Faktor Utama Kegagalan PSMS U-19 di EPA Championship, Manajemen Beralasan Minimnya Persiapan

Manajemen PSMS Medan secara terbuka mengakui kegagalan yang dialami tim PSMS U-19 di kompetisi Elite Pro Academy (EPA) Championship.

Tayang:
TRIBUN MEDAN/HO
MINIM PERSIAPAN - Pemain PSMS Medan U-19 berupaya melewati adangan pemain Persipura U-19 pada pertandingan yang berlangsung di Lapangan Garudayaksa Football Academy, beberapa waktu lalu. PSMS Medan akui minimnya persiapan jadi faktor utama kegagalan di EPA Championship musim 2025/2026. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Manajemen PSMS Medan secara terbuka mengakui kegagalan yang dialami tim PSMS U-19 di kompetisi Elite Pro Academy (EPA) Championship musim 2025/2026. Pada kompetisi ini, tim PSMS Medan U-19 harus puas finis diperingkat keempat klasemen Grup C dengan perolehan lima poin hasil satu kemenangan, dua imbang dan lima kekalahan. Tim asuhan Aji Riduan itu pun dipastikan gagal lolos dari fase grup.

Presiden PSMS Medan, Fendi Jonathan mengakui, kegagalan ini tidak terlepas dari minimnya persiapan yang dilakukan Ayam Kinantan Junior.  "Ya, mungkin persiapan kita memang hanya satu minggu di musim ini. Padahal kita ada siapkan satu bulan, tapi terpotong dengan lebaran selama 2 minggu. Jadi persiapan itu hanya satu minggu dan langsung main," ujar Fendi kepada Tribun Medan, Rabu (6/5).

Menyadari minimnya persiapan itu, kata Fendi, pihaknya pun tidak menarug ekspektasi tinggi terhadap tim PSMS Medan U-19 tersebut.  "Ya sudahlah, kita mau berekspektasi apa?. Setidaknya kita bisa melihat pemain-pemain itu ada," katanya.

Fendi mengatakan, hasil ini akan menjadi pengalaman besar dan evaluasi serius bagi manajemen PSMS Medan untuk menatap kompetisi berikutnya. Mengingat, kompetisi kategori usia ini sudah menjadi kalender rutin PSSI dan I League selaku promotor kompetisi.  "Ke depannya kita harus lebih maksimal lagi dalam persiapannya," tuturnya.

Hal senada juga diungkapkan Direktur Akademi PSMS Medan U-19, Legimin Rahardjo. Ia mengatakan, persiapan PSMS Medan U-19 musim ini memang sangat singkat.  "Kemarin kurang maksimal, karena juga persiapan tidak lama persiapannya dan tidak maksimal. Mudah-mudahan ke depan kita harus lebih fokus," pungkasnya.

Seperti diketahui, perjalanan PSMS Medan U-19 di kompetisi EPA Championship musim ini tidaklah mudah.  Tim yang sempat tidangani Kas Hartadi itu menjalani tantangan berat dalam persaingan di kompetisi tersebut. PSMS Medan U-19 tergabung di Grup C bersama Persipura, Persekat Tegal, Kendal Tornado FC, dan PSIS Semarang.

PSMS Medan hanya meraih satu kemenangan kontra Persekat Tegal dan dua imbang kontra PSIS Semarang. Sementara itu, lima pertandingan lainnya gagal dimanfaatkan untuk meraih poin. 

Baca juga: Uji Coba Lapangan Stadion Mini Disporasu Jelang Piala AFF, Sumut All Star Kalahkan Binjai City SC

Legimin Rahardjo Jadi Direktur

MANAJEMEN PSMS Medan menunjuk Legimin Rahardjo sebagai Direktur tim Ayam Kinantan U-19. Penunjukan itu setelah PSMS Medan U-19 gagal lolos babak grup di Elite Pro Academy (EPA) Championship musim 2025/2026. Hal itu dibenarkan Presiden PSMS Medan, Fendi Jonathan kepada Tribun Medan, Rabu (6/5). Ia mengatakan keputusan ini diambil guna mempersiapkan tim PSMS Medan U-19 secara lebih maksimal dalam menghadapi kompetisi musim depan.

"Untuk EPA karena memang sekarang sudah menjadi kalender tiap tahun, dengan kelompok umurnya hanya satu U-19. Memang saya sudah tunjuk coach legimin Rahardjo (sebagai Direktur tim)," ujar Fendi.

Penunjukan Legimin Rahardjo sebagai direktur tim PSMS Medan U-19 bukan tanpa alasan. Menurutnya, Legimin Rahardjo sosok yang tepat untuk mempersiapkan tim tersebut.

Hal itu tak lepas dari latar belakangnya sebagai legend PSMS Medan dan putra daerah Sumatra Utara. Ia juga dikenal memiliki jejaring yang luas dan memahami karakter sepakbola di Sumatera Utara.  "Dia juga legend di sini dan putra daerah di sini, jadi lebih luas lagi pergaulannya. Dia juga bisa untuk ke pelosok-pelosok Sumatera Utara mencari pemain," katanya.

Dengan demikian, kata Fendi, pihaknya bisa lebih fokus memanfaatkan potensi pesepakbola muda lokal Sumatra Utara. Meski begitu, ia menegaskan bahwa peluang pemain dari luar Sumatra Utara tetap terbuka, selama mampu menunjukkan kualitas dan memenuhi kebutuhan tim.  "Kita pasti akan fokus ke pemain lokal, karena pelatih Legimin saya prioritaskan untuk di pemain lokal," tuturnya.

"Namanya akademi itu sebenarnya juga bisa dari mana saja, tidak harus semuanya juga harus full Sumatera Utara. Kalau ada yang bagus semisalkan dari pemain Timur datang dan bagus, kenapa kita tidak kita ambil. Tapi prioritasnya adalah lokal," pungkasnya. (cr29/Tribun-Medan.com)

 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved