Air Sungai Belumai Hitam Pekat, Diduga Kuat Pabrik Buang Limbah tanpa Instalasi Pengolahan 

Warna air hitam pekat ini membuat sejumlah warga heran mengapa kondisi air sungai bisa terus-terusan berwarna hitam pekat

Penulis: Indra Gunawan | Editor: Eti Wahyuni
TRIBUN MEDAN/Indra Gunawan
HITAM PEKAT - Warga mengamati kondisi air sungai blumai yang hitam pekat dari atas jembatan di Desa Dalu X B Kecamatan Tanjung Morawa, Sabtu (28/3/2026). Sudah berbulan-bulan kondisi ini terjadi namun belum diketahui siapa pihak yang melakukan pencemaran air sungai. 

TRIBUN-MEDAN.com, LUBUKPAKAM - Sampai saat ini air Sungai Belumai yang ada di Tanjung Morawa Kabupaten Deliserdang masih sering terlihat berwarna hitam pekat. Pemandangan ini selalu saja terlihat saat pagi hari.

Kuat dugaan ada perusahaan yang sengaja membuang air limbah ke sungai tanpa melalui proses Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) saat malam hari. Pemandangan air sungai yang tercemar ini terakhir terlihat pada Sabtu (28/3/2026). Titiknya bisa dilihat dari Desa Dalu X B.

Warna air hitam pekat ini membuat sejumlah warga heran mengapa kondisi air sungai bisa terus-terusan berwarna hitam pekat. Warga pun mengharapkan agar pihak terkait bisa mengungkap siapa pihak yang melakukan pencemaran air sungai ini. Hal ini lantaran kejadian sudah berbulan-bulan.

"Sudah lama juga seperti ini kondisi airnya tapi dia hitamnya saat pagi hari aja. Kalau sudah siang kondisinya normal balik lagi seperti biasa. Ya pasti ini karena ada perusahaan yang buang air limbahnya ke sungai makanya bisa seperti ini. Yang jelas malam dibuang limbahnya makanya saat pagi masih kelihatan dan siang sudah nggak ada lagi," kata Yuda, warga Desa Dalu X B.

Baca juga: Setelah Diberitakan, Keluhan Warga Tanah 600 Marelan soal Infrastruktur dan Limbah Akhirnya Direspon

Warga menyebut, air sungai selama ini memang tidak dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari. Namun demikian bukan berarti warga tidak peduli  untuk terus menjaga agar air sungai bisa tetap enak dipandang dan tidak tercemar. Warga juga tidak mau kalau ke depan air Sungai Belumai ini menjadi berbau.

"Kalau ikan-ikan sering kita lihat seperti mabuk gitu ya karena airnya itu sudah tercemar. Kalau bagus air sungainya kan pasti ikan-ikan bisa hidup tapi kalau sudah tercemar ya lama-lama mati," kata Yuda.

Pantauan Tribun Medan, saat ini air Sungai Belumai juga sedang mengalami penurunan debit. Karena sedang musim kemarau air sungai pun terlihat surut. Bagian pinggir sungai terlihat sampai ke bagian dasar.

Kondisi air Sungai Belumai yang berwarna hitam pekat ini juga pernah diviralkan oleh warga beberapa waktu lalu. Setelah itu Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Deliserdang pun melakukan tindaklanjut.

Saat itu dari bawah jembatan di kawasan Simpang Kayu Besar, pihak Dinas Lingkungan Hidup melakukan penyisiran sungai dengan menggunakan perahu karet sampai ke kawasan Desa Dalu X B. Karena saat itu kegiatan penyisiran dilakukan hampir mendekati siang hari, pihak Dinas tidak berhasil menyimpulkan siapa pihak yang melakukan pencemaran air sungai.

Terkait hal ini Dinas Lingkungan Hidup pun berjanji akan melakukannya lagi.

"Terimakasih informasinya, dalam waktu dekat akan kita buat lagi (lakukan penyisiran lagi)," kata Kadis Lingkungan Hidup Deliserdang, Rio Laka Dewa.

 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved