Sumut Terkini

Kinerja Ekspor Karet Alam Sumut Desember 2024 Tercatat Mengalami Kenaikan 10.91 Persen

Gapkindo Sumut mencatat, volume ekspor karet alam Sumatera Utara pada bulan Desember 2024 tercatat sebesar 23.467 ton.

|
Tribun Medan/ Ayu Prasandi
Sekretaris Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo) Sumut, Edy Irwansyah, saat temu pers, Kamis (28/1/2016). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Gabungan Perusahaan Karet Indonesia Sumatera Utara (Gapkindo Sumut) mencatat, volume ekspor karet alam Sumatera Utara pada bulan Desember 2024 tercatat sebesar 23.467 ton.

Jumlah tersebut mengalami kenaikan 10.91 persen secara MoM dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat 21.162 ton.

Sekretaris Eksekutif Gapkindo Sumut Edy Irwansyah menjelaskan, volume ekspor pada bulan Desember 2024 sedikit menurun dibandingkan dengan Desember 2023 yang tercatat 23.668 ton, dengan penurunan 0.85 persen secara YoY.

“Meskipun ada sedikit perbaikan, volume ekspor ini masih jauh dari kapasitas produksi normal yang bisa mencapai 42.000 ton per bulan,” ujarnya.

Dikatakannya, terdapat beberapa faktor penyebab kenaikan ekspor karet di Sumut. Kenaikan volume ekspor pada bulan Desember dipengaruhi oleh peningkatan permintaan dari pabrik ban, yang aktif membeli untuk stok musim libur di Januari.

“Permintaan ini telah mendorong volume ekspor, meskipun kondisi pasar global tetap diwarnai oleh fluktuasi harga,” jelasnya.

Namun, disebutnya pasokan karet alam di Sumatera Utara diperkirakan akan mengalami kesulitan peningkatan di awal tahun 2025.

Proses transisi dari musim hujan menuju musim kemarau menyebabkan penurunan produksi, karena kebun karet memasuki fase gugur daun secara alami.

“Dalam beberapa bulan mendatang, produksi lokal cenderung menurun, yang berpotensi mengurangi jumlah pasokan karet alam,” ungkapnya.

Di sisi lain, ada tanda-tanda perbaikan dalam produksi karet rakyat. Peningkatan harga yang tercatat dalam beberapa bulan terakhir telah mendorong petani untuk kembali menderes pohon karetnya yang sebelumnya tidak terawat, akibat rendahnya harga.

“Meskipun di awal Januari harga kembali turun cukup signifikan lebih dari 10 persen perbaikan ini diharapkan dapat memberi dorongan bagi peningkatan produksi dalam jangka panjang,” katanya.

Harga Karet Alam di Pasar Global

Rata-rata harga karet alam SICOM-TSR20 pada bulan Desember tercatat sebesar 197,24 sen AS per kg.

Namun, pada tanggal 7 Januari 2025, harga closing tercatat menurun menjadi 184,6 sen AS per kg. Fluktuasi harga ini menjadi tantangan tersendiri bagi produsen karet, meskipun harga masih menunjukkan nilai yang lebih baik dibandingkan beberapa bulan sebelumnya.

Pada bulan Desember 2024, karet alam Sumatera Utara diekspor ke 28 negara dengan 12 negara tujuan ekspor di Eropa, yaitu Spanyol (0.88 persen), Belgia (0.81 persen ), Luksemburg (0.26 persen ), Italia (0.26 % ), Prancis (0.21 % ), Slovenia (0.16 % ), Serbia (0.16 % ), Belanda (0.08 % ), Rumania (0.08 % ), Polandia (0.08 % ), Bulgaria (0.08 % ), dan Finlandia (0.08 % ), yang berkontribusi 7,31?ri total volume ekspor Desember.

Sementara itu, untuk tujuan ekspor utama selain Eropa, Jepang tetap mendominasi dengan kontribusi sebesar 34,19 % , diikuti oleh Amerika Serikat (19,18 % ), Brasil (8,59 % ), India (7,36 % ), dan China (6,10 % ).

“Pasar karet alam masih menghadapi tantangan akibat fluktuasi harga dan cuaca yang mempengaruhi pasokan. Meskipun ada sedikit perbaikan dalam permintaan dan produksi, terutama dalam sektor karet rakyat, pasar global untuk karet alam tetap bergantung pada faktor-faktor eksternal seperti cuaca dan fluktuasi harga komoditas global,” jelas Edy.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara, nilai ekspor melalui pelabuhan muat di wilayah Sumatera Utara pada November 2024 mengalami penurunan dibandingkan Oktober 2024, yaitu dari US$1.037,39 juta menjadi US$957,86 juta atau mengalami penurunan sebesar 7,67 persen.

“Bila dibandingkan dengan November 2023, ekspor Sumatera Utara mengalami peningkatan sebesar 8,37 persen,” ujar Kepala BPS Provinsi Sumatera Utara, Asim Saputra.

Dimana disebutkan bahwa sektor Pertanian pada November 2024 mengalami peningkatan sebesar US$6,60 juta (12,16 % ) dibandingkan Oktober 2024.

(cr26/tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan

 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved