Dukung Praktik Perkebunan Berkelanjutan, Ratusan Petani Swadaya di Langkat Peroleh STDB Perdana
Dukung Praktik Perkebunan Berkelanjutan, Ratusan Petani Swadaya di Langkat Peroleh STDB Perdana
Seiring dengan masih berlangsungnya proses verifikasi, jumlah penerima STDB diperkirakan akan terus bertambah, membuka jalan bagi lebih banyak petani untuk berpartisipasi dalam rantai pasok sawit yang inklusif dan dapat ditelusuri.(*)
Tentang Sinar Mas Agribusiness and Food
Sinar Mas Agribusiness and Food, yang beroperasi di bawah Golden Agri-Resources (GAR), merupakan salah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit terkemuka dengan luas areal tanam di Indonesia lebih dari setengah juta hektar, termasuk kebun milik petani plasma, serta bermitra dengan lebih dari 800.000 petani swadaya. Sebagai bagian dari agribisnis global GAR dengan pendekatan seed-to-shelf, perusahaan ini mengelola operasi terpadu dalam produksi bahan pangan berbasis minyak nabati, serta terus bertumbuh dengan tujuan memberikan nilai jangka panjang melalui praktik produksi minyak kelapa sawit yang berkelanjutan.
Di Indonesia, kegiatan utama perusahaan meliputi budidaya dan pemanenan kelapa sawit, pengolahan tandan buah segar menjadi minyak kelapa sawit mentah (CPO) dan inti sawit, serta penyulingan CPO menjadi produk bernilai tambah seperti minyak goreng, margarin, shortening, dan biodiesel yang dipasarkan ke berbagai negara. Perusahaan juga beroperasi di Tiongkok dan India dengan fasilitas pengolahan minyak nabati dan produk pangan. Pada 2025, perusahaan memproduksi sekitar 2,8 juta metrik ton produk berbasis kelapa sawit dengan lebih dari 30 merek konsumen.
Keberlanjutan merupakan hal penting bagi perusahaan. Sejalan dengan kebijakan Responsible Agri-Commodity Sourcing dan kerangka Collective for Impact dari GAR, perusahaan berkomitmen memastikan praktik yang bertanggung jawab, meningkatkan transparansi rantai pasok, serta memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat. Saat ini, 99,5 persen rantai pasok kelapa sawit di Indonesia dapat ditelusuri hingga ke tingkat perkebunan, sementara komoditas non-kelapa sawit mencapai 100 % hingga tingkat pabrik.
Perusahaan induknya, GAR didirikan pada tahun 1996 dan tercatat di Bursa Efek Singapura pada 1999, dengan kapitalisasi pasar sebesar US$2,8 miliar per 31 Desember 2025. Flambo International Limited merupakan pemegang saham terbesar dengan kepemilikan 50,56 % . GAR memiliki beberapa anak perusahaan, termasuk PT SMART Tbk yang tercatat di Bursa Efek Indonesia pada tahun 1992. Secara global, GAR beroperasi di 14 negara dan menjangkau lebih dari 110 pasar, didukung oleh kekuatan logistik dan perdagangan komoditas lainnya seperti gula, kedelai, bunga matahari, dan kelapa.
| Pengedar Narkoba Diringkus di Langkat, Sempat Injak Ganja untuk Kelabui Polisi |
|
|---|
| Vietnam Diringkus di Langkat, Sempat Injak Ganja untuk Kelabui Polisi |
|
|---|
| Harga Pupuk Subsidi di Langkat Beratkan Petani, Bupati Minta Inspektorat Lakukan Pemeriksaan |
|
|---|
| Polisi Ringkus Tersangka Curanmor di Langkat dalam Waktu Tiga Jam, Satu Orang Buron |
|
|---|
| Jalan Kampung Diduga Diserobot tanpa Alas Hak, Dialog Warga dan Kepala Desa tak Ada Titik Temu |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Sebanyak-307-petani-kelapa-sawit-swadaya-di-Kabupaten-Langkat-Sumatra-Utara.jpg)