News Video
TEGAS! Warga Desa Tanjung Purba Demo ke Kantor Bupati Minta Kades Dinonaktifkan
Sekitar 100 orang warga Desa Tanjung Purba Kecamatan Bangun Purba menggeruduk kantor Bupati Deli Serdang Senin, (1/3/2024).
Penulis: Indra Gunawan | Editor: Fanry Maulana
TRIBUN-MEDAN. com, LUBUKPAKAM- Sekitar 100 orang warga Desa Tanjung Purba Kecamatan Bangun Purba menggeruduk kantor Bupati Deli Serdang Senin, (1/3/2024).
Mereka datang dan menuntut agar Bupati Deli Serdang, M Ali Yusuf Siregar menonaktifkan sementara Kepala Desa (Kades) mereka Tebe Holo Purba. Hal ini lantaran Kades sebagai terlapor di Polresta Deli Serdang dalam dugaan kasus penganiayaan terhadap anak dibawah umur.
Banyak spanduk dan poster yang dibawa warga ketika aksi di depan pintu gerbang kantor Bupati. Semuanya bertuliskan kecaman terhadap tindakan Kades.
Mereka juga memasang foto Kades Tebe Holo Purba di spanduk dan diberi tanda silang.
Banyak hal yang disampaikan mereka saat itu dengan pengeras suara. Salah satunya soal tunutan sanksi tegas tegas terhadap Kades.
Saat aksi ini korban (UP) bersama orangtuanya ikut melakukan aksi.
Mereka juga ikut membentangkan spanduk agar bisa dibaca banyak orang. Saat ini mereka sudah didampingi penasehat hukum untuk mengawal kasus ini.
Pengacara korban, Muhardi mengatakan kejadian penganiayaan yang dilakukan Kades Tanjung Purba kepada korban terjadi pada 1 Maret 2024.
Kejadiannya terjadi di kantor Desa tepat disaat sedang dilakukan musyawarah di kantor desa.
Saat itu ada warga yang diundang Kades dan ada orangtua korban yang juga diundang terkait permasalahan soal air bersih.
Muhardi mengatakan kasus penganiayaan ini sudah dilaporkan ke Polresta Deli Serdang tanggal 4 Maret lalu. Sejauh ini mereka belum mengetahui apakah Polresta sudah memanggil pelaku atau belum. Mereka berharap agar kasus ini cepat ditindaklanjuti dan dilakukan pemanggilan agar bisa kemudian ditetapkan sebagai tersangka.
Aspirasi massa sempat ditampung oleh Staf Ahli Bupati Bidang Politik, Hukum dan Pemerintahan, Ari Mulyawan. Saat itu dijanjikan kalau Dinas PMD akan segera menindaklanjuti kasus ini.
Sementara itu Kades Tanjung Purba, Tebe Holo Purba yang dikonfirmasi www.tribun-medan melalui telepon selulernya membantah telah melakukan penganiayaan.
Ia mengaku hanya mendorong pada saat dilakukan musyawarah di kantor desa.
Meski disebut dirinya dimaki-maki pada saat itu oleh UP namun dirinya mengaku tidak ada melakukan penganiayaan.
| Empat Anggota DPRD Medan Mangkir, Kejaksaan Tinggi Sumut: Senin dan Selasa Kita Panggil Lagi |
|
|---|
| Kuasa Hukum Ketua DPRD Sumut Sebut Dua Akun Dilaporkan ke Polda Sumut, Kasus Pencemaran Nama Baik |
|
|---|
| Dua Anggota DPRD Medan yang Dipanggil Kejaksaan Tinggi Sumut Kasus Peras Pengusaha Tak Kunjung Hadir |
|
|---|
| KEPALA BAYI PUTUS Saat Proses Persalinan Diduga Lakukan Malpraktek, Ini Penjelasan Dinkes Tapteng |
|
|---|
| Respon Bupati Langkat Syah Afandin Soal Ratusan Kilo Sabu Diamankan Polisi di Perairan Langkat |
|
|---|