Binjai Terkini

Wali Kota Binjai Tak Bisa Jumpai Pengunjuk Rasa karena Tugas ke Luar Kota, Pedagang Kecewa

Seratusan Pedagang Kaki Lima (PKL) kecewa tak bisa bertemu langsung dengan Wali Kota Binjai, Amir Hamzah saat menggeruduk kantor.

TRIBUN MEDAN/Muhammad Anil Rasyid
UNJUK RASA - Seratusan PKL menggeruduk Kantor Wali Kota Binjai yang beralamat di Jalan Sudirman, Kecamatan Binjai Kota, Kota Binjai, Sumatera Utara, pada Senin (27/4/2026). 

TRIBUN-MEDAN.com, BINJAI - Seratusan Pedagang Kaki Lima (PKL) kecewa tak bisa bertemu langsung dengan Wali Kota Binjai, Amir Hamzah saat menggeruduk kantor Pemerintah Kota (Pemko) pada, Senin (27/4/2026). 

Wali kota dikabarkan sedang menjalani tugas kedinasan di luar kota, saat seratusan PKL yang ingin mengadukan nasibnya ke orang nomor satu di Kota Binjai ini. 

Para PKL yang menggeruduk kantor wali kota tergabung dari pedagang di Jalan Olahraga, Jalan Sudirman, dan Jalan Bandung, yang ditertibkan oleh Satpol PP beberapa waktu yang lalu. 

"Hasilnya kata pak sekda saat berkomunikasi sama pak wali kota, tidak ada keputusan hari ini," kata Firman alias Wak Maman salah  seorang PKL. 

Lanjut Wak Maman mewakili PKL lainnya, berharap agar Wali Kota Binjai bisa bertemu dengan mereka hari ini. 

"Harapan kami dan saya pribadi, mohon kepada wali kota untuk bisa bertemu kami hari ini. Tapi kalau kami disuruh kembali lagi, seperti dialog yang kemarin di Kantor Camat Binjai Timur, dan hasilnya sama. Gak jauh bedanya, gak ada keputusan," kata Wak Maman. 

Gitupun Wak Maman mengaku, pemko sudah memberikan solusi soal lokasi relokasi. Namun seratusan pedagang tak setuju. 

"Solusi yang diberikan pemko soal lokasi relokasi, semua PKL tidak setuju. Karena itu jauh dari pembeli, pernah kami pindah tapi gak laku. Kami mohon tetap berjualan di Jalan Olahraga, ada peraturan dan ditata, kami siap menjaganya," kata pria yang berjualan buah-buahan. 

"Kalau jumlah PKL di Jalan Olahraga ada sebanyak 54 pedagang," sambungnya. 

Sedangkan itu, pedagang lainnya terus berteriak dan menyampaikan kekesalannya. Pasalnya mereka sudah hampir sebulan tak bisa jualan untuk mencari uang untuk kebutuhan hidup sehari-hari.

"Sudah 25 hari kami gak jualan. Katanya kalau membuat kesalahan boleh dijewer kupingnya. Mana sini dijewer kupingnya. Dan kasarnya Satpol PP ini, sudah kami simpan stelling kami tetap dikejar. Udah melebihi polisi kalian," teriak pedagang lainnya. 

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Binjai, Chairin Simanjuntak membenarkan jika Wali Kota, Amir Hamzah lagi ada tugas kedinasan, dan besok baru pulang. 

"Rencana pada Rabu (29/4/2026) sekitar pukul 09.00 WIB, pak wali akan siap menerima para pedagang dan kita semua. Nanti pak wali akan menerima harapan-harapan para pedagang," ujar Chairin. 

Chairin pun mengaku tidak bisa membuat keputusan atas aksi yang dilakukan seratusan PKL. 

"Soal pedagang yang meminta tetap berjualan dilokasi yang kemarin ditertibkan, sudah kita catat dan nanti kita putuskan pada hari Rabu bersama pimpinan. Saya tidak bisa memutuskan pada hari ini," tutup Chairin. 

Dikabarkan sebelumnya, seratusan pedagang dan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Forum Pedagang Kaki Lima Kota Binjai, menggeruduk Kantor Walikota Binjai, Jalan Sudirman, Kecamatan Binjai Kota, Kota Binjai, Sumatera Utara, pada Senin. 

Aksi tersebut merupakan bentuk kekecewaan masyarakat, khususnya para Pedagang Kaki Lima (PKL) di Jalan Bandung, Jalan Sudirman, dan Jalan Olahraga yang sebelumnya digusur oleh Satpol PP Kota Binjai

Dengan menaiki beberapa mobil jenis pikap dan sepeda motor serta membawa pengeras suara (Sound System) para pengunjukrasa juga membentangkan spanduk berukuran besar dan karton bertuliskan tuntutan mereka seraya mengibarkan bendera merah putih.

"Rakyat kecil disembelih oleh pemimpin zalim. Walikota Anti Rakyat. Bergerak!!! Mencari arah pikiran Walikota!!! Emang ada. Kami tidak butuh Perda, Kami butuh makan," tulis salahsatu spanduk. 

Sementara itu, salah seorang orator aksi, Edward Gurki, dalam orasinya menuntut janji Walikota Binjai pada saat kampanye Pilkada. 

"Kami yang tergabung dari beberapa aliansi mahasiswa bersama pedagang kaki lima, menuntut ketidakadilan yang terjadi saat ini di Kota Binjai. Janji Pilkada akan memperjuangkan hak hak pedagang dan masyarakat kota Binjai, tapi tidak terbukti, dan itu bohong semua," ujar Gurki. 

"Para pedagang hanya mencari sesuap nasi, tapi kenapa malah digusur. Mereka juga manusia yang mengais rejeki untuk menghidupi keluarganya," sambungnya, seraya disambut meriah oleh para pengunjukrasa. 

Sementara itu, salah seorang pedagang yang mengaku bernama Firman, dengan suara datar berharap agar Wali Kota Binjai dapat menemui mereka. Namun permintaan itu seolah bertepuk sebelah tangan. 

"Kami bukan teroris, kami bukan pemberontak. Kami tau hukum dan kami siap ditata. Tolong kepada Bapak Wali Kota Binjai untuk berjumpa dengan kami walau hanya 5 menit. Apalagi kami sudah sekitar 25 hari tidak berjualan. Bagaimana anak dan istri kami," ujar Firman. 

Aksi dorong dorongan pun akhirnya terjadi di depan pintu gerbang Kantor Wali Kota Binjai yang dijaga ketat oleh Satpol PP dan beberapa petugas kepolisian. 

Kekesalan para pengunjukrasa memuncak karena Wali Kota Binjai tidak menemui mereka. Bahkan salah seorang pejabat Pemko Binjai yang diutus untuk menerima keluhan massa, malah diusir oleh para pengunjukrasa. 

"Kami tidak mau menerimanya. Kami mau Walikota Binjai yang hadir langsung menemui kami," ungkap pengunjukrasa. 

Kesal dengan sikap Wali Kota Binjai yang tidak mau menemui mereka, para pengunjukrasa pun merobohkan kedua pintu gerbang Pemko Binjai hingga runtuh. 

"Jual sabu dan barak narkoba kenapa gak digusur dan kenapa tidak diberantas. Tapi kenapa kami yang hanya berjualan untuk menghidupi anak dan istri kami, malah digusur," teriak para pengunjukrasa sembari sembari menginjak injak pintu gerbang Pemko Binjai

Puncak kekesalan massa pun terjadi. Ditengah teriknya panas matahari, massa pun akhirnya menerobos barisan Satpol PP dan masuk ke Kantor Pemko Binjai setelah pintu gerbang berhasil dirobohkan oleh mereka.

(cr23/tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved