Berita Internasional

Pengantin Pria Akhiri Hidup di Hari Pernikahannya, Keluarga Ungkap Dugaan Rekayasa Kehamilan Istri

Kasus bunuh diri seorang pengantin pria menjadi perhatian setelah keluarga korban mengungkap dugaan pengantin wanita hamil palsukan kehamilan.

Tayang:
TRIBUN MEDAN/ISTIMEWA
PENGANTIN PRIA TEWAS: Ilustrasi pernikahan. Pengantin pria tewas akhiri hidup beberapa jam setelah pernikahannya. 

Tanpa berpikir panjang, wanita tersebut akhirnya memberikan urine miliknya. Ia mengaku tidak menyangka tindakannya akan berujung pada tragedi besar.

Menurut pengakuannya, ia juga menghadiri acara pernikahan pasangan tersebut dan sempat memperhatikan ekspresi korban yang terlihat seperti tidak ingin menikah.

Setelah mendengar pengakuan tersebut, keluarga korban kembali menemui Gift untuk meminta penjelasan lebih lanjut. Namun Gift tetap membantah telah menggunakan urine orang lain. Ia bahkan menunjukkan bekas suntikan di lengannya dan mengklaim baru saja menjalani pemeriksaan kehamilan.

Gift hanya mengakui kesalahan terkait penggunaan foto USG dari internet. Ia berdalih melakukan hal itu karena memiliki masalah dengan seseorang dan ingin membuktikan sesuatu.

Untuk memastikan kebenaran, keluarga akhirnya mengajak Gift menjalani pemeriksaan di rumah sakit. Saat itu, hasil tes urine memang menunjukkan hasil positif hamil. Namun pihak keluarga meminta dilakukan tes darah dan pemeriksaan lanjutan.

Hasil tes darah baru keluar tujuh hari kemudian. Selama masa penantian tersebut, Gift sempat mengirim pesan kepada keluarga korban dan menyebut bahwa kandungannya tidak berkembang serta mengalami keguguran.

Ketika hasil pemeriksaan darah diumumkan, dokter menyatakan bahwa Gift tidak sedang hamil. Meski hasil tes urine menunjukkan positif, pihak medis memutuskan menggunakan hasil tes darah sebagai acuan utama setelah mendengar penjelasan lengkap mengenai dugaan penggunaan urine orang lain.

Menanggapi hasil itu, Gift berdalih dirinya telah mengonsumsi obat peluruh darah sehingga kemungkinan kandungannya sudah tidak ada lagi saat pemeriksaan dilakukan.

Ekachai juga mengungkap bahwa sebelum pernikahan berlangsung, adiknya sebenarnya pernah berniat mengajak Gift memeriksakan kandungan untuk memastikan kehamilan tersebut. Namun Gift disebut selalu menolak pemeriksaan itu.

Meski kecewa atas fakta yang terungkap, keluarga korban menyatakan mereka tidak sepenuhnya menyalahkan siapa pun atas kematian Yiw karena korban juga diketahui memiliki sejumlah persoalan pribadi.

Sementara itu, hingga kini Gift masih bersikeras bahwa dirinya pernah benar-benar hamil, namun kehamilan tersebut telah berakhir. Mengenai tuduhan menggunakan urine orang lain untuk tes kehamilan, ia memilih tidak memberikan komentar lebih lanjut.

Saat wartawan mendatangi rumah Gift, kediamannya terlihat tertutup rapat. Media hanya bertemu dengan ayah Gift yang menolak memberikan keterangan terkait kasus tersebut.

(cr31/tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan 

 

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved