Terpuruk ke Liga 4, PSDS Dinilai Kehilangan Roh Pemain Lokal
PSDS Deliserdang harus menelan kenyataan pahit setelah resmi terdegradasi dari Liga Nusantara Indonesia musim 2025/2026.
Penulis: Aprianto Tambunan | Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - PSDS Deliserdang harus menelan kenyataan pahit setelah resmi terdegradasi dari Liga Nusantara Indonesia musim 2025/2026. Tim berjuluk Traktor Kuning itu dipastikan turun ke Liga 4 setelah kalah tipis 0-1 dari Persitara Jakarta Utara pada babak play-off degradasi yang berlangsung di Stadion UNS Solo, Minggu (1/2) sore.
Degradasi ini menuai kekecewaan mendalam dari berbagai pihak, termasuk mantan pemain sekaligus mantan asisten pelatih dan caretaker PSDS Deliserdang, Imam Faisal. Sebagai sosok yang pernah membela PSDS sejak level junior hingga senior, ia mengaku terpukul melihat klub yang ia cintai terpuruk hingga harus turun ke Liga 4.
Imam menilai bahwa kondisi ini tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan merupakan akumulasi dari berbagai persoalan, terutama lemahnya dukungan finansial dan perhatian pemerintah daerah terhadap klub. “Perasaan saya sangat sedih sebagai mantan pemain, tidak bisa terbilang lagi. Dari awal sebenarnya pemerintah daerah kurang peduli terhadap PSDS,” ujar Imam Faisal kepada Tribun Medan.
Ia menjelaskan bahwa PSDS berada dalam dilema sepanjang musim ini. Di satu sisi, jika klub tidak mengikuti kompetisi, PSDS berpotensi mendapat sanksi dan otomatis terdegradasi. Namun di sisi lain, tetap berkompetisi tanpa dukungan dana yang memadai membuat perjuangan bertahan di Liga Nusantara semakin berat.
Imam juga menyoroti struktur pengelolaan tim yang menurutnya kurang merepresentasikan kepentingan daerah. Menurutnya, dominasi manajemen dan pemain dari luar daerah membuat identitas PSDS sebagai klub kebanggaan Deliserdang semakin memudar. “Kalau kita tidak ikut kompetisi pun, kita kena sanksi. Tapi ketika ikut, kita juga dengan biaya perjalanan selama Liga 3. Manajemennya juga mayoritas orang luar daerah, pelatih dari mereka, pemain dari mereka. Seolah-olah PSDS hanya dipinjam namanya saja,” tambahnya.
Lebih jauh, Imam menegaskan bahwa akar persoalan PSDS adalah keterbatasan finansial yang berdampak pada kualitas tim, perekrutan pemain, serta stabilitas klub secara keseluruhan. “Intinya ini masalah finansial. Kalau dananya ada, Insya Allah tim ini bagus. Tapi sponsor dan donatur kurang mendukung, akhirnya PSDS sulit bersaing,” jelasnya.
Ia pun berharap ada perubahan sikap dari pemerintah daerah, sponsor, dan donatur di Deli Serdang agar lebih serius mendukung klub kebanggaan daerah tersebut. Menurutnya, sepak bola memiliki potensi besar untuk mengangkat nama daerah, terutama melalui pembinaan usia muda.
“Saya berharap PSDS lebih diperhatikan lagi. Kasihan pemain-pemain muda kita yang sudah mulai berkembang, tapi klubnya malah terpuruk seperti ini. Saya juga berharap Gubernur bisa lebih perhatian, karena sepak bola bisa mengangkat nama daerah, terutama di level usia muda,” ujarnya.
Kekecewaan serupa juga disampaikan mantan pelatih PSDS Deliserdang, Syahrial Effendi. Sebagai warga asli Deli Serdang dan sosok yang pernah berjasa membawa PSDS promosi ke Liga 2, ia merasa sangat prihatin melihat kondisi terkini klub. “Saya sebagai warga Deli Serdang sangat prihatin dengan kejadian ini. Sejujurnya saya kecewa karena PSDS jatuh ke tangan orang yang salah. Semua kembali lagi ke masalah finansial dan pengelolaan,” katanya.
Baca juga: Persiapan NPC Sumut di Menuju Asian Para Games 2026, Optimistis Atlet Binaan Lolos Pelatnas
Syahrial membandingkan situasi PSDS saat ini dengan beberapa tahun lalu ketika klub juga menghadapi laga play-off melawan Persipura. Menurutnya, pada saat itu komposisi tim lebih didominasi pemain lokal, dukungan masyarakat sangat kuat, dan semangat kebersamaan lebih terasa. “Dulu saat play-off melawan Persipura, banyak pemain asli Deli Serdang dan Sumatera Utara. Masyarakat juga bahu-membahu membantu tim. Itu sangat berbeda dengan kondisi sekarang,” ungkapnya.
Ia meyakini bahwa kehadiran lebih banyak pemain lokal akan meningkatkan rasa memiliki dan militansi di lapangan, yang sangat dibutuhkan dalam laga-laga krusial seperti play-off. “Kalau pemainnya anak-anak Deliserdang, saya yakin mereka punya rasa memiliki yang kuat dan akan berjuang habis-habisan untuk mempertahankan PSDS,” tegas Syahrial.
Selain itu, ia juga mempertanyakan transparansi proses seleksi pemain yang dilakukan manajemen beberapa waktu lalu. Menurutnya, seleksi yang digelar di Deli Serdang terkesan hanya formalitas karena pada akhirnya hampir seluruh pemain yang dipakai berasal dari luar daerah. “Mereka melakukan seleksi di sini (Deliserdang) untuk dibawa ke Jawa, tapi ternyata tidak ada pemain lokal yang benar-benar dipakai. Ini ada apa? Saya berharap pengelola sekarang mundur saja, masih banyak orang yang mau mengurus PSDS dengan benar,” katanya.
Meski kecewa, Syahrial menegaskan bahwa dirinya tetap siap membantu kebangkitan PSDS jika diperlukan, asalkan pengelolaan klub dilakukan secara profesional, transparan, dan berpihak pada talenta lokal. “Saya tetap support, tapi pengelolaannya harus bersih dan transparan. Jangan lagi seperti sekarang,” tambahnya.
Sebagai catatan, Syahrial Effendi merupakan salah satu pelatih paling berjasa dalam sejarah PSDS Deliserdang. Ia berhasil membawa Traktor Kuning promosi ke Liga 2 musim 2022/2023 setelah timnya melaju ke babak semifinal Liga 3 Nasional dan mengalahkan PS Palembang dengan skor telak 4-0 di Stadion AAL Jala Krida Mandala, Surabaya, pada 12 Maret 2022.
Kemenangan tersebut memastikan PSDS naik kasta ke Liga 2, sebuah pencapaian yang hingga kini masih menjadi kebanggaan masyarakat Deliserdang. (cr29/Tribun-Medan.com)
| Kalah dari Persitara, PSDS Degradasi ke Liga 4 |
|
|---|
| Nasib PSDS Akibat Kalah 0-1 atas Persitara, Turun Kasta ke Liga 4 Musim Depan |
|
|---|
| PSDS Deliserdang Tiba di Solo Jelang Play off Degradasi Liga Nusantara |
|
|---|
| Peluang PSDS Bertahan di Liga Nusantara Masih Terbuka |
|
|---|
| NASIB PSDS Deliserdang Rawan Degradasi ke Liga 4, Penentuan Lawan Persipa Akhir Pekan Ini |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/PSDS-Deliserdang-harus-degradasi-dari-Liga-4.jpg)