Samosir Nan Indah

Jelang Ramadhan, Ratusan Warga Serbu Pasar Murah Pemkab Samosir

Dijual di bawah harga pasaran, ratusan warga menyerbu pasar murah dan tampak antusias berbelanja kebutuhan pokok.

Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Ayu Prasandi
IST
Gerakan pangan murah di Samosir mendapatkan sambutan masyarakat sekitar kemarin, Selasa (3/3/2026) di Gedung Food Court Lantai 1 Waterfront Pangururan, Kabupaten Samosir. 

TRIBUN-MEDAN.com, PANGURURAN- Dalam rangka stabilisasi pasokan dan harga pangan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HKBN) menyambut Ramadhan–Idul Fitri, Pemerintah Kabupaten Samosir menyelenggarakan Gerakan Pangan Murah di Gedung Food Court Lantai 1 Waterfront Pangururan, Kabupaten Samosir kemarin, Selasa (3/3/2026).

Dijual di bawah harga pasaran, ratusan warga menyerbu pasar murah dan tampak antusias berbelanja kebutuhan pokok.

Adapun barang yang dijual berupa beras SPHP kemasan 5 kg dengan harga Rp 60 ribu per kemasan, minyak goreng Rp 15.500 per kilogram, telur ayam ras Rp 50 ribu per papan, gula pasir Rp 17.500 per kilogram, bawang merah Rp 28 ribu per kilogram, cabai merah Rp 20 ribu per kilogram, tomat Rp 9 ribu per kilogram, dan kentang Rp 8 ribu per kilogram.

Asisten II Pemkab Samosir Hotraja Sitanggang menyampaikan, gerakan pangan murah terlaksana berkat sinergitas yang dijalin Pemkab Samosir dengan Badan Pangan Nasional dan Bulog Pematang Siantar. Menurutnya, hal ini bertujuan mengendalikan inflasi daerah menjelang hari besar keagamaan.

"Semua daerah berupaya mengendalikan harga di daerahnya sehingga inflasi dapat terkendali. Pemerintah Kabupaten Samosir hadir mengendalikan ketersediaan dan harga bapokting di masyarakat. Di gerakan pangan  murah ini, harganya lebih rendah dibandingkan di pasaran," jelas Hotraja, Rabu (4/3/2026).

Menurutnya, Gerakan Pangan Murah ini menjadi penyeimbang. Sebagai daerah tujuan wisata, Kabupaten Samosir tetap berupaya mencegah gejolak kenaikan harga dan menjamin ketersediaan pasokan.

"Sebagai daerah tujuan wisata, kondisi ketersediaan dan harga harus tetap dijaga. Kita harus siap menyambut tamu-tamu, salah satu caranya dengan mencegah gejolak harga dan pemerintah hadir. Semoga pangan murah ini dapat menyentuh lapisan masyarakat," tambahnya.

Hotraja juga menyampaikan, Pemkab Samosir menerapkan kebijakan program pertanian untuk pengendalian inflasi, salah satunya dengan perluasan tanam melalui program “Pangula Nature”.

Kadis Ketapang, Pertanian dan Perikanan Tumiur Gultom menyampaikan, pelaksanaan pasar murah ini merupakan kegiatan untuk kedua kalinya setelah dilaksanakan pada Februari lalu. Sumber bahan baku dalam gerakan pangan murah mengutamakan hasil pertanian masyarakat.

Gerakan Pangan Murah di Samosir dilaksanakan di tiga kecamatan, yakni Pangururan pada 03 Maret, Kecamatan Simanindo pada 10 Maret 2026, dan Kecamatan Nainggolan pada 13 Maret 2026. Ia mengimbau masyarakat agar berbelanja secukupnya.

"Silakan berbelanja secukupnya, utamakan yang paling pokok untuk kebutuhan keluarga," tutur Tumiur.

Op. Meta Boru Naibaho memanfaatkan gerakan  pangan murah guna memenuhi kebutuhan rumah tangga. Ia berbelanja beras, cabai, minyak goreng, dan telur.

"Saya merasa terbantu dengan adanya pangan murah ini, semoga semakin sering dilaksanakan," kata Op. Meta.

(cr3/tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan 

 

Sumber: Tribun Medan
Tags
Samosir
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved