Incar Emas Asian Games 2026, Samuel Marbun Kembali Dipanggil Pelatnas
Pewushu andalan Sumatra Utara, Samuel Marbun, kembali dipercaya memperkuat Indonesia setelah dipanggil mengikuti Pelatnas persiapan Asian Games.
Penulis: Aprianto Tambunan | Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
MEDAN, TRIBUN - Pewushu andalan Sumatra Utara, Samuel Marbun, kembali dipercaya memperkuat Indonesia setelah dipanggil mengikuti Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) untuk persiapan Asian Games XX 2026 di Aichi–Nagoya, Jepang. Pemanggilan ini menjadi lanjutan perjalanan panjang Samuel di level elite, setelah sebelumnya hampir satu tahun berada di Pelatnas sepanjang 2025. Ia baru menikmati masa istirahat sekitar satu bulan sebelum kembali mengenakan seragam Merah Putih.
Sebagai peraih medali emas SEA Games 2025, Samuel mengaku bangga sekaligus tertantang. Menurutnya, tanggung jawab kali ini jauh lebih besar dibandingkan SEA Games, karena Asian Games memiliki level persaingan yang jauh lebih tinggi. “Perasaan saya sangat bangga masih dipercaya membawa nama Indonesia. Tapi jelas, tantangannya sekarang lebih berat. Kalau kemarin tanggung jawabnya di SEA Games, sekarang di Asian Games,” ujar Samuel kepada Tribun Medan, Rabu (4/2).
Baca juga: Terpuruk ke Liga 4, PSDS Dinilai Kehilangan Roh Pemain Lokal
Ia mengungkapkan, program latihan kemungkinan akan mencakup training camp dan uji tanding ke luar negeri, termasuk ke Tiongkok, yang dikenal sebagai salah satu kekuatan utama wushu dunia. Meski begitu, Samuel belum berani menetapkan target pribadi. Saat ini ia masih berada dalam fase pemulihan fisik dan menunggu gambaran peta kekuatan lawan.
“Saat ini saya masih dalam tahap pemulihan dan belum mempelajari lawan secara detail. Namun, target kami tetap yang terbaik, yakni meraih medali emas. Di Asian Games sebelumnya saya meraih perak, di SEA Games Kamboja juga perak, lalu di SEA Games Thailand saya berhasil meraih emas. Begitu juga di PON Papua saya perak dan di PON Aceh–Sumut bisa menjadi emas. Mudah-mudahan pencapaian ini bisa ditingkatkan menjadi hattrick emas,” katanya.
Dari sisi kondisi fisik, Samuel menilai dirinya sudah hampir kembali ke performa terbaik. Cedera lutut yang sempat mengganggu kini berangsur pulih, meski ia masih terus menjalani program penguatan otot di sekitar lutut. Selain cedera lutut, pada SEA Games tahun lalu Samuel juga sempat mengalami cedera serius pada mata kiri yang mengharuskannya menjalani perawatan hingga ke Malaysia.
Meski demikian, Samuel mengaku sudah berdamai dengan kondisi tersebut. Ia tetap mampu bertanding secara optimal, sebagaimana ia buktikan saat tampil di SEA Games sebelumnya. Di balik semangat juang itu, ada sisi emosional yang tak kalah kuat. Setiap kali harus berangkat ke Pelatnas, Samuel mengaku selalu diliputi perasaan haru karena harus kembali berjauhan dengan keluarga.
Apalagi, pada 2025 lalu kampung halamannya sempat terdampak bencana longsor yang memutus akses jalan, listrik, dan sinyal komunikasi selama sepekan. Meski rumah keluarganya tidak terkena langsung, kondisi tersebut membuatnya sulit berkomunikasi dengan orang-orang terdekat.
“Pasti ada rasa haru setiap berangkat. Tahun lalu sudah lama jauh dari keluarga, sekarang harus berangkat lagi. Apalagi waktu bencana kemarin, akses ke rumah longsor, listrik padam, sinyal hilang, jadi makin berat rasanya,” kenang Samuel.
Meski demikian, dukungan keluarga justru menjadi kekuatan baginya untuk terus berjuang. Ia berharap perjalanan Pelatnas kali ini berujung manis dengan medali emas di Asian Games 2026. (cr29/Tribun-Medan.com)
/
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Pewushu-Sumut-Samuel-Marbun-meraih-medali-emas-di-SEA.jpg)