Liga 4 Sumut, Binjai City dan Batubara United Berebut Peringkat Tiga

Kompetisi Liga 4 Piala Gubernur Sumatera Utara musim 2025/2026 mulai memasuki babak akhir.

TRIBUN MEDAN/HO
LIGA 4 - Foto skuat Binjai City Sport Club sebelum menghadapi Paya Bakung FC di Stadion Mini Disporasu, Selasa (14/4). Binjai City akan berhadapan dengan Batubara United di perebutan peringkat ketiga Liga 4 Piala Gubernur Sumatera Utara 2025/2026. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kompetisi Liga 4 Piala Gubernur Sumatera Utara musim 2025/2026 mulai memasuki babak akhir. Dua tim akan bertarung memperebutkan posisi ketiga di Stadion Mini Disporasu, Kamis (16/4). 

Tim Binjai City Sport Club akan menghadapi Batubara United FC dalam perebutan peringkat ketiga. Pertemuan ini terbilang cukup mengejutkan, mengingat pada babak enam besar sebelumnya, kedua tim sama-sama tampil impresif sebagai pemuncak grup dan melangkah ke semifinal dengan penuh kepercayaan diri.

Namun, ketika memasuki babak semifinal, nasib berkata lain. Keduanya harus menelan kekalahan yang membuat peluang melaju ke partai final.Binjai City Sport Club dikalahkan Paya Bakung United 3-4 melalui adu penalti. Sedangkan Batubara United dikalahkan Kwarta dengan skor 1-4. 

Menjelang laga perebutan tempat ketiga, manajer Binjai City Sport Club, Ferdy Yupa, memastikan timnya tetap akan tampil maksimal meski target yang diapungkan sejak awal sudah pupus. Ia mengakui kondisi tim saat ini tidak ideal karena faktor kelelahan, cedera, serta akumulasi kartu yang dialami sejumlah pemain.

“Ya, jelang laga besok pastinya kita tetap melakukan yang terbaik walaupun sebenarnya sudah tidak ada lagi yang kita kejar. Tapi tetap kita usahakan anak-anak tetap semangat untuk bermain besok walaupun tidak ada lagi yang kita kejar di situ,” ujar Ferdy kepada Tribun Medan, Rabu (15/4).

Ferdy menambahkan, faktor keberuntungan juga menjadi kendala yang dirasakan timnya di babak semifinal.  “Sebenarnya permasalahannya di keberuntungan saja sih," katanya. 

Menatap laga terakhir di Liga 4 Piala Gubernur Sumatera Utara ini, Ferdy mengatakan kondisi fisik pemain yang menurun pasca pertandingan semifinal membuat timnya kemungkinan besar akan menurunkan pemain lapis kedua dan ketiga saat menghadapi Batubara United FC.

Meski demikian, ia menegaskan para pemain tetap optimistis dan akan berusaha tampil maksimal, demi mengamankan tempat di posisi ketiga. "Apalagi pemain-pemain kita kartu kuning, kemudian ada yang cedera, banyak yang kecapean, jadi hanya lapis kedua dan ketiga yang akan kita turunkan. Anak-anak kan targetnya itu lolos ke nasional,” katanya. 

Baca juga: Eko Purdjianto Ditantang Menang Lima Gol Lawan Sriwijaya FC

Jaga Profesionalitas
DI sisi lain, Sekretaris tim Batubara United FC, Muliadi, menegaskan bahwa timnya tetap menjaga profesionalitas meskipun gagal mencapai target ke final. “Secara persiapan tidak ada yang berubah. Profesionalitas tetap nomor satu. Target ke final memang pupus, tapi harga diri tim dan marwah Batu Bara tidak boleh ikut pupus. Anak-anak tetap latihan normal, evaluasi tetap jalan,” ujarnya.

Muliadi menilai laga perebutan posisi ketiga justru menjadi momen krusial untuk melihat karakter sesungguhnya para pemain. Ia ingin memastikan seluruh pemain tetap menunjukkan determinasi tinggi meski tidak lagi memperebutkan gelar juara. 

“Justru di laga besok ini saya mau lihat karakter pemain. Main tanpa beban, tapi tetap ngotot. Kita hormati lawan, hormati kompetisi, hormati masyarakat Batu Bara yang sudah dukung dari awal. Gengsi daerah tetap kita jaga,” tegasnya.

Terkait hasil di semifinal, Muliadi mengungkapkan bahwa pelatih kepala telah menunjukkan sikap tanggung jawab penuh atas kekalahan dari PS Kwarta. Ia menyebut hal tersebut sebagai bentuk profesionalisme dalam tubuh tim. “Kekalahan kemarin melawan Kwarta FC di semifinal, dengan gentleman Coach Legirin mengatakan ke manajemen itu tanggung jawab mutlak dari beliau,” ucapnya.

Menghadapi Binjai City, Batubara United tetap mengusung target kemenangan, namun dengan penekanan pada kualitas permainan yang baik dan disiplin taktik. Ia menegaskan bahwa setiap pertandingan di Liga 4 memiliki nilai penting bagi perkembangan karier para pemain muda.

“Target besok simpel, menang dan main bagus. Kalah-menang itu urusan nanti, tapi cara mainnya harus benar. Saya tidak mau anak-anak main asal-asalan karena sudah tidak lolos. Ini Liga 4, ajang pembinaan. Setiap menit di lapangan itu CV buat mereka ke depan,” jelasnya. (cr29/Tribun-Medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved