Ramadan
Keutamaan Salat Hajat Jelang Sahur Puasa Ramadan, Dikabulkannya Doa Hingga Berlimpah Barokah
Salat Hajat merupakan sebuah sunnah yang sering diamalkan umat muslim dalam mengharap keridhoan dari Allah atas apa yang diinginkan
TRIBUN-MEDAN.COM,- Salat Hajat merupakan sebuah sunnah yang banyak dikerjakan umat Islam dalam mengharap keridhoan dari Allah S.W.T atas apa yang diinginkan.
Mengenai Salat Hajat ini, tidak ada batasan soal mengerjakannya.
Apakah itu siang, malam ataupun subuh.
Namun, ada anjuran yang menjelaskan, bahwa Salat Hajat baiknya dikerjakan pada malam hari, terutama di sepertiga malam terakhir sebelum waktu Subuh.
Baca juga: Jadwal Imsakiyah Puasa 12 Ramadan Muhammadiyah Aceh, Medan dan Padang
Alasan memilih waktu sepertiga malam, atau jelang sahur seperti bulan puasa Ramadan kali ini akan lebih menambah kekhusyukan dan ketenangan dalam salat.
Tidak hanya itu, anjuran melaksanakan Salat Hajat pada sepertiga malam didasarkan pada beberapa hadis yang menyebutkan keutamaan salat malam.
Dengan demikian, meskipun sholat hajat dapat dilakukan kapan saja memberikan perhatian khusus pada malam hari, terutama sepertiga malam terakhir, merupakan pilihan yang dianjurkan untuk melaksanakannya.
Baca juga: Kumpulan Doa Penghapus Dosa yang Baik Dibaca saat Bulan Ramadan
Menurut Abu Khansa Al-Harits, jumlah rakaat yang dipilih saat melakukan sholat hajat sebaiknya disesuaikan dengan tingkat kebutuhan atau hajat yang diinginkan.
Jika permintaan atau kebutuhan seseorang sangat mendesak, disarankan untuk melaksanakan sholat hajat sebanyak dua belas rakaat.
Hal ini sesuai dengan praktik mayoritas ulama dan penuturan para salihin yang menjalankan sholat sunnah ini sebanyak 12 rakaat ketika mereka memiliki kebutuhan atau permintaan khusus kepada Allah SWT.
Doa Sholat Hajat Arab, Latin, dan Artinya
Berikut ini merupakan doa sholat hajat yang dapat dibaca setelah mengerjakan ibadah sunnah tersebut seperti dikutip dari buku Doa-Doa Mustajabah tulisan Abu Qalbina.
لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ الحَلِيْمُ الكَرِيْمُ ، سُبْحَانَ اللهِ رَبِّ العَرْشِ العَظِيْم ، الحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ ، أَسْأَلُكَ مُوْجِبَاتِ رَحْمَتِكَ ، وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ ، وَالغَنِيْمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ ، وَالسَّلَامَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ ، لَا تَدَعْ لِي ذَنْبًا إِلَّا غَفَرْتَهُ ، وَلَا هَمًّا إِلَّا فَرَّجْتَهُ ، وَلَا حَاجَةً هِيَ لَكَ رِضًا إِلَّا قَضَيْتَهَا يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
Arab latin: La ilaha illallahul halimul karim. Subhanallahi rabbil 'arsyil karimil 'azhim. Alhamdulillahi rabbil 'alamin. As'aluka mujibati rahmatik, wa 'aza'ima maghfiratik, wal ghanimata min kulli birrin, was salamata min kulli itsmin. La tada' li dzanban illa ghafartah, wa la hamman illa farrajtah, wa la hajatan hiya laka ridhan illa qadhaitaha ya arhamar rahimin.
Baca juga: Bacaan Doa Pendek yang Paling Baik Dibaca saat Ramadan, Doanya Orang Berpuasa Itu Mustajab
Artinya: "Tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Mulia. Maha Suci Allah, Tuhan penguasa singgasana yang agung. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Aku Mohon kepada-Mu segala hal yang bisa menghadirkan rahmat-Mu dan dorongan kuat untuk mendapatkan ampunan-Mu, luapan segala kebajikan, dan keselamatan dari setiap dosa. Jangan Engkau biarkan dosa menghampiriku kecuali Engkau mengampuninya, jangan biarkan kesedihan menghinggapiku kecuali Engkau memberikan jalan keluarnya, dan tiada suatu hajat yang Engkau ridhai kecuali Engkau memenuhinya, wahai Zat yang Maha Kasih di antara para pengasih"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/ILUSTRASI-salat11.jpg)