PSMS Datangkan Dua Pemain Lokal Baru, Dari Malut United dan Sriwijaya FC

PSMS Medan kembali bergerak aktif pada bursa transfer paruh musim Pegadaian Championship 2025/2026.

TRIBUN MEDAN/Aprianto Tambunan
PEMAIN LOKAL - Presiden Direktur PSMS Medan Fendi Jonathan (dua kanan) menjadi narasumber Tribun Medan di program Podcast Tebas Medan, Senin (12/1). Fendi menyampaikan bahwa ada dua pemain lokal yang akan bergabung hari ini ke skuat PSMS Medan. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - PSMS Medan kembali bergerak aktif pada bursa transfer paruh musim Pegadaian Championship 2025/2026. Setelah lebih dulu mengumumkan enam pemain anyar, tim berjuluk Ayam Kinantan itu dipastikan akan menambah dua pemain lokal untuk memperkuat kedalaman skuad.

Kepastian tersebut disampaikan langsung Presiden Direktur PSMS Medan, Fendi Jonathan, dalam podcast Tribun Medan program Tendangan Bebas (TEBAS) yang berlangsung di Studio Redaksi Tribun Medan, Senin (12/1).

Fendi mengungkapkan, dua pemain lokal tersebut sudah resmi bergabung pada hari ini. Ia juga memastikan bahwa untuk saat ini belum ada penambahan pemain asing pada bursa transfer paruh musim kali ini. “Sudah ada pemain dan hari ini masuk dua pemain lokal. Untuk pemain asing tidak ada,” ujar Fendi.

Keputusan PSMS Medan untuk fokus memperkuat pemain lokal, menurut Fendi, merupakan hasil evaluasi menyeluruh yang dilakukan manajemen bersama tim pelatih. Evaluasi tersebut menunjukkan adanya ketimpangan di sektor pemain lokal pada putaran pertama kompetisi.

“Evaluasi ini bukan hanya dari saya, tapi juga dari pelatih. Selama ini yang harus kita perkuat memang pemain lokal, karena sangat timpang. Pada putaran pertama, daya kita hanya bertumpu pada Lastori dan Maring. Tidak ada pergantian, mereka terus yang main,” jelasnya.

Padahal, PSMS Medan sebelumnya memiliki opsi lain seperti Vivi dan Ghozo. Namun, situasi cedera membuat pilihan tersebut tak maksimal. Vivi, misalnya, mengalami cedera panjang sejak awal Agustus dan baru kembali menjalani latihan pada Desember lalu. “Kalau Vivi, dari awal Agustus sudah cedera panjang dan baru latihan lagi Desember kemarin. Itu yang membuat lini depan kita benar-benar struggle,” lanjut Fendi.

Berkaca dari kondisi tersebut, manajemen PSMS Medan memilih memperkuat komposisi pemain lokal, khususnya dengan mendatangkan pemain-pemain muda seperti  Abdul Zaki Alim, Muhammad Fazri, Husein Anshori, Dani Saputra, dan Adlin Cahya. Sementara satu nama lainnya adalah Ahmad Wadil.

Langkah ini juga dilakukan untuk menyesuaikan regulasi pemain muda yang dinilai sebelumnya terlalu timpang. “Makanya sekarang kita coba perkuat bagian yang memang perlu. Kita isi pemain muda supaya lebih setara dan jiwa kompetitifnya ada. Di awal regulasi, pemain muda kita hanya Reyki, sisanya terlalu timpang,” katanya.

Fendi juga menyinggung soal Wadil, pemain muda PSMS Medan yang dinilai potensial, namun tidak masuk dalam regulasi pemain muda karena usianya sudah di atas 20 tahun.

Terkait kemungkinan datangnya pemain dengan label bintang atau Grade A, Fendi menegaskan bahwa manajemen tidak terlalu terpaku pada status tersebut. Baginya, yang terpenting adalah kontribusi nyata bagi tim. “Saya tidak tahu kategori bintang seperti apa. Kalau saya, pemain yang saya pilih menurut saya bagus, berarti dia bintang bagi saya. Tapi kalau menurut orang tidak bintang, tidak masalah. Yang penting dia bisa bantu klub,” tegasnya.

Fendi juga menyebutkan salah satu pemain muda PSMS Medan, Abdul Zaki Alim, yang merupakan adik sepupu pemain Timnas Indonesia, Egy Maulana Vikri. Menurutnya, gaya bermain Abdul Zaki memiliki kemiripan dengan Egy.

Dalam kesempatan tersebut, Fendi turut menjelaskan bahwa pemain baru bisa langsung dimainkan selama statusnya loan atau free transfer dan telah terdaftar dalam sistem. Namun, untuk pemain pinjaman, PSMS Medan dibatasi maksimal enam pemain. “Hari ini yang masuk satu pemain loan dari Malut sebagai gelandang bertahan dan satu lagi free transfer dari Sriwijaya FC. Kita sudah lihat penampilannya, baik saat laga home maupun away, dan dia cukup menonjol,” pungkasnya. (cr29)

Baca juga: Menang Lawan Nusantara United, PSDS Optimistis Bangkit di Putaran Ketiga Liga Nusantara


Evaluasi Panjang

PENUNJUKAN Eko Purdjianto sempat menimbulkan pro dan kontra di kalangan suporter. Sebagian pendukung berharap kursi pelatih kepala PSMS Medan diisi oleh sosok pelatih lokal asal Sumatra Utara.  Namun demikian, manajemen tetap menjatuhkan pilihan kepada Eko Purdjianto dengan sejumlah pertimbangan matang.

Presiden PSMS Medan, Fendi Jonathan, menegaskan bahwa keputusan tersebut diambil setelah melalui proses evaluasi panjang dan bukan secara instan.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved