STAB Bodhi Dharma Gelar Lokakarya Borobudur untuk Memperdalam Pemahaman Agama Buddha Indonesia

STAB Bodhi Dharma Gelar Lokakarya Borobudur untuk Memperdalam Pemahaman Agama Buddha Indonesia

Tayang:
Editor: Aisyah Sumardi
TRIBUN MEDAN
foto Bersama Narasumber, Moderator, Seluruh Peserta dan Panitia 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Sekolah Tinggi Agama Buddha (STAB) Bodhi Dharma menyelenggarakan kegiatan Lokakarya Borobudur” pada tanggal 8 hingga 10 Mei 2026 bertempat di Hall Serbaguna STAB Bodhi Dharma, Gedung Prasadha Jinadhammo Mahathera, Kompleks MMTC, Deli Serdang, Sumatera Utara. Kegiatan ini diselenggarakan oleh STAB Bodhi Dharma dan didukung oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Kementerian Agama Republik Indonesia, Majelis Buddhayana Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Yayasan Prasadha Jinadhammo Mahathera dan Karaniya. Lokakarya ini merupakan bagian dari Road Show Lokakarya Borobudur yang dilaksanakan di beberapa wilayah di Indonesia yaitu Jakarta, Bogor, Deli Serdang, Bali, Yogyakarta, Wonogiri dan Magelang dengan narasumber Utama Bapak Dr. Hudaya Kandahjaya.

 

            Dr. Hudaya Kandahjaya merupakan akademisi dan peneliti Buddhisme Indonesia yang telah lama mendalami kajian Candi Borobudur dan Agama Buddha Indonesia. Berawal dari ketertarikannya terhadap ajaran Buddha sejak menempuh pendidikan di Institut Pertanian Bogor (IPB), beliau kemudian aktif mengajar agama Buddha serta menghasilkan berbagai karya ilmiah dan buku tentang Borobudur. Penelitiannya mengenai simbolisme, prasasti, dan sejarah Borobudur telah dipresentasikan dalam berbagai seminar internasional di Indonesia maupun luar negeri, serta menjadi salah satu rujukan penting dalam kajian Borobudur dan perkembangan Agama Buddha Indonesia.

STAB Bodhi Dharma Gelar Lokakarya
Rangkaian acara Pembuka Lokakarya Borobudur pada tanggal 08 Mei 2026 : Kata Pembuka dari Panitia Pelaksana Panir Selwen, SE, M.Pd, Kata Sambutan dari Ketua STAB Bodhi Dharma ibu Mina Wongso, S.Psi, M.Psi., Psikolog., Pembacaan doa pembuka yang dipimpin oleh Bapk UP. Bhadra Pala. Acara dipandu oleh Moderator bapak Dr. Heru Suherman.

            Acara diawali dengan Pembuka dari Panitia Pelaksana Panir Selwen, SE, M.Pd dan dilanjutkan Kata Sambutan dari Ketua STAB Bodhi Dharma ibu Mina Wongso, S.Psi, M.Psi., Psikolog. Kemudian acara Lokakarya ini ditandai dengan Pembacaan doa pembuka yang dipimpin oleh Bapk UP. Bhadra Pala. Selanjutnya acara dipandu oleh Moderator bapak Dr. Heru Suherman.        

            Selama tiga hari pelaksanaan, peserta akan mengikuti tujuh sesi pembelajaran yang membahas berbagai tema penting, yaitu:

1.    Transmisi Ajaran Agama Buddha

2.    Prasasti Kayumwungan

3.    Agama Buddha Indonesia

Ketiga materi tersebut akan dipelajari secara mendalam dalam tujuh sesi diskusi dan pembelajaran interaktif yang bertujuan memperluas wawasan peserta mengenai perkembangan ajaran Buddha di Nusantara, sejarah Buddhisme Indonesia, serta keterkaitan Borobudur dengan identitas spiritual umat Buddha Indonesia.

Rangkaian acara Pembuka Lokakary
Suasana Lokakarya Borobudur dengan Narasumber Utama Dr. Hudaya Kandahjaya.

            Dalam sambutannya, Ketua STAB Bodhi Dharma menyampaikan bahwa Lokakarya Borobudur bukan sekadar kegiatan akademik, tetapi juga menjadi momentum penting untuk memperkuat pemahaman umat Buddha terhadap akar sejarah, budaya, dan spiritualitas Buddhisme Indonesia. Beliau berharap kegiatan ini mampu menumbuhkan semangat generasi muda Buddhis untuk lebih mengenal dan melestarikan warisan luhur Buddhisme Nusantara, khususnya nilai-nilai yang terkandung dalam Borobudur sebagai mahakarya spiritual dunia. 

 

            Peserta tampak cukup antusias mengikuti Lokakarya Borobudur ini. Selain diikuti oleh jajaran sivitas akademika STAB Bodhi Dharma, kegiatan ini juga turut dihadiri oleh Pembimas Buddha Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara Bapak Sukasdi, S.E., M.A., Pembimas Buddha Kanwil Kementerian Agama Provinsi Aceh Bapak Suwarno, S.Ag.,M.Pd., Penyelenggara Buddha Kementerian Agama Kabupaten Deli Serdang Bapak Rames Khumar, S.Ag., M.Pd. beserta jajaran, Plt. Penyelenggara Buddha Kementerian Agama Kota Medan Bapak Darsono, S.Ag., M.Si. beserta jajaran, Penyelenggara Buddha Kementerian Agama Kota Pematangsiantar Bapak Gunawan, S.E., M.M., Ketua Majelis Buddhayana Indonesia Provinsi Sumatera Utara Bapak Ir. Eddy Sujono Setiawan, M.M. beserta jajaran, Ketua DPD WALUBI Provinsi Sumatera Utara Bapak Brilian Moktar, S.E., M.M., M.H., Pengurus Yayasan Prasadha Jinadhammo, Ketua Umat Buddha Nusantara Indonesia (UBN-I) Bapak Charles Tandoko beserta jajaran, Pengurus Ikatan Alumni Bodhi Dharma (IABD), para pandita, tokoh Buddhis, Dosen, Penyuluh agama Buddha, guru agama Buddha, mahasiswa, serta umat Buddha.

Suasana Lokakarya Borobudur dengan Narasumber
Penyematan Ulos Penghormatan yaitu : Penyematan Ulos kepada , Bapak Dr. Hudaya Kandahjaya, dilakukan oleh Ketua STAB Bodhi Dharma bersama Ketua Majelis Buddhayana Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Bapak Ir. Eddy Sujono Setiawan, M.M. Kepada moderator, Bapak dr. Heru Suherman, oleh Ketua Yayasan Prasadha Jinadhammo Mahathera, Bapak Darsono, S.Ag., M.Si. dan Ketua Panitia Pelaksana Panir Lokakarya Borobudur Bapak Panir Selwen. Penyematan Ulos kepada Ibu Cri Utpala Nataindra (istri Bapak Dr. Hudaya), dilakukan oleh Ibu Dr. Winja Kumari, M.Pd (Ketua UPM ) dan Ibu Nuriani, S.T., S.Pd.B., S.S., MTSOL (Wakil Ketua I).

            Pembimas Buddha Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara, Bapak Sukasdi, S.E., M.A., menyampaikan bahwa umat Buddha perlu lebih mengenal dan memahami Agama Buddha Nusantara melalui berbagai prasasti, relief, dan panel-panel yang terdapat di Candi Borobudur, karena di dalamnya tersimpan nilai-nilai spiritual, sejarah, dan ajaran Buddhisme Indonesia yang selama ini belum banyak dipahami oleh umat Buddha pada umumnya. Oleh karena itu, Lokakarya Borobudur menjadi sarana penting untuk memperdalam pemahaman umat terhadap warisan luhur Buddha Nusantara.

 

            Ketua Majelis Buddhayana Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Bapak Ir. Eddy Sujono Setiawan, M.M., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Lokakarya Borobudur sebagai sarana memperluas wawasan umat Buddha terhadap sejarah dan perkembangan Agama Buddha di Indonesia. Beliau berharap kegiatan ini dapat membantu peserta lebih memahami makna nilai-nilai Dhamma yang terkandung dalam Candi Borobudur serta memperkuat semangat persatuan dan pengembangan Buddha Sasana di Indonesia.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved