92 Warga Sergai Ditipu Anggota LSM, Harapan Kerja di Dapur MBG Kandas

Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Serdang Bedagai mengungkap dugaan penipuan modus bisa memasukkan seseorang bekerja di dapur MBG.

TRIBUN MEDAN/HO
TIPU 92 ORANG - Tampang Mustafa (56) pria yang ditahan karena menipu 92 orang dengan modus memasukkan kerja ke dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Serdang Bedagai, Sabtu (24/1). Ia menipu korbannya dengan total kerugian mencapai Rp 24,9 juta. 

MEDAN, TRIBUN - Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Serdang Bedagai mengungkap dugaan penipuan modus bisa memasukkan seseorang bekerja di dapur Makan Bergizi Gratis (MBG). Adapun terduga pelakunya ialah Mustafa Lubis (56) mengaku sebagai anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan juga wartawan, warga Desa Lubuk Bayas, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai.

Kasat Reskrim Polres Serdang Bedagai AKP Binrod Situngkir mengatakan, jumlah korban sebanyak 92 orang. Sedangkan total kerugian dari keseluruhan korban ditaksir mencapai Rp 24,9 juta.

"Mengaku sebagai LSM dan wartawan menjanjikan bisa memasukkan kerja di MBG. total korban mencapai 92 orang dengan kerugian yang bervariasi," kata Kasat Reskrim Polres Serdang Bedagai AKP Binrod Situngkir, Sabtu (24/1).

AKP Binrod menerangkan, dugaan penipuan bermula pada bulan November 2025 lalu, ketika Arif Dermawan mendapat pesan singkat dari rekannya bernama Fahmi, ada lowongan kerja di dapur Makan Bergizi Gratis Teluk Mengkudu sebagai sekuriti.

Kemudian, ia mendatangi rumah kawannya bernama Fahmi untuk bersama-sama ke rumah seseorang perempuan bernama Santi, guna memastikan pekerjaan sebagai sekuriti tersebut. Setibanya di rumah Santi, korban diminta menyiapkan berkas lamaran kerja, dan uang sebesar Rp 500 ribu.

Pada 2 Desember 2025, korban menyerahkan berkas maupun uang yang diminta sebelumnya kepada Santi, dan ia menyebut akan menyerahkan uang itu kepada pihak MBG.Sesudah memberikan uang, korban dijanjikan akan mulai bekerja sebagai sekuriti mulai  5 Januari lalu.

Bahkan seluruh korban sempat dikumpulkan untuk membahas penempatan kerja. Sampai tanggal 10 Januari lalu, ternyata mereka yang dijanjikan akan bekerja di beberapa dapur MBG dengan berbagai tugas tak kunjung dipekerjakan, meski sudah bayar.

Baca juga: Diduga Pungli Dana Desa, Kejaksaan Agung Periksa Kejari Padang Lawas

Pada akhirnya korban bertanya kepada Santi, kenapa mereka tidak kunjung bekerja dan Santi menyuruh korban menghubungi tersangka Mustafa. Namun ketika korban menghubungi tersangka untuk menanyakan kepastian, malah diblokir.

Padahal, korban juga menghubungi untuk memastikan jika memang tidak bisa bekerja, minta uangnya dikembalikan. Karena merasa ditipu mereka ramai-ramai mengamankan Mustafa dan menyerahkan ke Polisi. "Ketika ditanya, Santi menjawab suruh hubungi langsung Mustafa. Lalu pelapor menghubungi melalui WhatsApp tetapi nomornya diblokir,” katanya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, pekerjaan di dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijanjikan tak pernah ada. Bahkan, Mustafa bukan pengurus dapur Makan Bergizi Gratis.

Uang hasil menipu masyarakat yang benar-benar ingin bekerja ia gunakan untuk keperluan sehari-hari. "Pekerjaan itu nggak pernah ada. Uangnya untuk keperluan sehari-hari,” ujarnya. (cr25/Tribun-Medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved