Universitas MTU Gelar Workshop Evaluasi Penyusunan Kurikulum Outcome Based Education

Universitas MTU Gelar Workshop Evaluasi Penyusunan Kurikulum Outcome Based Education

Tayang:
Editor: Aisyah Sumardi
TRIBUN MEDAN
Rektor Universitas Mahkota Tricom Unggul (MTU), Dr. Dompak Pasaribu, SE., M.Si., CPA., CACP bersama Civitas Akademika Universitas MTU foto bersama dengan nara sumber Workshop Evaluasi Penyusunan Kurikulum Outcome Based Education Prof. Dr. Ir. Ernita Panjaitan., M.Si merupakan Wakil Rektor I Universitas Methodist Indonesia Medan. 

Pendekatan ini mendorong dosen untuk berperan tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai fasilitator dan supervisor. Metode pembelajaran yang diterapkan antara lain berbasis permasalahan (problem-base-learning) kasus (case-based learning) dan proyek (project-based learning), yang menuntut keterlibatan aktif mahasiswa.

 

Lebih lanjut dijelaskan Rektor bahwa workshop ini adalah kelanjutan daripada workshop yang dilaksanakan Universitas MTU dengan menghadirkan pembicara dari Direktorat Inovasi dan Pengembangan Pendidikan (DIPP) Universitas Airlangga, Prof. Dr. Noorma Rosita, Msi., Apt yang dilaksanakan secara zoom, Kamis 10 Oktober 2024 lalu.

“Dari workshop OBE yang dilakukan dengan Direktorat Inovasi dan Pengembangan Pendidikan (DIPP) Universitas Airlangga, Prof. Dr. Noorma Rosita, Msi., Apt Universitas MTU ditindaklanjuti dengan menyusun kurikulum OBE,” jelas Rektor.

 

Kurikulum OBE yang disusun setidaknya ada empat aspek. Pertama kurikulum berfungsi sebagai blue print dalam proses transformasi pemberdayaan dan pembudayaan. Kedua kurikulum memenuhi prinsip Link and Match, yakni adanya keselarasan antara target kompetensi yang ingin dicapai. Ketigas kurikulum memuat informasi komprehensif, jelas dan terukur yang dapat menjadi petunjuk arah dan pedoman dalam pelaksanaan pembelajaran agar dapat menghasilkan lulusan yang sesuai dengan harapan para pihak yang berkepentingan. Keempat kurikulum memenuhi ketentuan legal formal.

 

Dalan kurikulum OBE juga merumuskan profil lulusan, merumuskan kompetensi lulusan, membuat matrik profil dan kompetensi lulusan, menentukan bahan kajian dan membentuk mata kuliah, membuat matrik mata kuliah dan CPL, menyusun dokumen kurikulum, dan terakhir pengukuran.
Dalam merumuskan profil lulusan kurikulum yang disusun telah membuat penciri atau peran yang dapat dilakukan oleh lulusan di bidang keahlian atau bidang kerja tertentu setelah menyelesaikan studinya.

 

“Pada TA 2026/2027 kurikulum OBE resmi diterapkan utk semua prodi yg ada di MTU,” tegas Rektor.

Workshop ini juga menghadirkan narasumber Prof. Dr. Ir. Ernita Panjaitan., M.Si merupakan Wakil Rektor I Universitas Methodist Indonesia Medan, yang memaparkan secara mendalam konsep dan implementasi OBE dalam sistem pendidikan tinggi.

 

Dijelaskanya kalau sebelumnya mahasiswa fokus dengan apa yang diajari dosen tapi di OBE dosen tidak cukup dengan materi yang diajarkan kepada mahasiswa tapi dosen juga harus dapat membuktikan apakah materi yang diajarkan mahasiswa dapat mengimplementasikan sehingga dapat terukur. Jadi OBE berbicara tentang apa yang bisa dilakuin mahasiswa setelah lulus. Dalam kondisi ini dosen banyak menjadi fasilitator

 

Melalui kegiatan ini, Universitas MTU berharap dapat menghasilkan kurikulum yang adaptif, relevan, dan mampu meningkatkan daya saing lulusan di tengah dinamika dunia pendidikan dan industri yang terus berkembang.(*)

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved