Berita Internasional
Istri Nyaris Tewas Diserang Kapak oleh Suami, Cemburu Buta Diduga karena Perselingkuhan
Kasus kekerasan dalam rumah tangga yang berujung pada dugaan percobaan pembunuhan terjadi di Provinsi Udon Thani, Thailand.
Penulis: Istiqomah Kaloko | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN-MEDAN.com - Kasus kekerasan dalam rumah tangga yang berujung pada dugaan percobaan pembunuhan terjadi di Provinsi Udon Thani, Thailand.
Seorang pria bernama Silp (45), warga Ban Chan, Distrik Ban Dung, ditangkap aparat kepolisian setelah diduga melakukan serangkaian tindakan kekerasan terhadap istrinya, Porn (47), hingga menyebabkan luka berat.
Dikutip dari Sanook, Jumat (17/4/2026), Silp awalnya mengajak istrinya dengan alasan akan membawanya bekerja sekaligus membicarakan persoalan dugaan perselingkuhan. Namun, di tengah perjalanan, ia justru membawa korban ke sebuah kebun karet.
Dalam situasi tersebut, korban yang merasa terancam berusaha melarikan diri dengan menendang pintu kendaraan dan berlari mencari pertolongan.
Ia kemudian meminta bantuan kepada para pekerja di sebuah pabrik es yang berada di kawasan Ban Santisuk, Distrik Ban Dung. Aparat kepolisian dari Polsek Ban Dung yang menerima laporan segera datang ke lokasi dan memberikan pertolongan kepada korban.
Namun, pada siang hari di tanggal yang sama, Silp kembali membawa paksa istrinya di depan sebuah resor di wilayah Ban Dung.
Tindakan itu dilakukan setelah ia mengaku melihat sesuatu yang memicu kecemburuannya, karena menduga sang istri hendak menemui pria lain. Ia kembali berniat mengajak istrinya untuk membicarakan hal tersebut.
Korban untuk kedua kalinya berhasil melarikan diri, meskipun dalam kondisi mengalami luka serius. Berdasarkan keterangan, korban mengalami luka di bagian kepala akibat benda tajam, serta kedua mata yang memar dan bengkak.
Dalam kondisi tersebut, korban kemudian diselamatkan oleh kakaknya yang membantu menyembunyikannya dari pelaku.
Dalam pernyataannya kepada media, Silp membantah telah berniat membunuh istrinya. Ia mengaku hanya ingin mengajak korban berbicara dengan pria yang diduga sebagai selingkuhan.
Ia juga mengklaim telah beberapa kali memergoki istrinya berselingkuh dengan pria lain di desa mereka, yang menurutnya menjadi penyebab retaknya rumah tangga yang telah dijalani selama lebih dari 38 tahun.
Silp bahkan menyatakan bahwa meskipun istrinya disebut telah berselingkuh berkali-kali, ia tetap bersedia memaafkan.
Ia juga mengungkapkan pernyataan emosional dengan mengatakan bahwa jika dirinya meninggal, ia ingin hatinya diambil untuk membuktikan besarnya cintanya kepada sang istri. Pernyataan tersebut sempat memicu simpati publik di media sosial.
Namun, perkembangan kasus menunjukkan fakta berbeda. Aparat kepolisian dari Polsek Ban Dung akhirnya menangkap Silp atas tuduhan penculikan dan penahanan secara melawan hukum. Selain itu, kepolisian dari Polsek Ban Muang, Provinsi Sakon Nakhon, juga mengajukan penahanan terhadapnya atas dugaan percobaan pembunuhan.
Korban, Porn, kemudian mendatangi kantor polisi untuk membuat laporan resmi kepada penyidik, Letnan Kolonel Polisi Mongkol Klangkan. Dalam laporannya, ia menuduh suaminya melakukan percobaan pembunuhan terhadap dirinya dalam kejadian yang berlangsung pada malam 21 Desember tersebut. Dengan demikian, terdapat dua kasus hukum yang menjerat pelaku.
Dalam keterangannya, Porn mengungkapkan bahwa suaminya memiliki sifat cemburu berlebihan yang diduga dipicu oleh penggunaan narkoba jenis sabu, yang membuatnya mengalami halusinasi. Ia menyebut bahwa pelaku pernah mengancam akan membunuhnya secara kejam dan membuang jasadnya ke sungai di wilayah perbatasan antara Udon Thani dan Sakon Nakhon.
Lebih lanjut, korban mengaku bahwa suaminya telah beberapa kali membawanya secara paksa, bahkan mengikat tangan dan kakinya. Meski demikian, ia selalu berhasil melarikan diri dari upaya tersebut.
Dalam kejadian terakhir, setelah sempat melarikan diri ke pabrik es, korban kembali ditangkap oleh pelaku dan dibawa ke sebuah jembatan di wilayah perbatasan. Di lokasi tersebut, pelaku diduga menyerang korban menggunakan kapak hingga mengenai kepala, serta memukul bagian mata korban hingga mengalami pembengkakan parah.
Dalam kondisi terdesak dan takut kehilangan nyawa, korban melakukan perlawanan dengan menggunakan pisau dan menyerang bagian sensitif pelaku, sehingga berhasil melarikan diri.
Korban juga menyatakan kekhawatirannya bahwa pelaku dapat kembali melakukan tindakan serupa apabila hanya menjalani hukuman singkat.
Ia membantah seluruh tuduhan perselingkuhan yang dilontarkan oleh suaminya, dan menegaskan bahwa tuduhan tersebut tidak benar.
Atas kejadian tersebut, korban menyatakan akan mengakhiri hubungan rumah tangganya secara permanen.
Ia mengaku sebelumnya pernah mengajukan gugatan cerai, namun tidak mendapat persetujuan dari pelaku.
Sementara itu, saat korban memberikan keterangan kepada penyidik, pelaku terlihat dibawa masuk ke ruang tahanan.
Ketika ditanya oleh wartawan mengenai kemungkinan berbicara kembali dengan istrinya, pelaku menyatakan tidak ingin lagi berkomunikasi dengan korban.
Kasus ini kini dalam penanganan aparat kepolisian untuk proses hukum lebih lanjut.
(cr31/tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
| Viral Pengantin Wanita Minta Rp 1,7 Miliar sebelum Malam Pertama, Berujung Percobaan Pembunuhan |
|
|---|
| Nikah Muda demi Menghindari Keluarga Toxic, Wanita Berakhir Diselingkuhi dan Kembali ke Rumah Ortu |
|
|---|
| Istri Jadi Korban Penganiayaan seusai Perselingkuhan Suami Terbongkar, Anak Alami Gangguan Mental |
|
|---|
| Sudah Dilanggar Gencatan Senjata 10 Hari Israel-Lebanon, Ada Tembakan Sporadis ke Warga Desa |
|
|---|
| AS Tegaskan Gempur Iran Lagi Jika Tolak Ajakan Damai, Ancam Blokade dan Bom Infrastruktur Energi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Wanita-nyaris-tewas-diserang-suami-pakai-kapak_berita-viral-internasional_.jpg)