Eko Purdjianto Ungkap Penyebab PSMS Medan Kalah, Hilang Fokus di Menit Akhir

Pelatih Kepala PSMS Medan, Eko Purdjianto menilai kekalahan timnya saat menghadapi Garudayaksa FC disebabkan oleh hilangnya fokus para pemain.

TRIBUN MEDAN/HO
HILANG FOKUS - Pemain PSMS Medan Adlin Cahya bersama Felipe Cadenazzi berupaya merebut bola dari pemain Garudayaksa FC di Stadion Pakansari, Bogor, Minggu (25/1) sore. Pelatih Kepala PSMS Medan, Eko Purdjianto, menilai kekalahan timnya saat menghadapi Garudayaksa FC disebabkan oleh hilangnya fokus para pemain di menit-menit akhir pertandingan. 

TRIBUN MEDAN.com, MEDAN - Pelatih Kepala PSMS Medan, Eko Purdjianto menilai kekalahan timnya saat menghadapi Garudayaksa FC disebabkan oleh hilangnya fokus para pemain di menit-menit akhir pertandingan. Menurutnya, kelengahan tersebut menjadi faktor utama yang membuat Ayam Kinantan gagal membawa pulang poin dari lawatan ke Bogor.

Pada pertandingan lanjutan pekan ke-17 Pegadaian Championship musim 2025/2026 yang digelar di Stadion Pakansari, Bogor, Minggu (25/1) sore, PSMS Medan harus mengakui keunggulan tuan rumah Garudayaksa FC dengan skor tipis 1–2. Kekalahan tersebut sekaligus menghentikan tren positif PSMS Medan yang sebelumnya tampil cukup konsisten dalam dua laga terakhir.

Meski menelan kekalahan, PSMS Medan menunjukkan penampilan yang cukup impresif sepanjang pertandingan. Anak asuh Eko Purdjianto mampu mengimbangi permainan tuan rumah dan bahkan tampil lebih efektif dalam memanfaatkan peluang. Upaya tersebut membuahkan hasil pada menit ke-71 ketika PSMS Medan berhasil mencuri keunggulan lebih dulu.

Gol pembuka PSMS Medan dicetak oleh penyerang asing mereka, Felipe Cadenazzi. Pemain asal Argentina itu sukses menyundul bola hasil sepak pojok Dani Saputra yang tak mampu diantisipasi oleh penjaga gawang Garudayaksa FC. Gol tersebut membuat PSMS unggul 1–0 sekaligus meningkatkan kepercayaan diri tim.

Namun, keunggulan itu tidak mampu dipertahankan hingga akhir laga. Dalam kondisi tertinggal, Garudayaksa FC langsung meningkatkan intensitas serangan. Tekanan yang terus dilancarkan akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-79.

Everton, yang sebelumnya gagal memanfaatkan beberapa peluang, berhasil menebus kegagalannya dengan mencetak gol penyama kedudukan lewat sundulan kepala setelah memanfaatkan tendangan bebas. Setelah skor kembali imbang, PSMS Medan berupaya mempertahankan hasil tersebut demi menjaga tren positif. Akan tetapi, kelengahan di masa injury time justru menjadi petaka bagi Ayam Kinantan. Pemain pengganti Garudayaksa FC, Taufik Hidayat, sukses mencetak gol penentu kemenangan pada menit ke-90+4, yang memastikan tuan rumah menang dramatis dengan skor 2–1.

Eko Purdjianto menegaskan bahwa fokus hingga peluit akhir merupakan kunci utama dalam pertandingan yang berjalan ketat. Ia menyebut persaingan di Grup A Pegadaian Championship musim ini sangat kompetitif, sehingga kesalahan kecil bisa berakibat fatal. “Ya kita harus fokus sampai menit akhir dibunyikan. Makanya saya selalu bilang, di mana pun bisa saling mengalahkan, tim di grup ini sangat ketat. Makanya kita jangan sampai kehilangan fokus, tetap fokus selama pertandingan ya. Kuncinya di fokus itu,” ujar Eko.

Ia juga mengakui bahwa banyaknya proses pengecekan VAR yang memakan waktu serta tambahan waktu yang cukup panjang turut memengaruhi jalannya pertandingan. Meski demikian, Eko menilai hal tersebut tidak bisa dijadikan alasan bagi timnya untuk kehilangan konsentrasi di lapangan.

“Ya salah satunya seperti itu (check VAR ganggu konsentrasi pemain), tapi nggak tahu juga di lapangan. Tapi menurut saya pengaruh juga, bahkan kan perpanjangan waktu saja sampai 12 menit,” lanjutnya.

Lebih jauh, Eko memastikan tim pelatih akan melakukan evaluasi menyeluruh atas hasil tersebut. Ia menegaskan evaluasi tetap dilakukan baik saat tim meraih kemenangan maupun mengalami kekalahan, agar kesalahan serupa tidak kembali terulang di pertandingan berikutnya. “Ya kita tetap, setiap pertandingan itu akan melakukan evaluasi. Kemenangan pun kita tetap evaluasi. Jadi bagaimana kita bisa kemasukan dan ke depannya kita akan perbaiki untuk pertandingan berikutnya,” pungkas Eko. 

Baca juga: PSDS Deliserdang Tiba di Solo Jelang Play off Degradasi Liga Nusantara

Jalani Recovery Training

TERKAIT kondisi pemain pasca pertandingan, Eko menyebut secara umum kondisi skuadnya cukup baik. Berdasarkan hasil pemeriksaan tim medis, tidak ada pemain yang mengalami cedera serius meski beberapa di antaranya mengalami luka ringan akibat benturan selama pertandingan.

“Tadi cek dari dokter Alhamdulillah pemain hanya cedera ringan saja, tapi kondisi pemain akan kita lihat besok sore di recovery training. Sejauh ini ada beberapa pemain yang cedera luka, tapi hanya ringan,” jelasnya.

Eko juga menegaskan bahwa PSMS Medan tidak ingin larut dalam kekecewaan. Tim akan langsung mengalihkan fokus untuk menatap laga berikutnya melawan FC Bekasi City. Untuk itu, sesi latihan pemulihan akan langsung digelar di Stadion Mini Disporasu pada Selasa (27/1), guna mempersiapkan kondisi fisik pemain. “Ya besok (hari ini) kita langsung latihan sore recovery training untuk persiapan menghadapi FC Bekasi City di hari Jumat nanti,” pungkas Eko. (cr29/Tribun-Medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved