Hasil Uji Lab Sampel MBG di SMP 1 Laguboti, Kandungan Bakteri di MBG Siswa Lebih Ambang Batas

Hasil uji lab sampel Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyebabkan seratusan siswa SMP 1 Laguboti telah keluar.

|
TRIBUN MEDAN/HO
EVAKUASI SISWA - Tim medis saat mengevakuasi siswa SMP Negeri 1 Laguboti ke rumah sakit karena diduga keracunan MBG, Rabu (15/10). Hasil uji lab sampel makanan MBG dari BBPOM telah keluar dan menunjukkan adanya kandungan bakteri yang melebihi ambang batas. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kepala Dinas Kesehatan Sumut Faisal Hasrimy mengatakan, hasil uji lab sampel Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyebabkan seratusan siswa SMP 1 Laguboti telah keluar.

Menurut Faisal, hasil pengujian sampel makanan oleh Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) menunjukkan adanya kandungan bakteri yang melebihi ambang batas. 

Dikatakannya, ada dua jenis bakteri yang ditemukan adalah Bacillus cereus dan Staphylococcus aureus.

“Ini kasus pertama dan kita tidak ingin hal serupa terulang lagi. Karena itu, kita bersama seluruh pemangku kepentingan akan memperkuat pengawasan rantai pasok bahan makanan hingga makanan tersebut dikonsumsi,” jelasnya, Jumat (24/10).

Untuk itu kata Faisal, ada lima hal yang menjadi penekanan Pemprov Sumut untuk mencegah kejadian serupa terulang. 

"Pertama, SPPG wajib memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Kedua, menjamin kebersihan pangan, alat masak, dan wadah saji. Ketiga, memastikan distribusi makanan berjalan cepat dan tepat," katanya.

Keempat, penjamah makanan wajib memiliki sertifikat. Kelima, segera melapor jika muncul gangguan pencernaan setelah mengonsumsi MBG.

“Kami terus memastikan agar penanganan anak-anak sekolah yang terdampak berjalan optimal,” katanya.

Faisal juga menegaskan, pemprov Sumut tetap mendukung penuh program MBG sebagai bagian dari upaya peningkatan gizi anak sekolah.

"Karena itu, aspek keamanan pangan menjadi prioritas utama pemerintah,"jelasnya.

Selain itu, kata Faisal, pihaknya meminta BGN untuk memperketat pengawasan MBG di SPPG.

"Kita minta BGN juga memperketat pengawasan terhadap MBG di seluruh kab/Kota di Sumut," jelasnya. 

Baca juga: Pesta Njuah-Juah di Kabupaten Dairi Tahun Ini Digelar 29-30 Oktober

Buah Semangka Tak Layak

Sebelumnya, sebanyak seratusan siswa SMP Negeri 1 Laguboti, Kabupaten Toba, Sumatera Utara, keracunan usai menyantap makanan bergizi gratis (MBG) pada Rabu (15/10).

Dinas Kesehatan Toba langsung turun tangan mengambil sampel makanan untuk meneliti penyebab keracunan tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Toba, Freddi Seventry, mengatakan dari hasil pemeriksaan awal ditemukan kondisi buah semangka yang sudah tidak layak.

"Dari laporan tim yang mengambil sampel ditemukan makanan diduga buah semangka agak berlendir," ujar Freddi. (cr5/Tribun-Medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved