Rektor Lepas Tim Pemberdayaan Masyarakat Mahasiswa Berdampak 2026 Universitas Mahkota Tricom Unggul

Rektor Lepas Tim Pemberdayaan Masyarakat Mahasiswa Berdampak 2026 Universitas Mahkota Tricom Unggul

Editor: Aisyah Sumardi
TRIBUN MEDAN
Rektor Universitas Mahkota Tricom Unggul, Dr. Dompak Pasaribu, S.E., M.Si., CPA., CACP didampingi Dekan Fakultas Sain dan Teknologi Dr. Akim Manaor Hara Pardede, S.T., M.Kom, Dekan Fakultas Ilmu Sosial Victor Maruli Pakpahan, S.E., M.Kom, Sekretaris Rektor Yosua Parhorasan Manullang, S.ST., MM dan Tim Pemberdayaan Masyarakat Mahasiswa Berdampak 2026 Universitas Mahkota Tricom Unggul, Deby Siska Oktavia Pasaribu, S.E., M.Ak dan Preddy Marpaung, S.Kom., M.Kom 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Rektor Universitas Mahkota Tricom Unggul, Dr. Dompak Pasaribu, S.E., M.Si., CPA., CACP melepas Tim Pemberdayaan Masyarakat Mahasiswa Berdampak 2026 di Ruang Theater Lt. 25 Gedung Grand Jati Junction Jalan Perintis Kemerdekaan No. 3A Medan, Rabu 28 Januari 2026.

 

Dalam kata sambutnya Rektor menyampaikan keberhasilan Universitas Mahkota Tricom Unggul masuk dalam Program Mahasiswa Berdampak: Pemberdayaan Masyarakat Oleh Mahasiswa Dalam Upaya Pemulihan Bencana Sumatra yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi sebuah prestasi yang luar biasa. Tidak semua universitas yang berhasil lolos untuk mendapatkan program mahasiswa berdampak.

Rektor Universitas Mahkota Tricom Unggul, Dr. Dompak Pasaribu, S.E., M.Si., CPA.
Rektor Universitas Mahkota Tricom Unggul, Dr. Dompak Pasaribu, S.E., M.Si., CPA., CACP didampingi Dekan Fakultas Sain dan Teknologi Dr. Akim Manaor Hara Pardede, S.T., M.Kom, Dekan Fakultas Ilmu Sosial Victor Maruli Pakpahan, S.E., M.Kom, Sekretaris Rektor Yosua Parhorasan Manullang, S.ST., MM dan Tim Pemberdayaan Masyarakat Mahasiswa Berdampak 2026 Universitas Mahkota Tricom Unggul, Deby Siska Oktavia Pasaribu, S.E., M.Ak dan Preddy Marpaung, S.Kom., M.Kom

“Sudah banyak prestasi yang diraih Universitas MTU. Terakhir tanggal 27 Januari 2026, Universitas MTU  menjadi salah satu PTS  peraih penghargaan
SPMI Terbaik  berdasarkan Pengendalian Standar bentuk Perguruan Tinggi Universitas dalam Anugerah Pelaporan SPMI Tahun 2025 di Lingkungan LLDikti Wilayah 1,” ungkapnya.

Sistem Peringatan Dini Banjir Berbasis Long Range (LoRa) IoT dan Manajemen Resiko Partisipatif untuk Pemulihan Ekonomi Pascabencana di Kelurahan Rengas Pulau, Medan-Marelan yang diciptakan oleh mahasiswa Universitas MTU dengan melibatkan lintas prodi bukti bahwa Universitas MTU terus melakukan inovasi.

 

“Saya berharap mahasiswa terus mengembangkan kreatifitas dan jangan pernah berhenti berinovasi. Karena dengan kreatifitas dan inovasi yang dilakukan Universitas MTU akan semakin dikenal orang,” katanya.

Ia juga berharap nantinya Tim Pemberdayaan Masyarakat Mahasiswa Berdampak 2026 Universitas MTU dapat berprilaku baik dan menjaga nama baik Universitas MTU di tengah-tengah masyarakat, khususnya di Kelurahan Rengas Pulau, Medan-Marelan. Saya berharap dengan kehadiran mahasiswa Universitas MTU memberikan daya tarik sehingga masyarakat di sana memiliki keinginan untuk kuliah di Universitas MTU.

 

Sedangkan Ketua Pengusul Deby Siska Oktavia Pasaribu menyampaikan bahwa Tim Pemberdayaan Masyarakat Mahasiswa Berdampak 2026 Universitas Mahkota Tricom Unggul merupakan mahasiswa dari prodi Managemen, Akuntasi, Bisnis Digital, Sistem Informasi, Teknologi Informasi dan Agrobisnis yang tergabung dalam Unit Kemahasiswaan MTU GENZ MART.

Dijelaskannya inovasi yang dikembangkan mahasiswa Universitas MTU berupa Sistem Peringatan Dini Banjir Berbasis Long Range (LoRa) IoT yang diterapkan di Kelurahan Rengas Pulau dirancang sebagai sistem terpadu yang mengombinasikan teknologi pemantauan lingkungan dengan pendekatan pemberdayaan masyarakat.

 

“Sistem ini bekerja dengan memanfaatkan sensor ketinggian muka air dan sensor curah hujan yang dipasang pada titik-titik rawan banjir untuk memantau kondisi lingkungan secara real-time. Data hasil pengukuran tersebut dikumpulkan oleh node IoT dan dikirimkan melalui jaringan LoRa yang memiliki jangkauan komunikasi luas serta konsumsi daya rendah, sehingga sangat sesuai untuk wilayah dengan keterbatasan infrastruktur dan kondisi geografis rawan bencana,” jelasnya.

 

Data yang dikirimkan oleh node IoT diteruskan ke LoRa Gateway yang berfungsi sebagai penghubung antara jaringan sensor di lapangan dengan sistem pengolahan data berbasis cloud. Selanjutnya, data diproses pada server aplikasi untuk dilakukan analisis ambang batas (threshold), pengolahan historis, serta visualisasi dalam bentuk grafik dan status peringatan. Apabila data menunjukkan potensi terjadinya banjir, sistem secara otomatis menghasilkan peringatan dini yang disebarkan melalui berbagai media, seperti dashboard web dan aplikasi mobile, pesan singkat (SMS/WhatsApp), serta alarm atau sirine peringatan di lingkungan masyarakat.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved