TRIBUN WIKI

Sosok Amira Abdat, Dokter Spesialis Kandungan yang Dapat Penghargaan dari Gibran Rakabuming Raka

Amira Abdat merupakan dokter spesialis kandungan yang kini bertugas di Kabupaten Fakfak, Papua Barat. Ia lahir tahun 1991 berasal dari Bogor, Jabar.

Editor: Array A Argus
Instagram @amira.abdat19
dr Amira Abdat (kiri) dan pasiennya 

TRIBUN-MEDAN.COM,- Sosok Amira Abdat merupakan dokter spesialis kandungan lulusan S2 Universitas Airlangga Surabaya.

Namanya dikenal publik karena pengabdiannya yang tulus terhadap masyarakat pedalaman di Kabupaten Fakfak, Papua Barat.

Selama bertugas di Papua, Amira Abdat rela mendatangi satu persatu warga, demi memeriksakan kondisi kandungan ibu hamil yang membutuhkan.

Baca juga: Sosok Dewi Istri Pak Tarno yang Setia Temani Suami Meski dalam Kondisi Stroke

Karena hal itu pula, ia banyak disanjung masyarakat, hingga diganjar penghargaan oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Dalam ajang Liputan 6 Award, Amira Abdat mendapatkan penghargaan di bidang kesehatan.

Ia mengatakan, bahwa penghargaan yang diterimanya itu bukanlah miliknya sendiri, melainkan milik semua pihak.

Karena kerendahan hati dan kesederhanaannya itu pula, tak sedikit warganet yang penasaran dengan sosoknya.

Sosok Amira Abdat

Amira Abdar adalah dokter spesialis obstetri dan ginekologi.

Ia lahir tahun 1991 dan berasal dari Bogor, Jawa Barat.

Baca juga: Sosok Prajogo Pangestu, Mantan Sopir Angkot yan Kini Bertahan Jadi Orang Terkaya di Indonesia

Dirinya memulai karier di Kabupaten Fakfak sejak tahun 2013, setelah lulus kedokteran di Universitas Trisakti.

Sejak saat itu, Amira Abdat bertugas di wilayah pedalaman Papua.

Dikutip dari Kompas.com, Amira Abdat merupakan satu-satunya dokter kandungan di sana.

Sebelum terjun ke Fakfak, Amira melihat kebanyakan dokter spesialis kandungan tidak pernah ada yang bersedia menetap di pedalaman Papua.

Awalnya, ia ditempatkan di sebuah puskesmas.

Baca juga: Sosok Cia Bocil, Konten Kreator TikTok yang Videonya Diburu Warganet, Disebut Cici Pemersatu Bangsa

“Di sana saya melihat kenyataan bahwa banyak perempuan hamil, perempuan usia tua, anak-anak perempuan di bawah umur yang sangat membutuhkan pelayanan kesehatan di bidang kandungan dan kebidanan,” ujarnya dalam wawancara secara daring, Jumat (19/4/2024).

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved