Berita Viral
Menangis Dapat Bonus Rp 150 Juta, Nur Rizka Fauziah Atlet Peraih Medali Emas PON, Ini Sosoknya
Bonus diberikan kepada atlet berdasarkan perolehan medali, yakni Rp150 juta untuk medali emas, Rp100 juta untuk perak, dan Rp50 juta untuk perunggu.
TRIBUN-MEDAN.com - Sosok Nur Rizka Fauziah atlet peraih medali emas PON yang nangis hanya dikasih bonus Rp 150 Juta.
Seperti diketahui bahwa Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menyalurkan bonus senilai Rp6,75 miliar kepada atlet peraih medali pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024.
Penyerahan secara simbolis dalam kegiatan "Sulsel Anti Mager" yang berlangsung di Jalan Jenderal Sudirman, Kota Makassar, Jumat (27/6/2025).
Sulsel berhasil meraih total 61 medali pada ajang tersebut, terdiri dari 10 medali emas, 19 perak, dan 32 perunggu.
Bonus diberikan kepada atlet berdasarkan perolehan medali, yakni Rp150 juta untuk medali emas, Rp100 juta untuk perak, dan Rp50 juta untuk perunggu.
Nadya mengatakan, jika dirinya merasa kecewa karena jumlah bonus yang diterima tidak sesuai janji awal, yakni setara dengan bonus pada PON sebelumnya.
“Tanggapan kami, terus terang, masih cukup kaget karena sebelumnya kami dijanjikan bonus setara dengan PON Papua," katanya.
"Saat itu peraih emas mendapatkan Rp200 juta, perak Rp150 juta, dan perunggu Rp100 juta,” tambah dia.
Namun, kata Nadya, yang diumumkan oleh Kadispora Sulsel, bonus hanya diberikan dari total anggaran Rp6,7 miliar.
Jumlah itu, jauh dari yang dijanjikan saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD Sulsel yang disebut akan diperjuangkan melalui perubahan anggaran.
“Kami sempat berpikir mungkin memang akan dicairkan secara bertahap," ungkapnya.
"Tapi saat datang ke sini, tiba-tiba disampaikan bahwa itu sudah final. Kami bingung dan kecewa,” tambah Nadya.
Nadya juga menyoroti ketimpangan pembagian bonus untuk atlet beregu yang harus berbagi dengan anggota tim lainnya.
Menurutnya, dengan nominal saat ini, atlet beregu akan menerima jauh lebih sedikit.
“Kami juga memperjuangkan rekan-rekan kami, bukan hanya diri sendiri,” ujarnya.
Meski begitu, ia menyebut jika Ketua KONI Sulsel telah berjanji akan memperjuangkan kembali agar bonus sesuai dengan harapan awal.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sulawesi Selatan (Sulsel), Suherman, menyampaikan permohonan maaf kepada para atlet yang merasa kecewa terhadap besaran bonus peraih medali di ajang PON XXI Aceh-Sumut 2024.
Pasalnya, saat ini Pemprov Sulsel memberikan bonus untuk para atlet PON XXI Aceh-Sumut dibawah bonus PON XX Papua 2021.
Pada PON XX Papua 2021, Pemprov Sulsel memberikan bonus sebesar Rp200 juta untuk peraih emas, perak Rp150 juta dan perunggu 100 juta.
Pembagian itu berdasarkan peraihan medali yang diterima dari individu maupun per tim.
Namun, pada PON XXI Aceh-Sumut, Pemprov Sulsel hanya memberikan sebesar Rp150 juta untuk peraih emas, Perak Rp100 juta dan Perunggu Rp50 juta.
“Terkait adanya keluhan dari beberapa pihak soal besaran bonus yang dianggap tidak sesuai, kami pahami bahwa memang ada perbandingan dengan bonus PON sebelumnya,” kata Suherman, usai kegiatan Sulsel Anti Mager, Jl Jendral Sudirman, Kota Makassar Jumat (27/6/2025).
Ia mengaku bahwa pada PON sebelumnya, bonus yang diberikan memang lebih tinggi.
“Dulu peraih emas mendapat Rp200 juta, perak Rp150 juta,” ungkapnya.
Namun, kata Suherman, kondisi anggaran saat ini tidak memungkinkan pemberian bonus dengan nominal serupa.
Total dana yang tersedia hanya memungkinkan pemberian bonus sebesar Rp150 juta untuk emas, Rp100 juta untuk perak, dan Rp50 juta untuk perunggu.
“Besaran bonus memang sangat bergantung pada anggaran yang disiapkan dalam setiap periode PON," ujarnya.
"Kami berharap ke depan, nilainya bisa ditingkatkan dan kami bisa memberikan yang lebih baik lagi,” tambah dia.
Meski begitu, Suherman tetap berharap bonus yang diberikan saat ini dapat membantu dan memenuhi kebutuhan dasar para atlet, walaupun belum maksimal.
“Kami juga mohon maaf dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan jika bonus yang diberikan belum sesuai harapan, ini yang bisa kami berikan untuk saat ini,” jelasnya.
sebelumnya Nur Rizka elaku peraih medali emas di PON Aceh-Sumatera mendadak menjadi sorotan usai dirinya mengungkapkan kekecewaannya kepada Gubernur Sulawesi Selatan.
Nur Rizka mempertanyakan alasan bonus PON para atlet belum cair.
Dalam unggahan Instagramnya, Rizka menandai akun resmi Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman.
"Akun saya di-blockir sama Bapak Gub Sulsel ada apa ya," tulisnya.
Nur Rizka mengungkapkan sejak April 2025, dirinya bersama atlet lainnya dari kontingen Sulsel di PON telah menyuarakan permintaan bonus dan apresiasi dari pemerintah provinsi.
Namun, hingga kini belum ada kejelasan.
"Dari April kami hanya minta hak dan kepastian & tidak hanya saya yang memposting untuk meminta bonus/apresiasi dari provinsi sendiri. Kami seluruh atlet PON Sulsel kompak. Minus-nya cuma saya yang di-block sama Bapak Gub Sulsel," tulis Rizka dalam unggahan dilansir dari Tribun-Timur.com.
Sebelumnya, atlet peraih medali untuk Sulawesi Selatan (Sulsel) pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI 2024 Aceh-Sumatera Utara (Sumut) mengajukan rapat dengar pendapat (RDP) ke DPRD Sulsel pada Selasa (17/6/2025).
Salah seorang perwakilan atlet yang enggan disebut namanya menyampaikan, permintaan RDP ini agar aspirasi para atlet bisa didengar oleh wakil rakyat.
Langkah tersebut harus ditempuh para atlet karena selama ini komunikasi dengan pihak eksekutif kurang jelas dan tak ada kepastian.
“Kami ingin ada ruang resmi untuk menyampaikan aspirasi dan mendesak penyelesaian secara terbuka. RDP adalah langkah konstitusional dan damai untuk menuntut hak kami sebagai atlet,” tegasnya saat dihubungi Tribun Timur, Rabu (18/6/2025).
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
| TANGIS Ibu Bripda Natanael Simanungkalit Polisi Tewas Dianiaya Senior di Asrama |
|
|---|
| ISAK Tangis Taruli Simamora, Barang Anaknya yang Meninggal di Korsel Berantakan, Diduga di Bandara |
|
|---|
| FERDINAND HUTAHAEAN Tuduh Pihak yang Laporkan Jusuf Kalla Sudah Disusupi Kepentingan Politik |
|
|---|
| DOSEN di Jakarta yang Lecehkan Mahasiswi Bikin Laporan Ke Polisi, Padahal Kronologi Sudah Jelas |
|
|---|
| PENGAKUAN Alexander Assad Ketahuan VCS dengan Tri Indah: Sudah Kenal Sebelum dengan Clara Shinta |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/atlet-menangis-bonus-tribunmedan.jpg)