Pelaku Ngaku Mukul Pakai Tangan: Aniaya Mantan TNI hingga Tewas, Empat Satpam PTPN IV Ditangkap
Kasus penganiayaan yang menewaskan Indra Utama (45) di kawasan PTPN 4 Regional II terungkap.
Penulis: Haikal Faried Hermawan | Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kasus penganiayaan yang menewaskan Indra Utama (45) di kawasan PTPN 4 Regional II terungkap. Seorang pelaku berinisial RR (33) buka suara dan mengakui perbuatannya. Tak hanya itu, ia juga menyebut keterlibatan seorang oknum prajurit TNI yang merupakan Bawah Kendali Operasi (BKO) dari satuan Kavaleri dalam aksi kekerasan tersebut.
Saat diwawancarai Tribun Medan, RR mengaku bahwa dirinya bersama tiga rekannya dan satu oknum TNI melakukan penganiayaan terhadap korban.
Menurut pengakuan RR, aksi tersebut dipicu oleh kemarahan karena korban diduga kuat sudah berulang kali mencuri buah kelapa sawit milik perusahaan yakin PTPN 4 Regional II. "Dia (korban) tiap hari ngetandai (mengincar) buah sawit. Enggak ketemu sama agen, dia ambil sendiri, jual sendiri," ujar RR saat ditemui di Satreskrim Polres Pelabuhan Belawan, Jumat (6/3).
RR memaparkan, lokasi rumah korban berada tepat di belakang perkebunan sawit. Jarak rumah korban dengan lokasi pencurian disebutnya hanya sekitar 50 meter, sehingga memudahkan korban untuk mencuri. "Di belakang rumah dia (adalah kebun). Sementara agen beli sawit ini tepat di depan rumahnya dan berhadapan langsung. Jadi jaraknya antara rumah dia dan kebun sawit sekitar 50 meter saja. Dia tinggalnya berseberangan dengan kebun," jelas RR.
Ia menambahkan, aksi pencurian yang dilakukan korban bukanlah kali pertama. Korban disebutnya setiap hari beraktivitas mengambil sawit tanpa izin. "Memang dasar ingin beraktifitas (bekerja). Setiap hari diambilnya. Dapatnya lumayan sekitar lima janjang," ungkapnya.
Dalam pengakuannya, RR yang didampingi petugas kepolisian ini menyebut bahwa proses penganiayaan terjadi di dekat rumah korban. Saat itu, oknum TNI BKO dari satuan Kavaleri-lah yang disebutnya pertama kali mengambil sikap tegas terhadap korban. "Waktu di rumahnya, oknum TNI BKO yang ambil sikap duluan. Terus saya dan kawan kawan lainnya ikut," kata RR.
Meski mengakui ikut memukul, RR berdalih tidak menggunakan benda keras. "Pakai tangan kami mukul dia (korban)," ungkap RR.
Sebelumnya personel Satuan Reserse Kriminal Polres Pelabuhan Belawan telah menangkap empat orang pelaku penganiayaan Indra hingga tewas. Sementara itu, satu pelaku lainnya masih masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).
Keempat tersangka yang ditangkap berinisial DF (35), RR (33), ID (33), dan MI (36). Mereka diketahui berprofesi sebagai petugas keamanan atau satpam yang bertugas di kawasan PTPN 4 Regional II.
"Pada saat ini kami mengamankan empat orang pelaku yang diduga melakukan penganiayaan secara bersama-sama yang mengakibatkan matinya orang," ujar AKP Agus Purnomo, saat ditemui Tribun Medan, Jumat (6/3).
Baca juga: Korupsi Dana BOS, Mantan Kepala Sekolah SMA 19 Medan Divonis 2,5 Tahun
Keluarga Berharap Hukuman Setimpal
SUDARMANTO selaku Kepala Dusun 14, Desa Bulu Cina, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deliserdang mengatakan, ia mengetahui peristiwa ini pada Selasa dinihari sekira pukul 00.30 WIB.
Saat itu ia mendapat informasi dari kepala Desa adanya warga meninggal dunia dan sudah dibawa ke klinik. Ternyata, yang meninggal dunia adalah Indra Utama, adik iparnya. "Kami lihat, sudah meninggal si korban ini, Indra Utama. bahkan sudah kaku. jenazahnya saya ambil dan langsung naik ke mobil ambulans," ungkapnya.
Mengenai lokasi penganiayaan, bukan di perkebunan, melainkan di lokasi penjualan kelapa sawit. Para tersangka sudah menunggu korban, dan langsung melakukan penganiayaan. (cr25)
Sudarmnto mengatakan, keluarga korban berharap semua pelaku ditangkap, dan dijerat hukuman setimpal. Meski demikian, pihak keluarga mengakui kalau korban diduga maling sawit. "Minta keadilan terhadap kasus ini. Pokoknya ditangkap, karena keluarga mikirnya, kok mesti sampai menghilangkan nyawa, karena, kalau keluarga sih mengakui korban itu bersalah," katanya.
"Tapi yang disayangkan itu, kenapa tidak dilapor pihak berwajib, kok enggak diserahkan kepada pihak berwajib. Kita kan tidak boleh main hakim sendiri, ya," sambungnya. (cr25/Tribun-Medan.com)
| Kapolrestabes Medan Beber Peran Istri Serka Holmes Sitompul di Balik Pembunuhan Mantan Tentara |
|
|---|
| BREAKING NEWS : Istri Serka Holmes Sitompul Ditangkap Terlibat Pembunuhan Mantan TNI |
|
|---|
| Serka Holmes Sitompul Janjikan Upah dan Nyabu Bareng Para Pelaku Pembunuh Mantan TNI AD |
|
|---|
| Pembunuh Eks Anggota TNI AD Sempat Nyabu Bersama Serka Holmes Sitompul Sebelum Beraksi |
|
|---|
| Sebelum Dibuang ke Dalam Sumur, Eks Anggota TNI AD Sempat Disiksa di Kandang Lembu |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/mantan-TNI-tewas-dianiaya-gegara-maling-kelapa-sawit_Polres-Pelabuhan-Belawan_.jpg)