Langkat Terkini
Polisi Cek Kios Pupuk Subsidi yang Diduga Jual di Atas HET di Secanggang Langkat, Ini Hasilnya
Unit Ekonomi Sat Reskrim Polres Langkat, mendatangi dan mengecek kebenaran kios UD KT IYOSIKEL yang diduga menjual pupuk subsidi.
Penulis: Muhammad Anil Rasyid | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN-MEDAN.com, LANGKAT - Unit Ekonomi Sat Reskrim Polres Langkat, mendatangi dan mengecek kebenaran kios UD KT IYOSIKEL yang diduga menjual pupuk subsidi untuk petani di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
UD KT IYOSIKEL kios pupuk yang berada di Dusun II Kacangan I, Desa Karang Gading, Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.
Kadatangan personel, menindaklanjuti pemberitaan yang beredar, jika kios tersebut diduga menjual pupuk subsidi di atas HET.
"Ya benar sudah kita cek kios tersebut," ujar Kasat Reskrim Polres Langkat, AKP Pandu HW Batubara, Sabtu (15/3/2025).
Lanjut Pandu, hasilnya saat personel mengecek kios pupuk milik Edi Siranta Sinuraya, tak ditemukan jika mereka menjual pupuk di atas HET.
"Hasil pengecekan tidak ditemukan adanya kios menjual pupuk subsidi diatas harga HET," ucap Pandu.
Kemudian Pandu merinci jika harga modal pupuk merek Phonska Rp 2.225 perkilo. Artinya satu karung ukuran 50 Kg dihargai Rp 111.250.
Begitu juga dengan harga modal pupuk subsidi merek Urea Rp 2.175 perkilo. Satu karung ukuran 50 Kg dihargai Ro 108.750.
Sedangkan harga HET pupuk subsidi Phonska Rp. 2.300 perkilo. Satu karung ukuran 50 Kg dihargai Rp 115.000.
Harga HET pupuk subsidi Urea Rp 2.250 perkilo. Satu karung ukuran 50 Kg dihargai Rp 112.500.
"Kalau masih ada kios yang menjual pupuk subsidi di atas harga HET, laporkan ke Polres Langkat. Pasti akan kami tindak," tegas Pandu.
Sementara itu, salahseorang petani yang meminta identitasnya tak disebutkan dalam pemberitaan mengatakan, faktanya dilapangan sampai saat ini para kios nakal ini tetap menjual harga pupuk subsidi di atas harga HET.
"Dilapangan harganya gila-gila bisa sampai Rp 150 ribu perkarung ukuran 50 Kg, mereka tetap menjual di atas HET," ujar petani.
"Kami berharap para penegak hukum serius menindak kios-kios pupuk nakal ini. Bagaimana kami mau melancarkan program Bapak Presiden, Prabowo Subianto swasembada pangan. Kalau masalah pupuk subsidi ini belum juga teratasi," sambungnya.
(cr23/tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
| Bupati Langkat Lepas 22 Atlet Tinju dan Taekwondo yang Bertanding di Kejurda Karo dan Unimed Medan |
|
|---|
| Polres Langkat Gerebek Pondok Tambak Ikan di Pematang Jaya, Sita Puluhan Gram Sabu dan Ganja |
|
|---|
| Bobol Rumah Warga dan Curi Uang Rp 110 Juta, Pria di Langkat Diringkus Polisi |
|
|---|
| Pertanyakan Bantuan Banjir, Masyarakat Besitang Geruduk Kantor Bupati dan DPRD Langkat |
|
|---|
| Rumah Kosong di Langkat Jadi Markas Sabu, Pengedar Diringkus Polisi saat Hendak Melarikan Diri |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Personel-Unit-Ekonomi-Sat-Reskrim-Polres-Langkat-saat-mendatangi-dan-mengecek-kios.jpg)