Berita Internasional

Pengantin Pria Akhiri Hidup di Hari Pernikahannya, Keluarga Ungkap Dugaan Rekayasa Kehamilan Istri

Kasus bunuh diri seorang pengantin pria menjadi perhatian setelah keluarga korban mengungkap dugaan pengantin wanita hamil palsukan kehamilan.

Tayang:
TRIBUN MEDAN/ISTIMEWA
PENGANTIN PRIA TEWAS: Ilustrasi pernikahan. Pengantin pria tewas akhiri hidup beberapa jam setelah pernikahannya. 

TRIBUN-MEDAN.com - Kasus bunuh diri seorang pengantin pria menjadi perhatian publik setelah keluarga korban mengungkap dugaan bahwa sang pengantin wanita memalsukan kehamilan demi mempertahankan hubungan mereka.

Dugaan tersebut mencuat setelah keluarga menemukan sejumlah kejanggalan, mulai dari penggunaan foto USG yang diambil dari internet hingga pengakuan seorang wanita yang menyebut urine miliknya dipakai untuk tes kehamilan sang pengantin wanita.

Dikutip dari Sanook, Jumat (8/5/2026), peristiwa tragis itu terjadi di Distrik U Thong, Provinsi Suphan Buri, Thailand. Korban diketahui bernama Yiw, pria berusia 32 tahun yang pada pagi hari sebelum kejadian baru saja melangsungkan upacara pernikahan adat dengan pasangannya bernama Gift.

Korban ditemukan meninggal dunia akibat luka tembak yang dilakukan sendiri di rumahnya pada sore hari setelah acara pernikahan berlangsung. Saat itu, pihak keluarga dan teman-teman korban mengaku tidak mengetahui alasan korban mengakhiri hidupnya secara tiba-tiba.

Di tengah suasana duka, Gift yang baru saja resmi menjadi istri korban terlihat menangis histeris dan mengaku kehilangan suami sekaligus ayah dari anak yang sedang dikandungnya. Keluarga korban pada awalnya tidak mencurigai apa pun dan menerima kejadian tersebut sebagai bunuh diri biasa.

Jenazah korban kemudian dibawa untuk menjalani prosesi keagamaan dan dikremasi.

Namun beberapa hari setelah pemakaman, kasus tersebut mulai menimbulkan tanda tanya di kalangan keluarga korban. Ekachai atau Num, kakak laki-laki korban, mengaku mulai menemukan sejumlah kejanggalan terkait kehamilan Gift yang selama ini diyakini keluarga mereka.

Menurut Ekachai, Gift memang telah menjalin hubungan dengan adiknya sejak tahun 2020. Akan tetapi, sebelum pernikahan berlangsung, korban sempat memutuskan hubungan dengan Gift. Dua hingga tiga hari setelah putus, Gift tiba-tiba mengaku dirinya hamil.

Keluarga korban mengaku sempat ragu dengan pengakuan tersebut. Namun situasi berubah setelah Gift disebut mengancam akan bunuh diri jika hubungan mereka berakhir. Karena itu, pihak keluarga akhirnya menyetujui pernikahan keduanya.

Setelah korban meninggal dunia, keluarga berencana tetap merawat calon bayi yang diyakini sedang dikandung Gift. Selama ini, Gift juga aktif mengunggah berbagai status di Facebook yang menunjukkan dirinya tengah hamil sehingga keluarga tidak memiliki alasan untuk curiga.

Kecurigaan mulai muncul ketika Gift mengirimkan foto hasil USG melalui pesan Facebook kepada pasangan Ekachai. Foto tersebut dinilai terlihat janggal dan seperti hasil salinan dari internet.

Merasa ada yang tidak beres, keluarga kemudian melakukan penelusuran melalui mesin pencari Google. Hasilnya, mereka menemukan gambar yang identik dengan foto yang dikirim Gift di sebuah forum daring Pantip. Foto itu ternyata telah diunggah sejak tahun 2014 dan merupakan milik seorang wanita yang sedang hamil lima minggu.

Setelah menemukan fakta tersebut, keluarga langsung mendatangi Gift untuk meminta penjelasan. Dalam pertemuan itu, Gift akhirnya mengakui bahwa foto USG yang dikirim memang diambil dari internet. Meski demikian, ia tetap bersikeras bahwa dirinya benar-benar hamil.

Keluarga korban semakin tidak percaya setelah seorang wanita hamil mendatangi mereka dan mengaku bahwa dirinya telah memberikan urine kepada Gift sebanyak tiga kali untuk dipakai saat tes kehamilan.

Wanita yang identitasnya dirahasiakan itu menjelaskan bahwa awalnya adik perempuan Gift meminta bantuannya. Saat itu, Gift disebut sedang mengalami masalah hubungan dengan korban dan telah mengaku hamil kepada pihak pria, meski belum yakin dirinya benar-benar mengandung.

Tanpa berpikir panjang, wanita tersebut akhirnya memberikan urine miliknya. Ia mengaku tidak menyangka tindakannya akan berujung pada tragedi besar.

Menurut pengakuannya, ia juga menghadiri acara pernikahan pasangan tersebut dan sempat memperhatikan ekspresi korban yang terlihat seperti tidak ingin menikah.

Setelah mendengar pengakuan tersebut, keluarga korban kembali menemui Gift untuk meminta penjelasan lebih lanjut. Namun Gift tetap membantah telah menggunakan urine orang lain. Ia bahkan menunjukkan bekas suntikan di lengannya dan mengklaim baru saja menjalani pemeriksaan kehamilan.

Gift hanya mengakui kesalahan terkait penggunaan foto USG dari internet. Ia berdalih melakukan hal itu karena memiliki masalah dengan seseorang dan ingin membuktikan sesuatu.

Untuk memastikan kebenaran, keluarga akhirnya mengajak Gift menjalani pemeriksaan di rumah sakit. Saat itu, hasil tes urine memang menunjukkan hasil positif hamil. Namun pihak keluarga meminta dilakukan tes darah dan pemeriksaan lanjutan.

Hasil tes darah baru keluar tujuh hari kemudian. Selama masa penantian tersebut, Gift sempat mengirim pesan kepada keluarga korban dan menyebut bahwa kandungannya tidak berkembang serta mengalami keguguran.

Ketika hasil pemeriksaan darah diumumkan, dokter menyatakan bahwa Gift tidak sedang hamil. Meski hasil tes urine menunjukkan positif, pihak medis memutuskan menggunakan hasil tes darah sebagai acuan utama setelah mendengar penjelasan lengkap mengenai dugaan penggunaan urine orang lain.

Menanggapi hasil itu, Gift berdalih dirinya telah mengonsumsi obat peluruh darah sehingga kemungkinan kandungannya sudah tidak ada lagi saat pemeriksaan dilakukan.

Ekachai juga mengungkap bahwa sebelum pernikahan berlangsung, adiknya sebenarnya pernah berniat mengajak Gift memeriksakan kandungan untuk memastikan kehamilan tersebut. Namun Gift disebut selalu menolak pemeriksaan itu.

Meski kecewa atas fakta yang terungkap, keluarga korban menyatakan mereka tidak sepenuhnya menyalahkan siapa pun atas kematian Yiw karena korban juga diketahui memiliki sejumlah persoalan pribadi.

Sementara itu, hingga kini Gift masih bersikeras bahwa dirinya pernah benar-benar hamil, namun kehamilan tersebut telah berakhir. Mengenai tuduhan menggunakan urine orang lain untuk tes kehamilan, ia memilih tidak memberikan komentar lebih lanjut.

Saat wartawan mendatangi rumah Gift, kediamannya terlihat tertutup rapat. Media hanya bertemu dengan ayah Gift yang menolak memberikan keterangan terkait kasus tersebut.

(cr31/tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan 

 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved