Kasus Tewasnya Mantan Anggota TNI di Hamparan Perak, Korban Dipukuli dan Diseret ke Jalan
Fakta baru terungkap dalam kasus tewasnya Indra Utama (45), warga Dusun XIV Krani Lama, Desa Bulu Cina, Kecamatan Hamparan Perak.
Penulis: Truly Okto Hasudungan Purba | Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Fakta baru terungkap dalam kasus tewasnya Indra Utama (45), warga Dusun XIV Krani Lama, Desa Bulu Cina, Kecamatan Hamparan Perak, yang diduga dianiaya oleh sekelompok orang yang diduga petugas keamanan PTPN IV Regional II Tandem Group dan oknum BKO TNI. Korban ternyata dipukuli di depan rumahnya sebelum kemudian diseret ke tengah jalan agar tidak terlihat warga.
Hal itu diungkapkan Sigit, saudara jauh korban, saat ditemui di Rumah Sakit Bhayangkara II Medan, Menurutnya, peristiwa itu terjadi pada Senin (2/3) sekitar pukul 20.45 WIB.
"Indra itu keluar rumah mau jual sawit. Tiba-tiba dihampiri lima orang. Dua di antaranya oknum BKO TNI PTPN IV dan tiga orang petugas keamanan PTPN IV Regional II Tandem Group. Mereka semua berpakaian preman," ujar Sigit saat ditemui Tribun Medan di RS Bhayangkara II Medan, Selasa (3/3).
Sigit menuturkan, korban langsung dikeroyok di pekarangan rumahnya. Setelah korban terkapar, para pelaku menyeretnya ke tengah jalan di lingkungan perkebunan. "Dia dipukuli di rumahnya, terus diseret dibawa ke tengah jalan. Mungkin biar enggak kelihatan orang, supaya menghindari saksi," tuturnya.
Menurut Sigit, kawasan tempat tinggal korban memang berada di lingkungan PTPN IV Regional II, meskipun ada beberapa petak lahan milik warga yang ditanami sawit. "Tanah warga ada di situ, cuma kan namanya lingkungan PTPN. Tapi tetap saja enggak bener kalau main hakim sendiri," ungkapnya.
Sigit juga mengungkapkan bahwa Indra Utama ternyata adalah mantan anggota TNI yang telah diberhentikan. Sehari-hari, korban bekerja sebagai buruh bangunan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. "Dia itu mantan TNI, sudah pecatan. Sekarang kerjanya serabutan, kadang bangunan kalau ada proyek. Makanya saya heran kok tega-teganya mereka memperlakukan Indra seperti itu," kata Sigit dengan nada kesal.
Keluarga baru mengetahui kejadian tersebut pada Selasa dini hari sekitar pukul 00.30 WIB, setelah mendapat kabar dari Kepala Desa Bulu Cina. Padahal, korban telah dibawa ke Klinik Asia Medika oleh petugas security sejak pukul 20.45 WIB.
"Kami keluarga enggak tahu apa-apa. Tahu-tahu dapat kabar dari kepala desa kalau Indra meninggal di klinik. Langsung kami ke sana," lanjutnya.
Saat melihat jenazah, keluarga menemukan sejumlah luka di sekujur tubuh korban. "Dari badan, jelas kelihatan di dadanya lebam, bagian muka juga bengkak. Itu kami lihat sendiri," ujarnya.
Sementara itu, Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Rosef Efendi melalui Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan AKP Agus Purnomo membenarkan bahwa pihaknya tengah mendalami keterlibatan masing-masing pelaku. Saat ini, jenazah korban masih menjalani otopsi di RS Bhayangkara untuk mengetahui penyebab pasti kematian. "Kami masih melakukan pemeriksaan saksi-saksi dan mengumpulkan alat bukti, termasuk rekaman CCTV di sekitar TKP dan klinik," pungkasnya.
Baca juga: Maling Curi Kucing Persia Milik Warga di Gang Sempit
Kecam Main Hakim Sendiri
KELUARGA korban mengakui bahwa Indra memang diduga melakukan pencurian sawit sebelum kejadian nahas tersebut. Namun, keluarga tetap mengecam tindakan main hakim yang dilakukan sekelompok orang terhadap korban.
Menurut abang ipar Korban, Sudarmanto (46), mengatakan bahwa keluarga tidak menampik kesalahan yang dilakukan Indra, namun menyesalkan tindakan penghakiman sepihak yang berujung pada kematian.
"Saya akui dia bersalah. Dia itu mencuri atau mengambil sawit di perkebunan. Tapi kami dari pihak keluarga sangat menyayangkan, kenapa kalau memang Indra Utama ini bersalah, ada ranah hukum, ada yang berwajib. Kenapa tidak diserahkan kepada pihak yang berwajib? Jadi jangan dihakimi sendiri," ujar Sudarmanto saat ditemui Tribun Medan di RS Bhayangkara Medan, Selasa (3/3).
Sudarmanto menjelaskan, pihak keluarga baru mengetahui peristiwa tersebut pada Selasa dini hari sekitar pukul 00.30 WIB, setelah mendapat telepon dari Kepala Desa Bulu Cina, Hamparan Perak.
Anggota TNI dipukuli
dituduh mencuri sawit
dibunuh karena tak terima curi sawit
terdakwa pencuri sawit
| "Gasak" Alat Kebun, Ulong Dibekuk! Polsek Panai Hilir Gerak Cepat Tangkap Pencuri Dodos Sawit |
|
|---|
| Mahasiswa Tertangkap Curi Kelapa Sawit di Labuhanbatu, Polisi Amankan Barang Bukti |
|
|---|
| Polsek Kualuh Hulu Tangkap Pencuri Penadah TBS Kualah Hulu, Ini Tampangnya |
|
|---|
| Pelaku Pencurian Sawit Bersyukur Kapolres Simalungun Selesaikan Kasusnya dengan Restorative Justice |
|
|---|
| Hirup Udara Bebas, Dua Terdakwa Pencuri Sawit Menangis tak Percaya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Korban-Aniaya.jpg)