Berita Internasional

Ibunya Bahagia Menikah dengan Pria Kaya, Anak 13 Tahun Menangis Minta Sang Ibu Segera Bercerai

Sebuah kisah menyentuh hati viral di media sosial setelah seorang ibu menceritakan perjuangannya membangun keluarga baru usai bercerai.

Tayang: | Diperbarui:
TRIBUN MEDAN/ISTIMEWA
PERNIKAHAN: Ilustrasi anak 13 tahun menangis. Sang ibu Bahagia baru menikah dengan pria kaya raya, anak berusia 13 tahun malah meminta ibunya segera bercerai karena hal ini , Kamis (24/7/2025). 

TRIBUN-MEDAN.com - Sebuah kisah menyentuh hati viral di media sosial setelah seorang ibu menceritakan perjuangannya membangun keluarga baru usai bercerai.

Namun ia harus menghadapi kenyataan pahit ketika putrinya yang berusia 13 tahun meminta agar ia bercerai lagi karena tekanan sosial di sekolah.

Dikutip dari Eva.vn Kamis (24/7/2025), kisah ini berawal dari keputusan seorang wanita untuk menikah kembali dengan seorang pria yang lebih tua 20 tahun darinya, setelah sebelumnya berjuang sebagai ibu tunggal.

Mantan suaminya meninggalkan ia dan anak perempuannya saat gadis itu masih berusia enam tahun.

Baca juga: Suami Buntuti Istri ke Hotel setelah Temukan Chat Mesra, Ternyata Selingkuh dengan Pelatih Gym

Sejak itu, sang ibu harus berjuang sendirian membesarkan anak sekaligus menanggung beban utang.

Hingga akhirnya, ia bertemu dengan seorang pengusaha sukses dalam sebuah seminar amal.

Meski memiliki perbedaan usia yang signifikan, pria tersebut menunjukkan sikap lembut dan perhatian, membuat sang ibu merasa bahwa ia layak mendapatkan kesempatan kedua dalam hidup.

Baca juga: Jokowi Akhirnya Buka Suara, Akui Kasmudjo bukanlah Dosen Pembimbing Skripsi di UGM

Mereka menjalin hubungan selama lebih dari satu tahun, sebelum akhirnya memutuskan untuk menikah.

Meski keluarga pihak pria sempat tidak merestui, ia tetap teguh membela istrinya.

Keduanya pun tinggal bersama di sebuah rumah mewah di pusat kota.

Kehidupan ekonomi mereka stabil, dan sang ibu tak lagi perlu khawatir soal keuangan, tagihan, atau biaya sekolah anaknya, yang kini bersekolah di institusi internasional ternama.

Baca juga: Istri Minta Cerai, Akui Anak bukan Darah Daging Suami, Pria Ini Tuntut Nafkah 6 Tahun Dikembalikan

Namun, harapan akan kehidupan yang bahagia perlahan hancur pada suatu malam.

Putrinya yang baru saja menginjak usia 13 tahun datang ke kamar dengan mata sembab dan memohon agar ibunya bercerai.

"Teman-teman di sekolah mengejekku. Mereka bilang mama cuma cewek matre, perempuan gila harta yang menikah demi uang," kata anak itu sambil menangis tersedu.

Pengakuan itu membuat sang ibu terdiam.

Baca juga: Polisi Temukan Sisa Tulang Manusia di Bawah Teras Rumah Warga, Wanita 86 Tahun Ditangkap

Ia mengira anaknya akan bangga karena ibunya menikah dengan pria yang baik dan mapan.

Namun, kenyataan justru menunjukkan bahwa prasangka sosial telah merusak perasaan dan harga diri seorang anak.

Dihadapkan pada dilema, sang ibu sempat mempertimbangkan untuk menyerah demi kebahagiaan anaknya.

Namun, ia juga sadar bahwa itu berarti mengajarkan anaknya untuk lari dari kenyataan, bukan menghadapinya.

Keesokan harinya, sang ibu menceritakan semuanya kepada suaminya.

Tanpa berkata banyak, pria itu langsung mengambil Langkah. 

Ia menghubungi wali kelas anak tirinya dan mendatangi sekolah bersama istrinya.

Dalam pertemuan dengan pihak sekolah, sang suami menegaskan bahwa ia tidak mengirim anak ke sana untuk mendapatkan stigma negatif.

“Saya tidak menyekolahkan anak saya di sini untuk diajari menanggung prasangka, tapi untuk mendapatkan ilmu. Jika seorang anak terluka karena pilihan hidup ibunya, maka lingkungan sekolah tidak bisa tinggal diam,” tegasnya.

Setelah itu, pria tersebut mulai aktif dalam kegiatan anak tirinya.

Ia menjemputnya dari sekolah, menghadiri rapat orang tua murid, bahkan ikut serta dalam kegiatan kelas.

Ia juga meluangkan waktu untuk berbicara dan membangun kedekatan emosional dengan anak.

Perlahan, perubahan pun terjadi.

Sang anak mulai kembali ceria, bahkan menceritakan momen-momen kebersamaan dengan ayah tirinya kepada sang ibu.

Ia tidak lagi canggung menjawab saat ditanya mengenai ayahnya.

Puncaknya terjadi pada hari ulang tahunnya yang ke-15.

Dalam sebuah perayaan kecil, sang anak meniup lilin lalu menatap ayah tirinya dan mengucapkan terima kasih.

“Terima kasih… Ayah,” ucapnya.

Kalimat itu membuat sang ibu terharu hingga menitikkan air mata.

 

(cr31/tribun-medan.com)

 

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved