Berita Internasional
AS Serang Kapal Narkoba, Senator Jack Reed Kritik Pemerintahan Trump Abaikan Prinsip Hukum Perang
Militer Amerika Serikat (AS) kembali melancarkan serangan udara terhadap sebuah kapal yang diduga mengangkut narkoba di kawasan Karibia.
Penulis: Randy | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN-MEDAN.com – Militer Amerika Serikat (AS) kembali melancarkan serangan udara terhadap sebuah kapal yang diduga mengangkut narkoba di kawasan Karibia.
Operasi terbaru ini menjadi sorotan tajam, sebab untuk pertama kalinya, insiden tersebut menyisakan korban selamat di antara awak kapal yang menjadi sasaran.
Seorang pejabat yang enggan disebutkan namanya, dilansir dari Reuters.com pada Jumat (17/10/2025), menyatakan bahwa belum ada kejelasan apakah serangan mematikan tersebut memang dirancang untuk menyisakan korban hidup.
Pejabat itu menambahkan, militer kini tengah memeriksa apakah para penyintas telah menerima bantuan medis dan apakah mereka ditempatkan dalam tahanan militer AS sebagai tawanan perang. Hingga kini, Pentagon sendiri masih bungkam dan belum memberikan komentar resmi atas insiden tersebut.
Laporan Venezuela ke PBB dan Kritik Senat
Serangan ini memperpanjang rangkaian tindakan militer yang dilakukan AS di lepas pantai Venezuela, yang sebelumnya telah menewaskan sedikitnya 27 orang dan memicu perdebatan hukum internasional. Pemerintahan AS sebelumnya berdalih bahwa operasi militer tersebut sah karena kelompok pengedar narkoba Venezuela dianggap sebagai Organisasi Teroris yang Ditetapkan (DTO).
Serangan terbaru ini juga terjadi di tengah peningkatan ketegangan.
Militer AS diketahui telah memperkuat kehadirannya di Karibia dengan mengerahkan kapal perusak berpeluru kendali, jet tempur F-35, kapal selam nuklir, dan lebih dari 6.000 tentara, yang dipandang sebagai upaya tekanan terhadap pemerintahan Presiden Venezuela Nicolas Maduro.
Menanggapi eskalasi ini, Duta Besar Venezuela untuk PBB, Samuel Moncada, telah mengirim surat resmi kepada Dewan Keamanan PBB.
Venezuela meminta badan dunia itu menegaskan bahwa penembakan AS terhadap kapal-kapal di lepas pantainya merupakan tindakan ilegal dan mendesak PBB mengeluarkan pernyataan yang mendukung kedaulatan Venezuela.
DK PBB hingga kini belum mengambil tindakan, meskipun telah menggelar rapat terkait ketegangan ini atas permintaan Tiongkok dan Rusia.
Sementara itu, Senator Jack Reed, anggota senior Komite Angkatan Bersenjata Senat AS, mengkritik keras langkah pemerintahan Trump yang dianggap mengabaikan prinsip hukum perang.
“Pengunduran diri Laksamana Holsey hanya memperdalam kekhawatiran bahwa pemerintahan ini tak lagi mendengarkan nasihat dari para komandan berpengalaman,” ujar Senator Reed.
Status dan nasib para korban selamat dari serangan di Karibia kini menjadi inti dari perdebatan legalitas operasi militer AS, sambil dunia menanti penjelasan resmi dari Pentagon.
(*/mag/laras siahaan/tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
| Wanita 22 Tahun Ditemukan Tewas di Hutan, Diduga Dibunuh Tunangannya karena Ketahuan Selingkuh |
|
|---|
| Seorang Ayah Rayakan Perceraian Putrinya dengan Musik dan Tarian, Undang Keluarga Berpesta |
|
|---|
| Ayah Racuni dan Tenggelamkan Kedua Putrinya di Sumur, Kesal karena Istri Tak Lahirkan Anak Laki-laki |
|
|---|
| Dibongkar Mantan Intelijen AS, Presiden Donald Trump Ingin Curi 400 Kg Uranium Iran |
|
|---|
| Akhirnya Iran Melunak, Setuju Buka Kembali Selat Hormuz, Bisa Dilintasi 2 Minggu |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Serangan-AS-di-Karibia-Mendapat-Sorotan-Tajam_.jpg)