KONI Gunungsitoli Target Masuk 20 Besar di Porprov Sumut 2026

Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Gunungsitoli mematangkan persiapan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumut 2026.

TRIBUN MEDAN/HO
PERSIAPAN PORPROV - Petinju muda asal Kota Gunungsitoli, Mathius Enoni Telaumbanua saat tampil di Kejuaraan Internasional Tinju Penang, Malaysia, yang berlangsung pada 3–8 Desember 2026. Mathius Enoni Telaumbanua jadi salah satu atlet yang akan dipersiapkan untuk tampil di Porprovsu 2026. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Gunungsitoli mematangkan persiapan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatra Utara 2026. Persiapan ini dilakukan lebih terstruktur dengan belajar dari hasil Porprov sebelumnya serta memfokuskan pembinaan pada cabang olahraga (cabor) yang berpotensi meraih medali.

Ketua KONI Kota Gunungsitoli, Yose Rizal Mendrofa, mengatakan bahwa evaluasi dari keikutsertaan pada Porprov 2018 dan 2022 menjadi dasar perencanaan timnya. Menurutnya, pada Porprov 2018, Gunungsitoli hanya meraih dua medali perunggu dari cabor tinju dan tenis meja.

Namun pada Porprov 2022 di Gunungsitoli, terjadi peningkatan signifikan dengan raihan satu medali emas dari muaythai, dua medali perak dari wushu dan muaythai, serta tiga medali perunggu dari karate dan muaythai.

“Dari pengalaman itulah kami menyusun strategi untuk 2026. Kami akan lebih fokus pada cabor yang terbukti berpotensi menyumbang medali, serta melihat perkembangan single event yang sudah berjalan dalam beberapa tahun terakhir,” ujar Yose.

Ia menambahkan, KONI Gunungsitoli akan segera menggelar rapat pengurus untuk menetapkan cabor unggulan. Hal ini juga mempertimbangkan keterbatasan anggaran yang dimiliki KONI Gunung Sitoli. Meski demikian, ia mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Gunungsitoli yang tetap membantu secara materi maupun pendampingan melalui dinas terkait.

Baca juga: Faktor Dana, Victory Dairi Ragu Daftar Liga 4 Tahun 2026

Dalam proses seleksi atlet, KONI memberikan kewenangan kepada masing-masing pengurus cabor untuk melakukan seleksi teknis. Seleksi akhir rencananya akan dilakukan sebelum entry by name pada April atau Mei 2026. Saat ini, sejumlah cabor sudah menjalani pemusatan latihan (TC).

Yose menyebutkan bahwa cabor yang berpotensi menyumbang medali antara lain muaythai, tinju, karate, wushu, dan kickboxing. Namun kepastian keikutsertaan beberapa cabor masih menunggu keputusan KONI Sumut karena masih ada persoalan administrasi di tingkat pengurus provinsi.

Selain cabor bela diri, KONI Gunungsitoli juga mempersiapkan atlet di cabor perorangan. Untuk cabor beregu, perkembangan masih terbatas, tetapi peluang tetap dibuka bagi cabor yang ingin berpartisipasi secara mandiri.

Untuk target, KONI Gunungsitoli optimistis bisa meningkatkan perolehan medali dibanding Porprov 2022. Jika sebelumnya tidak menetapkan target emas secara spesifik, kali ini mereka menargetkan minimal tiga medali emas. “Pada Porprov lalu kita berada di peringkat 24. Tahun ini kami berharap bisa masuk 20 besar, bahkan kalau memungkinkan 15 besar,” tegas Yose.

Ia mengakui bahwa fasilitas dan peralatan olahraga masih terbatas, namun pihaknya berkomitmen memaksimalkan kondisi yang ada. Koordinasi dengan dinas terkait juga terus dilakukan untuk mendukung atlet dan pelatih.

Yose juga menegaskan bahwa seleksi atlet akan dilakukan secara transparan tanpa istilah “atlet titipan”, sehingga hanya atlet terbaik yang akan diberangkatkan ke Porprov 2026. “Kunci keberhasilan kita adalah kekompakan antara KONI, cabor, pelatih, dan atlet. Jika semua berjalan solid, saya yakin hasil terbaik bisa kita capai,” pungkasnya. (cr29/Tribun-Medan.com)

 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved