Modus Repotkan Pedagang, Pemuda Curi Handphone Pedagang Bakso Asal Wonogiri

Video aksi pencurian kembali viral di media sosial, yang terjadi di sebuah warung bakso di kawasan Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan.

TRIBUN MEDAN/Muhammad Nasrul
PENCURIAN DI WARUNG BAKSO - Pemilik watung bakso, Tumini, menunjukkan rekaman CCTV aksi pencurian yang terjadi di warungnya, Rabu (4/2/2026). Dirinya mengaku sudah dua kali mengalami aksi pencurian dengan modus serupa. 

MEDAN, TRIBUN - Video aksi pencurian kembali viral di media sosial, yang terjadi di sebuah warung bakso di kawasan Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan. Diketahui, aksi pencurian satu unit telepon seluler ini dialami oleh pemilik warung bakso Wonogiri, yang beralamat di Jalan Taqwa, Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan. 

Berdasarkan keterangan pemilik warung bakso, Timini, menjelaskan aksi pencurian yang dialaminya ini terjadi pada Senin (2/2) kemarin sekira pukul 19.00 WIB. Dirinya mengaku, saat itu kondisi di warungnya memang sedang sepi kemudian datang pelaku memesan sejumlah menu. 

"Memang lagi sepi itu, karena pas habis magrib. Dia datang pesan bakso lima bungkus, sama teh manis dingin lima bungkus," ujar Timini, saat ditemui di warungnya, Rabu (4/2). 

Dikatakan pedagang yang berasal dari Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah ini menjelaskan, pesanan dari pelaku yang mengenakan baju kaos berwarna hitam itu memang sedikit merepotkan karena jumlahnya yang cukup banyak. Saat itu, sang kerabat Tumini yakni Tamin yang akan membantu membuat pesanan pelaku langsung meletakkan telepon seluler miliknya di rak dagangan yang ada di bagian dalam.  "Karena mau fokus buat bakso, HP-nya diletakkan bapak di rak," katanya. 

Saat itu, Tumini yang melihat gula yang ada di bagian sudah habis langsung mengambil stok gula di dalam rumahnya. Tak berselang lama, pelaku yang melihat kondisi pedagang sedang lengah langsung mengambil telepon seluler jenis Redmi itu dan memasukkannya ke dalam celana. "Cepat kali dia ngambilnya, paling enggak sampai satu menit lah," katanya. 

Dalam video rekaman CCTV warung tersebut, dirinya menjelaskan jika pelaku yang duduk di kursi di dekat rak tampak gelisah. Usai berhasil mengambil telepon seluler milik Tamin, pelaku langsung bergegas keluar dengan beralasan akan membeli rokok.  "Terus mau cepat-cepat pergi dia habis ngambil HP, katanya mau beli rokok langsung naik kereta," ungkapnya. 

Akibat dari pencurian itu, dikatakan Suwarno yang merupakan suami Tumini mengaku ia mengalami kerugian berupa satu unit telepon seluler dan juga pesanan pelaku yang tak dibayar oleh pelaku. Untuk bakso dengan total lima bungkus, seharga 60 ribu rupiah. Sedangkan teh manis dingin 30 ribu rupiah.  "Menang enggak seberapa, tapi kesalnya itu," timpal Suwarno. 

Kembali dikatakan Suwarno, di warung milknya sudah dua kali mengalami aksi pencurian dengan modus serupa. Ketika ditanya apakah pelakunya sama, dirinya menjelaskan pelaku pertama berbeda dengan yang kedua.  "Pertama itu bulan 12 lalu kejadiannya. Beda orangnya, yang pertama itupun kita belum pasang CCTV. Habis kemalingan pertama itulah kita pasang CCTV," ucapnya. 

Baca juga: Pelantikan Eselon III dan IV, BKPSDM Bantah Kabar Jadwal Pembatalan

Saat itu, pelaku beberapa kali datang ke watungnya dalam tempo waktu yang tak terlalu lama. Dimana, pertama kali pelaku datang membeli pesanan bakso kosong, kemudian pelaku kembali datang dengan modus membeli kopi dan melihat baju.  "Yang kedua kali dia datang, dia pesan kopi tapi enggak ada terus nyuruh beli dulu. Saya enggak mau kan, jadi dia lihat-lihat baju," katanya. 

Terkahir, pelaku yang saat itu mengenakan helm kembali datang dengan modus kuncinya tertinggal di warung tersebut. Tak hanya itu, pelaku kembali memesan sejumlah menu seperti membeli nasi putih sebanyak 10 bungkus, dan telur rebus 10 butir.  "Di situ kan sibuk semua, saya beli telur dulu ke warung karena di warung tinggal lima. Istri saya lagi di dalam bungkusin nasi. Tapi gitu pulang dia sudah enggak ada lagi," ungkapnya. 

Akibat dari kejadian ini, ia mengaku bukan karena nominal dari yang diambil oleh pencuri tersebut namun data nomor keluarga yang disimpan di telepon seluler. Bahkan, ia juga mengatakan akhirnya membagikan pesanan kedua pencuri yang batal diambil ke para tetangga dan masyarakat yang melintas. (mns/Tribun-Medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved