Berita Internasional

Viral Suami Ngamuk di RS, Ancam Cerai dan Akhiri Hidup karena Istri Hamil Diperiksa Dokter Pria

Aksi tidak terkendali seorang pria di sebuah rumah sakit viral setelah menolak istrinya yang sedang hamil diperiksa oleh dokter laki-laki.

MSTAR
SUAMI NGAMUK DI RS - Suami ngamuk di RS, hentakkan kepala ke dinding saat istri hamil diperiksa dokter pria, Senin (30/3/2026). 

TRIBUN-MEDAN.com - Aksi tidak terkendali seorang pria di sebuah rumah sakit viral setelah menolak istrinya yang sedang hamil diperiksa oleh dokter laki-laki.

Insiden tersebut terekam dalam sebuah video yang kemudian mendapat sorotan di media sosial.

Dikutip dari Mstar, Senin (30/3/2026), berdasarkan keterangan saksi di lokasi kejadian, pria tersebut terlihat berteriak histeris sambil menangis.

Ia juga meluapkan emosinya dengan mengungkapkan keinginan untuk menceraikan istrinya, bahkan sempat menyatakan niat untuk mengakhiri hidupnya sendiri.

Situasi tersebut menarik perhatian pengunjung dan petugas rumah sakit yang berada di sekitar lokasi.

Dalam rekaman video yang beredar, pria itu tampak berlari sebelum akhirnya menghentakkan kepalanya ke dinding rumah sakit.

Aksi tersebut terjadi ketika sejumlah staf rumah sakit berusaha menenangkan dirinya. Namun, upaya tersebut tidak langsung membuahkan hasil karena pria itu masih berada dalam kondisi emosi yang tidak stabil.

Tak lama setelah itu, pria tersebut terlihat terjatuh ke lantai sambil terus berteriak. Kondisinya yang semakin tidak terkendali membuat petugas medis segera mengambil langkah penanganan.

Mereka dilaporkan membawa kursi roda serta tabung oksigen untuk membantu menenangkan dan menangani pria tersebut.

Pihak rumah sakit kemudian memberikan klarifikasi terkait insiden tersebut. Dalam penjelasannya, rumah sakit menegaskan bahwa prosedur pemeriksaan terhadap pasien telah dilakukan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Pemeriksaan terhadap wanita hamil tersebut memang dilakukan oleh dokter laki-laki, namun tetap didampingi oleh tenaga medis perempuan selama proses berlangsung.

Seorang perwakilan staf rumah sakit menyatakan bahwa kejadian tersebut tidak berkaitan dengan kesalahan prosedur medis maupun pelanggaran aturan.

Ia menegaskan bahwa insiden itu murni merupakan reaksi emosional dari individu yang bersangkutan terhadap situasi yang dihadapinya.

“Prosedur sudah dijalankan sesuai ketentuan, dan selama pemeriksaan juga ada tenaga medis wanita yang mendampingi,” ujar salah satu staf rumah sakit, sebagaimana disampaikan dalam keterangan yang beredar.

Lebih lanjut, pihak rumah sakit juga menegaskan bahwa mereka telah berupaya menangani situasi tersebut secara profesional, termasuk memastikan keselamatan pasien, keluarga, serta petugas medis yang berada di lokasi.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved