Polisi Selidiki Laporan Kejanggalan Kematian Mahasiswi Unimed

Polda Sumut mengatakan telah menerima laporan dari abang kandung Maria Agustina Naibaho (23) mahasiswi Unimed yang ditemukan tewas di indekos.

TRIBUN MEDAN/ISTIMEWA
Pihak keluarga membuat laporan ke polisi atas kematian Maria Agustina Naibaho (22), mahasiswi semester 8 Universitas Negeri Medan (UNIMED), yang ditemukan meninggal dunia di kamar indekosnya pada Kamis (12/3/2026) malam, sekitar pukul 20.00 WIB. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Polda Sumut mengatakan telah menerima laporan dari abang kandung Maria Agustina Naibaho (23) mahasiswi Universitas Negeri Medan (Unimed) yang ditemukan tewas dalam kamar indekos di Jalan Rela, Kecamatan Medan Tembung.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Ferry Walintukan mengatakan, laporan dugaan tindak pidana masih diproses. Pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara, mengumpulkan alat bukti, dan memeriksa saksi guna memperoleh kepastian hukum apakah korban tewas dibunuh atau hal lain.

"Laporan sedang di proses," kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Ferry Walintukan, Sabtu (14/3).

Diketahui, kematian mahasiswi Unimed bernama Maria Agustina Naibaho (23) masih menyisakan misteri. Jasadnya ditemukan pertama kali oleh pacar korban, Sanggam Elroi Marbun yang mendatangi indekos korban di Jalan Rela, Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Medan Tembung, Kamis (12/3) sekitar pukul 20.00 WIB.

Baca juga: Edarkan Sabu, Anggota TNI Divonis 20 Tahun Penjara

Belum diketahui pasti apakah ia tewas akibat sakit, atau akibat kekerasan. Menurut salah satu anggota keluarganya yang enggan disebut namanya, ketika ditemui di RS Bhayangkara TK II Medan, pada tubuh Maria terdapat luka memar.Beberapa diantaranya dibawah ketiak kiri, lutut hingga bagian organ vitalnya berdarah.

Kemudian, yang membuat semakin janggal ialah, handphone Maria disebut rusak terbelah di dalam kamar kos.Hal ini diungkapkan berdasarkan keterangan Abang kandung Maria, yang juga sebagai pelapor ke Polisi. "Memar di bawah ketiak, memar lutut dan kelamin berdarah. Bercak darah di kamar mandi, dan handphone terbelah,"ungkap salah satu keluarga yang enggan disebutkan namanya, Jumat (13/3).

Mangatur Naibaho, ayah Maria, yang juga anggota DPRD Tebingtinggi mengatakan pihaknya telah membuat laporan resmi ke polisi. Laporan dilayangkan untuk mengungkap penyebab pasti kematian putrinya.

"Itu yang belum tahu saya. Lagi kita buat laporan polisi. Namanya meninggal di tempat kos, sedikit banyaknya (curiga) pengen tahu penyebabnya," kata Mangatur Naibaho. (cr25/Tribun-Medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved