Pedagang Tradisional di Kota Medan Didorong Melek Digital

Wakil Wali Kota Medan, Zakiyuddin Harahap mendorong para pedagang pasar tradisional di Kota Medan segera bertransformasi ke arah digital.

TRIBUN MEDAN/HUSNA FADILLA
DIGITALISASI - Pedagang menata cabai merah dan cabai rawit di Pasar Tradisional Medan, Senin (13/10/2025). Di tengah gempur arus digitalisasi, Wakil Wali Kota Medan, Zakiyuddin Harahap mendorong para pedagang pasar tradisional di Kota Medan segera bertransformasi ke arah digital. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Di tengah gempur arus digitalisasi, Wakil Wali Kota Medan, Zakiyuddin Harahap mendorong para pedagang pasar tradisional di Kota Medan segera bertransformasi ke arah digital. Tak ada pilihan demi tidak kalah bersaing dengan platform marketplace modern.

Hal itu disampaikan Zakiyuddin saat rapat bersama DPW Asosiasi Pedagang Seluruh Indonesia (APSI) Provinsi Sumatera Utara di Balai Kota Medan. Dalam rapat bersama ini, Benny Iskandar Nasution selaku Kadis Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan. 

Dalam pertemuan tersebut, pengurus APSI menyampaikan sejumlah persoalan yang dihadapi para pedagang, mulai dari menurunnya jumlah pengunjung, omzet hingga minimnya kemampuan digital para pelaku usaha pasar yang masih bergantung pada sistem penjualan konvensional.

"Sekarang masyarakat banyak yang berbelanja online. Karena itu, pedagang pasar juga harus bisa menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman," ujar Zakiyuddin. 

Baca juga: Sekitar 50 Persen Wilayah Medan Jadi Langganan Banjir

Ikut serta Direktur PUD Pasar Kota Medan dibahas sejumlah strategi tantangan. Zakiyuddin menegaskan bahwa Pemko Medan siap memberikan dukungan melalui pelatihan digital marketing dan penjualan daring (online selling) bagi para pedagang.

“Pemko Medan berkomitmen membantu pedagang agar bisa beradaptasi dengan sistem jual beli digital. Ini bentuk kepedulian kami agar ekonomi pasar tetap hidup dan tidak tertinggal,” tambahnya.

Selain itu, Wakil Wali Kota juga menyoroti pentingnya kebersihan, kenyamanan, dan pelayanan pasar sebagai faktor utama untuk menarik kembali minat masyarakat agar berbelanja di pasar tradisional.

"Daya beli masyarakat juga dipengaruhi oleh kondisi pasar. Pasar harus bersih, aman, dan nyaman agar tidak kalah saing dengan minimarket atau supermarket besar di kota ini," tegasnya.

Sementara itu, pihak DPW APSI Sumut menyambut positif arahan tersebut. Mereka berharap Pemko Medan dapat memperkuat sinergi dengan asosiasi pedagang dalam meningkatkan kesejahteraan dan daya saing pedagang tradisional melalui program digitalisasi dan pemberdayaan ekonomi lokal. (dyk/Tribun-Medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved