Rano Karno Siburian Pimpin Federasi Savate Indonesia Kota Medan

Rano Karno Siburian resmi terpilih sebagai Ketua Umum Federasi Savate Indonesia (FSI) Kota Medan periode 2026–2030.

TRIBUN MEDAN/Aprianto Tambunan
CABOR SAVATE - Ketum KONI Medan Aswindy Fachrizal menerima audiensi calon pengurus cabor Savate kota Medan di ruang kerja Ketua KONI Medan, Sekretariat KONI Medan, Jalan Kemiri II, Kota Medan, Kamis (15/1/2026). Dalam audiensi ini calon pengurus Savate Medan memperkenalkan diri kepada KONI Medan sebagai cabor prestasi. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Rano Karno Siburian resmi terpilih sebagai Ketua Umum Federasi Savate Indonesia (FSI) Kota Medan periode 2026–2030. Rano ditetapkan secara aklamasi dalam Musyawarah Kota (Muskot) FSI Kota Medan yang digelar di New Spirit Gym, Sabtu (24/1) sore.

Dengan terpilihnya Rano Karno Siburian, ia sekaligus menjadi ketua umum pertama cabang olahraga bela diri asal Prancis tersebut di Kota Medan, setelah FSI Sumatera Utara resmi diterima sebagai anggota Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumut.

Terpilihnya Rano Karno Siburian tidak terlepas dari dukungan penuh delapan camp savate yang ada di Kota Medan. Seluruh perwakilan camp sepakat memberikan mandat kepemimpinan kepada Rano untuk memimpin dan mengembangkan cabang olahraga savate di ibu kota Provinsi Sumatera Utara tersebut selama empat tahun ke depan.

Ketua FSI Sumatera Utara, Rocky Ando Siahaan, menyambut positif terbentuknya kepengurusan FSI Kota Medan. Ia menilai Medan memiliki peran strategis dalam pengembangan savate di Sumatera Utara karena menjadi pusat lahirnya banyak atlet bela diri.

“Dengan terbentuknya savate Kota Medan, kita di Sumatera Utara pastinya tidak terlepas dari peran Medan. Otomatis Medan adalah tempat di mana bibit-bibit atlet sangat mudah didapat dan sangat diminati, karena di Kota Medan ini sangat banyak klub dan suasana olahraga bela diri,” ujar Rocky kepada Tribun Medan ketika dikonfirmasi, Minggu (25/1).

Rocky berharap ketua terpilih mampu mengakomodasi serta menyeleksi potensi atlet dari berbagai sasana yang ada agar dapat melahirkan atlet berprestasi yang membanggakan Sumatera Utara. Ia juga menilai sosok Rano Karno Siburian bukan figur baru di dunia olahraga.

Rocky juga optimistis FSI Kota Medan di bawah kepemimpinan Rano akan berkembang pesat dan menjadi barometer savate di Sumatera Utara. Menurutnya, Medan layak menjadi contoh bagi kabupaten/kota lain karena statusnya sebagai ibu kota Sumut.

“Kita harapkan Kota Medan ini akan menjadi barometer dan contoh bagi kabupaten lainnya, karena di sini adalah kota utama Sumatera Utara. Kita yakin dan percaya, seperti olahraga tarung lainnya, sebagian besar atlet nantinya akan tercipta dan lahir di Kota Medan,” ucapnya.

Rocky menambahkan hingga saat ini FSI Sumatera Utara telah terbentuk di 17 kabupaten/kota, dengan empat daerah di antaranya sudah melaksanakan musyawarah. Pihaknya kini tengah mengejar persyaratan agar savate bisa dipertandingkan pada ajang Pekan Olahraga Provinsi Sumatera Utara (Porprovsu).

Baca juga: Debut Manis Antoni Nugroho, Sumbang Assist Antar PSMS Medan Tumbangkan FC Bekasi City

“Kita sedang mengejar untuk bisa ikut di Porprovsu sesuai dengan syarat dari KONI Sumatera Utara. Dengan adanya 17 kabupaten dan kota, kita sangat optimis bisa ikut dan saat ini sedang bergerak menuju ke situ,” jelasnya.

Sementara itu, Rano Karno Siburian mengaku bersyukur atas kepercayaan yang diberikan seluruh camp savate di Kota Medan. Ia menyebut dukungan aklamasi tersebut menjadi motivasi besar baginya untuk memajukan savate. “Kalau dari aklamasi tadi, saya sudah mendapatkan delapan dukungan dari setiap camp. Kita sangat bersyukur karena mereka sangat optimis mendukung saya untuk bisa memajukan savate ini di Medan,” ujar Rano.

Dalam waktu dekat, Rano berencana melakukan sosialisasi aturan savate kepada seluruh camp, sekaligus meningkatkan pemahaman atlet dan pelatih terhadap regulasi pertandingan.

“Saya akan membuat setiap camp itu paham tentang peraturan savate Kota Medan dan bagaimana cara bertanding saat ini. Saya juga menargetkan ke depan setiap camp memiliki atlet yang bisa bersaing di level Kejurda hingga nasional,” jelasnya. (cr29/Tribun-Medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved