hingga empat meter di kawasan hutong Qianmen, Beijing, tampak tertata rapi.
Rumah-rumah tua yang telah berdiri sejak sekitar 700 tahun lalu berdampingan dengan hotel, klinik kesehatan, toilet umum yang bersih, hingga berbagai fasilitas penunjang kehidupan warga.
Di balik keteraturan kawasan permukiman bersejarah tersebut, terdapat sebuah mekanisme yang menjadi ruang bagi warga untuk menyelesaikan persoalan bersama, yakni Aula Musyawarah Warga Qianmen.
Delegasi media Indonesia berkesempatan mengunjungi aula yang berada di Komunitas Caochang, Subdistrik Qianmen, Distrik Dongcheng, Kamis (26/6/2026). Aula ini dikenal sebagai salah satu model tata kelola masyarakat tingkat akar rumput di Beijing yang mengedepankan partisipasi warga dalam setiap pengambilan keputusan.
"Urusan warga dibahas oleh warga, keputusan warga ditentukan oleh warga. Itu prinsip yang kami terapkan," ujar Wakil Sekretaris Komunitas Caochang, Tian, saat menerima rombongan jurnalis Indonesia.
Menurut Tian, Aula Musyawarah Warga berdiri pada 2012. Gagasan pembentukannya berawal dari kebiasaan warga yang berkumpul dan bermusyawarah di bawah pohon untuk membahas persoalan lingkungan.
Kebiasaan itu kemudian difasilitasi pemerintah komunitas melalui sebuah ruang khusus agar proses diskusi menjadi lebih terarah dan mampu menghasilkan keputusan bersama.
Kini, berbagai persoalan yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat dibahas di aula tersebut, mulai dari renovasi lingkungan, pembangunan fasilitas umum, pengelolaan sampah, perbaikan jaringan gas, penyediaan area parkir sepeda, hingga kegiatan sosial dan kebudayaan.
Komunitas Caochang memiliki luas sekitar 0,31 kilometer persegi yang terdiri atas 25 lorong, sekitar 600 rumah, serta dihuni sekitar 2.500 jiwa atau sekitar 1.000 kepala keluarga.
Dalam setiap persoalan, masyarakat menggunakan mekanisme yang dikenal sebagai "Lima Tahap Keterlibatan Warga". Tahapan itu meliputi penyampaian usulan oleh warga, pembahasan bersama, pengambilan keputusan melalui musyawarah, pelaksanaan keputusan, hingga evaluasi yang juga dilakukan oleh warga.
"Melalui cara ini, masyarakat tidak hanya menerima pelayanan, tetapi ikut menentukan bagaimana lingkungan mereka dibangun," kata Tian.
Ia menuturkan, mekanisme tersebut telah membantu menyelesaikan berbagai persoalan di kawasan hutong tanpa menimbulkan konflik berkepanjangan. Setiap usulan dibahas secara terbuka sehingga keputusan yang diambil merupakan hasil kesepakatan bersama.
Selain menjadi tempat bermusyawarah, aula juga dimanfaatkan sebagai pusat kegiatan sosial masyarakat, mulai dari pelatihan kader komunitas, kegiatan sukarela, pendidikan warga, hingga pelestarian budaya hutong.
Praktik tersebut mendapat perhatian Presiden Xi Jinping saat mengunjungi kawasan Qianmen pada 2019. Dalam kunjungan itu, Xi menilai mekanisme musyawarah warga mampu meningkatkan rasa memiliki masyarakat terhadap lingkungan tempat tinggalnya sekaligus memperkuat efektivitas pelayanan publik di tingkat komunitas.
Model yang diterapkan di Qianmen kini menjadi salah satu contoh tata kelola komunitas yang dipromosikan di berbagai wilayah Beijing.
| Lebih 50 Ribu Arca Memukau di Dazu Rock Carvings, Kisahkan Karma hingga Bakti kepada Orang Tua |
|
|---|
| Tembok Besar China: Benteng yang Menembus Gunung, Sejarah yang Menembus Zaman |
|
|---|
| Mengejar Teknologi, Chongqing tak Pernah Melupakan Luka Sejarahnya |
|
|---|
| Hubungan Indonesia-Tiongkok Disebut Terbaik Sepanjang Sejarah, Medan Masuk dalam Potensi Kerja Sama |
|
|---|
| Jejak 800 Tahun Sejarah Islam di Beijing, Alquran Kuno dan Ukiran Kaligrafi Terjaga di Masjid Dongsi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Wakil-Sekretaris-Komunitas-Caochang-Tian-saat-menerima-delegasi-media-dari-Indonesia.jpg)