Ditemukan di Samping Kuburan Paman, Penganiaya Mahasiswa belum Ditangkap
Kasus dugaan penganiayaan Mahasiswa Universitas Katolik Santo Thomas Medan (Unika) bernama Michael Ginting, hingga saat ini masih misteri.
Penulis: Fredy Santoso | Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kasus dugaan penganiayaan Mahasiswa Universitas Katolik Santo Thomas Medan (Unika) bernama Michael Ginting, hingga saat ini masih misteri.
Sudah 14 hari berlalu, sejak Michael ditemukan bersimbah darah di samping kuburan pamannya, tepatnya di tempat pemakaman Kristen, Desa Lantasan Baru, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang, Polisi belum mengungkap motif peristiwa ini.
Begitu juga dengan terduga pelaku yang membuat Michael luka-luka, belum ada yang ditangkap
Kapolsek Patumbak Kompol Daulat Simamora mengatakan, pihaknya masih terus menyelidiki kasus ini. Ia menyebut, korban masih terus menjalani perawatan dan belum sembuh.
Sehingga proses pemeriksaan terhadap korban masih terkendala karena korban sempat tak sadarkan diri akibat luka parah yang dialaminya. "Belum ada yang diamankan. Korban masih terus dirawat, masih sulit diminta keterangan,"kata Kapolsek Patumbak Kompol Daulat Simamora, Senin (29/12).
Sebelumnya, peristiwa menggemparkan terjadi di Kecamatan Patumbak, tepatnya di tempat pemakaman Kristen, Desa Lantasan Baru, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deliserdang.
Seorang mahasiswa bernama Michael Ginting (20-an) ditemukan bersimbah darah di samping kuburan. Korban tergeletak penuh luka di bagian kepala, telinga dan tubuhnya.
Saat pertama kali ditemukan, Michael mengenakan kaus, celana panjang dan sepatu berwarna putih.
Opik Barus yang merupakan keluarga korban mengatakan, korban pertama kali ditemukan oleh pekerja kebun singkong, sekira pukul 07.00 WIB. Ketika mau mengangkat batang singkong melihat seorang pria tergeletak bersimbah darah, tapi masih bernyawa. Kemudian pekerja kebun melaporkan ke warga sekitar hingga akhirnya dievakuasi.
Baca juga: Beraksi Dini Hari, Pengendara Motor Dibegal di Hamparan Perak
Kuburan tempat korban tergeletak merupakan makam bapak tengah atau paman. "Korban ditemukan sudah terkapar di sini dan nampak sama orang yang sedang kerja mengambil batang ubi. Nah, baru dilaporkan sama orang kampung dan orang kampung ramai-ramai ke lokasi, baru diangkat,"kata Opick Barus di lokasi, Selasa (18/11) lalu.
Korban pun dibawa ke RSU Sembiring Deli Tua guna mendapatkan perawatan. Luka korban cukup serius, mulai dari luka bacok hingga memar. Opick menyebut korban sudah mulai sadarkan diri.
Hingga saat ini belum diketahui kenapa korban bisa ditemukan di kuburan orang tuanya apakah berkelahi atau diculik. Sebab, tak ada barang berharga Michael hilang, termasuk sepeda motornya masih ada. Keluarganya menduga korban dikeroyok sejumlah orang.
"Barang-barangnya tidak ada hilang, hanya kunci saja yang hilang. Kalau kereta lengkap semua, handphone, headset ada semua. Tak tahu kita masalah dugaan itu (berantam atau begal). Tapi yang pasti, kami curiga, ya, pengeroyokan ini,” katanya. (cr25/Tribun-Medan.com)
| Suami Aniaya Istri hingga Tewas Gegara Masalah Sepele, Pelaku Tidur dengan Jasad Istri selama 2 Hari |
|
|---|
| Diduga Mencuri Buah Matoa, Seorang Pria di Medan Labuhan Tewas Dianiaya dengan Tangan Terikat |
|
|---|
| Nyawa Melayang Diduga Karena Buah Matoa, Ayah Korban Minta Pelaku Dihukum |
|
|---|
| Kabur Usai Tusuk Saudara Pakai Obeng, Polsek Medan Tembung Tangkap Pelaku di Aceh |
|
|---|
| Kabur setelah Tusuk Saudaranya Pakai Obeng, Warga Tembung Ditangkap saat Kabur ke Aceh |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Penganiayaan-Mahasiswa-Unika-Medan_Michael-Ginting_.jpg)