Pesona Kota Terlarang atau Forbidden City di Jantung Beijing

Para pelancong antusias mengunjungi Kota Terlarang atau Forbidden City di Kota Beijing, Tiongkok, mereka nikmati keindahan istana

Penulis: Jefri Susetio | Editor: Jefri Susetio
TRIBUNMEDAN/JEFRI SUSETIO
SUASANA bagian depan Kota Terlarang atau Forbidden City di Kota Beijing, Tiongkok. Setiap hari ribuan wisatawan lokal maupun mancanegara berkunjung ke istana yang menjadi kesakralan Kaisar China. 

TRIBUNMEDAN.COM, BEIJING -  Deretan pelancong mengantre di pintu masuk Kota Terlarang atau Forbidden City, Kota Beijing, Tiongkok. Mereka tampak antusias menikmati keindahan istana berusia 600 tahun pada masa Dinasti Ming (1368-1644) dan Dinasti Qing (1644-1911). 

Kota Terlarang atau Forbidden City berada di jantung Kota Beijing. Istana ini menyimpan peristiwa sejarah, kejayaan serta arsitektur bangunan yang masih terawat. 

Istana yang berdiri pada 1925 ini merupakan rumah para kaisar Tiongkok sekaligus pusat kekuasaan bangsa selama ratusan tahun. 

Baca juga: Beijing dan Dongsi: Simbol Pluralisme Agama di Negeri Tirai Bambu

Suasana Dalam Kota Terlarang
Suasana bagian dalam Kota Terlarang atau Forbidden City yang masih tertata dengan baik. Para pelancong antusias menikmati keindahan istana berusia 600 tahun pada masa Dinasti Ming (1368-1644) dan Dinasti Qing (1644-1911).

 

"Kawasan ini memiliki luas 720.000 meter persegi. Dan, terdiri dari beberapa kawasan atau bagian," ujar tourguide Wiliam Kuang di lokasi. 

Kota Terlarang atau Forbidden City masuk sebagai situs warisan dunia UNESCO. Karena itu, tidak sah ke Beijing sebelum mampir ke kawasan Museum Istana ini. 

Bangunan Kota Terlarang terlihat sangat megah dilengkapi material istana yang masih orisinal. 

Dari data yang diperoleh, istana ini dibangun pakai batang kayu Phoebe Zhennan utuh, balok marmer besar dan lantainya dari batu bata emas (batu bata  paving khusus dari Shuzou). 

Jadi, Kota Terlarang dibangun dengan perencanaan yang sangat baik. Balok sebagai pilar bangunan berukuran sangat besar. Pintu masuk istana juga sangat besar dan tebal. 

Selain itu, di sejumlah titik istana terdapat tong besar untuk penampungan air. 

"Coba lihat bagian pintu terlihat angka sembilan. Angka sembilan merupakan angka istimewa," katanya. 

Lebih lanjut ia bilang Istana ini memiliki 9.999 kamar dan ada sembilan zona.

Mulai dari ruang tunggu, ruang permaisuri, ruang perpustakaan hingga ruang makan. Dan, lokasi politik. 

Pada area tempat politik ini, Kaisar mengangkat atau melantik para pembantunya. 

Baca juga: Rektor UINSU Gelar Silaturahmi dengan Konjen Tiongkok di Medan, Begini Penjelasannya

Wisatawan asal Indonesia
MUSEUM ISTANA: Sejumlah wisatawan asal Kota Medan, Sumatera Utara sedang berkunjung ke Kota Terlarang atau Forbidden City di Kota Beijing.

 

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved