Deli Serdang Terkini

Diisukan Punya Dapur MBG, Anggota DPRD Deli Serdang dari Fraksi PDIP Nico Bantah dan Ungkap Faktanya

Anggota DPRD Deli Serdang dari Fraksi PDI Perjuangan, Nico membantah kalau dirinya terlibat dalam bisnis atau mencari keuntungan dari MBG.

Tayang:
Penulis: Indra Gunawan | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN MEDAN/ISTIMEWA
DAPUR MBG - Anggota DPRD Deli Serdang dari Fraksi PDI Perjuangan, Nico. Ia membantah tudingan punya dapur dan cari untung dari Dapur MBG. 

TRIBUN-MEDAN.com, LUBUKPAKAM - Anggota DPRD Deli Serdang dari Fraksi PDI Perjuangan, Nico, membantah keras keterlibatan dirinya dalam mencari keuntungan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Legislator dari Dapil Deli Serdang 6 ini menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki dapur MBG sebagaimana isu yang beredar luas di tengah masyarakat.

Isu ini mencuat setelah Dinas Koperasi dan UKM Deli Serdang mengunggah konten video saat mengunjungi rumahnya untuk melihat usaha puding milik istrinya.

Nico menjelaskan bahwa usaha puding tersebut murni dikelola oleh istrinya dan sudah berjalan jauh sebelum dirinya menjabat sebagai anggota dewan.

Ia mengeklaim bahwa inisiatif bisnis tersebut muncul dari sang istri untuk membantu perekonomian keluarga guna membiayai sekolah anak-anak mereka.

Mengenai video yang menampilkan kehadirannya saat menyambut Kepala Dinas Koperasi dan UKM, Miska Gewa Sari, Nico menyebut hal itu murni sebagai penerimaan tamu di kediamannya.

Pihaknya merasa perlu meluruskan informasi ini karena partai tempatnya bernaung secara tegas melarang kadernya mencari keuntungan dari proyek tersebut.

Dipanggil Partai, Nico Pastikan Tak Punya Dapur MBG di Desa Saentis

Akibat isu keterlibatan dalam bisnis MBG tersebut, Nico mengaku telah dipanggil oleh pengurus DPC PDI Perjuangan Deli Serdang untuk memberikan klarifikasi.

Di hadapan pengurus partai, ia memberikan jaminan bahwa dirinya tidak pernah mengelola atau memiliki dapur MBG di Desa Saentis maupun lokasi lainnya.

Nico menegaskan bahwa ia tidak mencampuri urusan bisnis puding istrinya yang selama ini dipasok ke kafe-kafe maupun kedai sebagai makanan pembuka.

Terkait kemungkinan produk puding tersebut digunakan sebagai salah satu menu dalam program MBG oleh pihak pembeli, Nico menyebut hal itu merupakan hak konsumen.

Ia menantang pihak manapun untuk membuktikan jika memang dirinya terbukti secara sengaja mengoperasikan dapur untuk kepentingan program pemerintah tersebut.

"Saya juga sudah bilang sama partai saya nggak punya dapur MBG. Ya tunjukkan saja di mana kalau memang ada," ujar Nico pada Sabtu (9/5/2026).

Hingga saat ini, Nico menyatakan tetap konsisten mengikuti arahan partai untuk tidak terlibat dalam pusaran bisnis program gizi tersebut.

Klarifikasi ini diharapkan dapat meredam spekulasi yang mengaitkan status jabatan politiknya dengan usaha kuliner yang dijalankan pihak keluarga.

(dra/tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved