Advertorial Samosir

Luncurkan Program Skema Kredit Usaha Mikro Nol Persen, Bupati Samosir Vandiko: Pertama di Sumut

Program kredit tanpa bunga bagi usaha mikro ini menjadi salah satu prioritas Pemkab Samosir untuk mendorong kebangkitan UMKM.

Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Randy P.F Hutagaol
DOK DISKOMINFO SAMOSIR
PROGRAM SUBSIDI - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Samosir mulai menyalurkan program subsidi bunga kredit 0 persen bagi pelaku usaha mikro. Penyaluran perdana dilakukan Bupati Samosir Vandiko Gultom kepada belasan pelaku usaha pada acara yang berlangsung di Water Front City Pangururan, Minggu (7/12/2025) lalu. 

TRIBUN-MEDAN.com, PANGURURAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Samosir mulai menyalurkan program subsidi bunga kredit 0 persen bagi pelaku usaha mikro. Penyaluran perdana dilakukan Bupati Samosir Vandiko Gultom kepada belasan pelaku usaha pada acara yang berlangsung di Water Front City Pangururan, Minggu (7/12/2025) lalu.

Program kredit tanpa bunga bagi usaha mikro ini menjadi salah satu prioritas Pemkab Samosir untuk mendorong kebangkitan UMKM dan memperluas akses permodalan.

Skema kredit yang bekerja sama dengan Bank Sumut itu menyediakan plafon pinjaman maksimal Rp15 juta dengan tenor pembayaran pokok selama 24 bulan. Seluruh beban bunga 2,6 persen per tahun ditanggung APBD Kabupaten Samosir.

Bupati Vandiko menyatakan, program ini merupakan realisasi visi dan misi pembangunan Samosir yang mencakup peningkatan daya saing UMKM serta penguatan ekonomi masyarakat.

“Apa yang kami janjikan saat kontestasi politik lalu hari ini kami realisasikan. Pelaku usaha mikro kini bisa memperoleh modal dengan bunga nol persen, mudah dan dapat diakses langsung,” ujar Vandiko.

Ia terangkan, program tersebut mendapat dukungan Gubernur Sumatera Utara dan telah dipresentasikan kepada kepala daerah se-Sumut.

“Samosir menjadi daerah pertama di Sumut yang menjalankan program bunga nol persen. Beberapa kabupaten/ kota lain sudah berkonsultasi ke Bank Sumut untuk menerapkan hal serupa,” kata Vandiko Gultom, Rabu (10/12/2025).

Saat ini, 50 pelaku usaha dinyatakan lolos proses penyaringan dan sudah menerima pencairan. Ia menargetkan jumlah penerima terus bertambah seiring pendampingan dan pelatihan yang sudah diberikan sebelumnya.

“Pemasaran memang penting, tetapi akses permodalan adalah yang utama. Pokok pinjaman ditanggung pelaku usaha dan bunganya dibayar pemerintah daerah,” jelasnya. 

Ia juga meminta Bank Sumut mempertimbangkan peningkatan batas plafon pinjaman ke depan.

“Jika nominal kredit bisa lebih besar, saya yakin daerah lain akan semakin tertarik menjalankannya,” tambahnya.

Asisten Direktur Pengawasan Perilaku Pelaku Jasa Keuangan OJK Sumut Reza Leonhard, mengingatkan para pelaku usaha agar berhati-hati terhadap potensi kejahatan di sektor keuangan, termasuk investasi ilegal, pinjaman online, hingga pencurian data pribadi.

“Kami mengajak masyarakat selalu memeriksa legalitas penyedia layanan keuangan sebelum berinvestasi,” kata Reza.

Sementara itu, PLS Divisi Ritel Bank Sumut M. Zulham Bispo menyampaikan dukungan penuh terhadap program tersebut. Bank Sumut menggunakan skema kredit mikro Sumut Berkah dengan plafon Rp15 juta dan tenor dua tahun.

"Debitur hanya membayar pokok. Ini program pertama di Sumut dan kami berharap dapat menjadi model bagi daerah lain,” ujarnya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved